Tujuh Manfaat Melakukan Rutinitas dengan Anak

Tujuh Manfaat Melakukan Rutinitas dengan Anak

Melakukan aktivitas rutin Bersama anak tentu ada manfaatnya. Yuk simak 7 manfaat melakukan rutinitas dengan Si Kecil berikut ini:

  1. Rutinitas memastikan anak melakukan sesuatu tanpa disuruh

Rutinitas yang dilakukan anak membuatnya melakukan sesuatu tanpa disuruh orangtua. Misalnya, kegiatan seperti menyikat gigi, tidur siang, mematikan televisi dan sebagainya. Orang tua tidak perlu lagi mengingatkan atau memerintah anak berulang kali. Pasalnya, anak sudah memiliki kesadaran sendiri untuk melakukan hal tersebut.

  1. Rutinitas membantu anak-anak bekerja sama

Rutinitas membantu anak-anak bisa bekerja sama dengan Anda. Misalnya, bekerja sama membereskan rumah. Anak tanpa disuruh mau membereskan mainannya dengan rapi. Atau, kegiatan-kegiatan lainnya yang melibatkan orangtua dan anak.

  1. Rutinitas membantu anak-anak belajar mengendalikan aktivitasnya

Seiring waktu, anak-anak belajar menyikat gigi, mengemasi tas dan lain-lain tanpa perlu diingatkan lagi. Anak-anak belajar untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Perasaan ini meningkatkan rasa penguasaan dan kompetensi mereka. Anak-anak yang merasa lebih mandiri dan bertanggung jawab atas diri mereka sendiri.

  1. Anak-anak belajar tentang menunda keinginan atas yang mereka sukai

Misalnya, anak ingin bermain ke taman sekarang ini. Namun, dia bisa belajar bahwa pergi ke taman bermain biasanya pada sore hari. Jadi, dia bisa menantikannya nanti sore.

  1. Rutinitas yang teratur membantu anak-anak memenuhi jadwal

Rutinitas yang teratur membantu anak-anak menentukan jadwal, sehingga mereka lebih mudah tidur pada malam hari.

  1. Rutinitas membantu orang tua membangun momen hubungan yang berharga

Kita semua tahu bahwa perlu terhubung dengan anak-anak setiap hari. Jika kita membangun ritual koneksi kecil ke dalam rutinitas kita, itu akan menjadi kebiasaan. Cobalah berpelukan dengan setiap anak saat Anda pertama kali melihatnya di pagi hari, misalnya.

Ritual seperti ini akan menghubungkan Anda pada tingkat yang mendalam dengan anak. Jika Anda melakukannya sebagai “bagian dari rutinitas” anak  membangun keamanan serta koneksi dan kerja sama.

  1. Jadwal rutin membantu orang tua menjaga konsistensi dalam ekspektasi.

Jika semuanya bertengkar, orang tua akhirnya menyelesaikan: lebih banyak TV, tidak menyikat gigi untuk malam ini, dll.

Dengan rutinitas, semua anggota keluarga akan lebih akan menjaga konsistensi kegiatan sehari-harinya sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Dengan demikian, segalanya akan berjalan lebih lancar.

Foto : Freepik

 

Mengapa Anak Perlu Rutinitas?

Mengapa anak-anak membutuhkan rutinitas? Rutinitas memberikan mereka rasa aman dan membantu mereka mengembangkan disiplin diri.

Anak mengalami semacam “ketakutan” akan hal yang tidak diketahui mencakup perubahan-perubahan besar dalam hidupnya bahan mulai dari makanan baru yang didapatkannya, seperti sayuran. Yang pasti, anak akan dihadapkan anak-anak dihadapkan pada perubahan setiap hari, entah itu hal yang baik atau tidak, yang merupakan peluang bagi stimulasi pertumbuhan. Meskipun mungkin juga bisa membuat stres.

Tentunya anak akan tumbuh dan berkembang dengan menghadapi perubahan yang terus-menerus. Awalnya bayi menyusu, seiring waktu mereka akan menggunakan gelas untuk minum. Empeng dan botol sudah tak digunakan lagi.

Seiring bertambah umur anak, ia akan belajar berbagai ketampilan baru dengan kecepatan yang menakjubkan. Anak akan belajar membaca, dan menyeberang jalan hingga bermain sepak bola bahkan mengendarai sepeda. Sebagian anak aka tinggal di rumah yang sama selama masa kecilnya. Namun, sebagian anak lainnya akan berpindah-pindah rumah beberapa kali, ke kota lainnya pertama dikunjungi, menemukan lingkungan dan sekolah yang baru lagi.

Nah, dalam perubahan yang dialami setiap saat ini, anak-anak diharapkan dapat menjalani runitasnya dengan baik.  Dengan demikian, anak akan merasa aman dan mampu menguasai atau menjalani kehidupannya. Saat rasa penguasaan ini diperkuat, anak dapat menangani perubahan yang lebih luas lagi, misalnya berjalan ke sekolah sendirian, membayar pembelian di toko, mengikuti kegiatan perkemahan dan sebagainya.

Adanya perubahan yang tak terduga bisa mengikis rasa aman dan membuat anak cemas bahkan kurang mampu mengatasi perubahan yang dialami. Misalnya, sahabat karibnya harus pindah rumah, dan sebagainya.

Tentu saja banyak perubahan yang tidak bisa dihindari. Tetapi itulah mengapa anak membutuhkan rutinitas yang dapat diprediksi sebagai landasan dalam hidup mereka – sehingga mereka dapat mengambil kesempatan untuk menangani perubahan besar saat membutuhkannya.

Rutinitas membantu anak-anak merasa aman dan siap untuk menghadapi tantangan baru. Hal itu juga memiliki peran perkembangan penting lainnya. Rutinitas mengajari anak-anak cara mengelola diri dan lingkungannya secara konstruktif.

Anak-anak yang datang dari rumah yang “semrawut” di mana barang-barangnya tidak dibereskan tidak akan pernah belajar bahwa hidup dapat berjalan lebih lancar jika segala sesuatunya diatur sedikit. Di rumah di mana tidak ada waktu atau ruang yang ditentukan untuk mengerjakan pekerjaan rumah, anak-anak tidak pernah belajar bagaimana duduk sendiri untuk menyelesaikan tugas yang baginya tidak menyenangkan.

Selain itu, anak-anak yang tidak mengembangkan rutinitas perawatan diri dasar, mulai dari merawat diri hingga makan, mungkin merasa sulit untuk merawat diri mereka sendiri Ketika mulai beranjak remaja bahkan saat dewasa. Struktur memungkinkan kita untuk menginternalisasi kebiasaan yang membangun rutinitas yang baik.

Apakah ini berarti bayi harus menjalani rutinitas sedini mungkin? Tentu tidak demikian. Bayi memberi tahu kita apa yang mereka butuhkan. Kita memberi mereka makan saat lapar, mengganti popoknya saat basah.

Seiring waktu, mereka mempelajari berbagai rutinitas. Saat kita tidur di malam hari, hal ini “memaksa” bayi untuk menyesuaikan diri dengan rutinitas kita. Namun, hal itu tidak responsif terhadap kebutuhan bayi. Dia belum mampu beradaptasi dengan kita. Jika kebutuhannya tidak terpenuhi, dia akan merasa seolah-olah dunia adalah tempat di mana kebutuhannya tidak terpenuhi.

Saat bayi memasuki masa kanak-kanak, ia akan menetapkan rutinitasnya sendiri, menyesuaikan dengan semacam jadwal. Kebanyakan bayi menyesuaikan diri dengan pola yang dapat diprediksi. Kita dapat membantu mereka dalam hal ini dengan Menyusun jadwal berdasarkan kebutuhan mereka. Jadi, misalnya, kita memastikan atau menyiapkan kondisinya saat tidur siang. Secara bertahap, seiring waktu, kita dapat merespons jadwal makan dan tidurnya yang alami dengan mengembangkan rutinitas yang sesuai untuk dirinya dan seluruh anggota keluarga.

Foto : freepik.com

ME TIME, SAATNYA UNTUK ‘MEMANJAKAN’ DIRI SENDIRI

(Disadur dari rangkuman kelas Parenting Asia Parent Academy)

Pernahkah Anda meninggalkan anak-anak bersama dengan papanya dan Anda pergi sendiri menghabiskan waktu untuk diri sendiri?

Ya, sehari-hari beraktivitas mengurus keluarga, baik anak dan suami, ditambah sibuk dalam pekerjaan, membuat Moms merasa tak ada waktu luang. Ya, rutinitas seharian menyita waktu sehingga Anda sulit untuk melakukan me time.  Padahal, me time sangat penting dan diperlukan, lo Moms. Me time bermanfaat untuk memperbaiki kondisi fisik dan psikis.

Me time merupakan kebutuhan setiap orang, termasuk Moms. Namun ketika menikah, memiliki kewajiban harus mengurus keluarga selama ’24 jam’. Plus, Anda juga sibuk bekerja, sehingga Anda tak memiliki waktu untuk pribadi. 

Apa itu me time? Yang dimaksud me time adalah waktu untuk diri sendiri tanpa kehadiran orang lain, sehingga Anda bisa melakukan aktivitas sendiri atau bahkan tanpa melakukan apapun. Boleh dibilang, me time adalah waktu luang yang benar-benar dinikmati sendirian.

Secara umum, me time adalah melakukan kegiatan yang membuat Anda merasa rileks dan menjadi diri sendiri. Kenapa me time penting? Nah, banyak yang belum tahu bahwa salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan adalah dengan melakukan me time.

HORMON KORTISOL

Me time ada hubungannya dengan hormon dalam tubuh. Seperti dikatakan r. Claudia Lee dari divisi kesehatan mental Sydney Integrative Medicine, hormon stres atau kortisol berpengaruh pada fungsi kekebalan tubuh, tekanan darah, dan proses antiinflamasi pada tubuh. Ketika melakukan sesuatu yang memperlambat hormon kortisol, maka imunitas, tekanan darah, dan proses antiinflamasi tubuh tubuh kembali ke taraf normal.

Perlu dipahami, me time bukan berarti mengesampingkan kodrat sebagai seorang ibu. Ini hanya penyeimbang agar ibu juga terpenuhi kebutuhannya, yaitu kebutuhan untuk beristirahat dan menyegarkan diri agar kembali bersemangat menjalani rutinitas. Dengan kata lain, me time adalah bentuk penyeimbang kegiatan, hormon, masalah dan berpengaruh baik terhadap otak, jantung dan seluruh organ dalam tubuh. Jadi Anda akan sehat secara fisik, psikis, tidak stres, bahagia, dan membuat seluruh keluarga berbahagia.

SEGUDANG MANFAAT ME TIME

Nah, berikut ini berbagai manfaat me time, yaitu:

•          Meningkatkan mood, merasa bahagia dan sejahtera tanpa ada rasa bersalah

•          Bisa memahami diri sendiri jadi lebih mendalam dan lebih baik.

•          Siap berkomunikasi dan berinteraksi dengan lebih baik terhadap lingkungan.

•          Membuat kondisi mental jadi lebih baik. Jauh dari stres, kesal, marah atau uring-uringan. Memandang hidup jadi lebih positif.

•          Meningkatkan kesehatan

•          Berpikir lebih positif

•          Memberikan manfaat buat orang di sekeliling Anda

•          Anda dapat menyalurkan stres dengan cara yang lebih positif

•          Melakukan keseimbangan

Perlu kita tahu, perasaan dan emosi yang muncul pada diri Anda tidak terjadi begitu saja. Hal tersebut dipengaruih oleh reaksi kimia yang ada pada tubuh. Reaksi inilah yang bertanggung jawab terhadap perasaan positif maupun negatif. Di antara dua perasaan itu, tentu perasaan positif seperti bahagia, senang dan cinta yang paling diinginkan.

Dopamin dan serotonin adalah amina biogenik. Keduanya dikenal sebagai neurotransmitter yang disekresikan oleh sel-sel saraf yang memengaruhi aktivitas sel-sel saraf lainnya. Amina ini adalah zat yang sangat penting karena mereka memengaruhi kesehatan mental, emosional, dan fisik manusia. Bahkan kekurangan kecil atau tingkat berlebihan baik amina dapat mengubah kesehatan manusia.

Kedua hormon ini berada di otak dan berproduksi secara alami. Dopamin, misalnya, jumlahnya meningkat seiring seseorang tidur nyenyak, berolahraga, ataupun sedang melakukan seks. Maka, tidak heran jika seseorang melakukan kegiatan tersebut seringkali mendapatkan rasa tenang dan nyaman.

Hormon dopamin berpengaruh pada rasa menyenangkan dari jatuh cinta, gembira, motivasi, dan rasa percaya diri. Meski demikian, jika hal tersebut berlangsung berlebihan bisa berbahaya. Kelebihan dopamin akan menyebabkan orang mengalami gangguan mental. Contohnya, ada orang yang saking senangnya memiliki kartu kredit, akhirnya dopamin meningkat dalam dirinya, merusak otak depan yang fungsinya mengambil keputusan dan akhirnya dia menjadi sophaholic. Ini sudah kategori gangguan jika berlebihan.

Hasil studi Alyssa Westring, asisten profesor di DePaul University, Chicago, bersama Stew Friedman, profesor manajemen di Wharton School, membuktikan bahwa me time sangat penting dan bermanfaat bagi individu. Menurut studi ini, para ayah dan ibu pekerja yang selalu menyediakan watu untuk diri sendiri sepanjang 12-15 minggu (sesuai periode riset ini) ternyata berhasil mendapatkan peningkatan dalam hal kesejahteraan pribadi, kepuasan kerja, maupun kepuasan bersama kelaurga.

Jika Anda mengambil jeda dari rutinitas, Anda akan merasa segar dan lebih bahagia. Jika Anda jernih dalam berpikir, tubuh terasa bugar, dan hati merasa senang. Semua itu akan berdampak positif bagi orang-orang di sekeliling Anda, di rumah, tetangga, hingga ke tempat kerja dan relasi bisnis Anda. Tentunya ini akan membuat Anda menjadi lebih positif.  Orang di sekitar Anda menjadi lebih nyaman berada di dekat Anda dan Anda pun merasa senang.

BILA KURANG ME TIME

Ketika kita terus melakukan kegiatan sehari-hari tanpa beristirahat, hormon kortisol tidak akan menurun sehingga tubuh kita tidak berfungsi dengan baik. Anda pun mulai sulit berkonsentrasi, mudah marah dan mengalami penurunan libido. Anda bisa sakit, merasa takut dan stres.

Kadar hormon kortisol yang tinggi juga bisa mengakibatkan stres kronis. Akibatnya, suasana hati seseorang cenderung mudah berubah dan ia mengalami gangguan kecemasan, depresi serta insomnia. Selain itu, imunitas akan menurun sehingga tubuh lebih mudah terkena penyakit karena kesehatan melemah.

Ketika Anda stres, detak jantung meningkat, muncul keringat dingin, sulit mengambil keputusan, mudah marah, sulit konsentrasi, berpikiran negatif. Dengan kata lain, banyaknya orang yang stres dan terkena penyakit adalah karena kurang melakukan me time.

Jadi, jika hormon dopamin rendah maka :

• Mood sering berubah-ubah

• Sulit berkonsentrasi atau memfokuskan pikiran Anda

• Insomnia atau sulit tidur

• Merasa lelah

• Merasa cemas

• Makan secara berlebihan yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan

Ada pula hormon serotonin yang juga tidak kalah pentingnya. Jika kadar serotonin naik, kadar dopamin akan turun. Begitu juga sebaliknya. Hal yang sedikit berbeda adalah fungsinya. Ya, di sini serotonin mempunyai fungsi lebih banyak daripada dopamin.

Secara umum fungsi-fungsi serotonin tersebut di antaranya mengatur tidur, meningkatkan suasana hati, mengatur nafsu makan, mengontrol kemarahan dan agresi, mengatur suhu tubuh, meningkatkan kondisi emosional dan juga gairah seksual. Kadar serotonin yang rendah dapat memicu tubuh untuk depresi, cemas, gangguan kecemasan sosial, gangguan obsesif-kompulsif, agresi, migrain, kecenderungan bulimia, kecanduan seksual. Serotonin, berfungsi dalam menstabilkan mood.

KAPAN WAKTU ME TIME ?

Waktu dan jenis me time memang beragam dan berbeda-beda tergantung individu masing-masing. Moms bisa melakukan me time saat Si Kecil bersama ayah, kakek, nenek atau anggota keluarga lainnya. Dengan begitu, Moms tetap tenang meski harus meninggalkan sejenak kesibukan sehari-hari.

Durasinya pun berbeda. Ada yang cukup 10 menit, 1 jam, atau bahkan dari pagi sampai malam. Begitu juga dana yang diperlukan berbeda. Me time itu tak perlu keluar uang juga bisa kok asal tahu caranya.

Bila Mams bingung akan melakukan apa untuk me time, beberapa hal berikut mungkin bisa Mams lakukan yang akan membuat Mams nyaman dan rileks:

•          Perawatan kecantikan

•          Berkumpul dengan teman-teman

•          Melakukan hobi: berkebun, membaca, menonton film, memasak, menjahit, menggambar, shopping, fotografi  dan lainnya

•          Menjadi anggota komunitas yang diminati

•          Menelpon sahabat

•          Tidur

•          Kegiatan lain membuat Moms merasa santai

Sebenarnya me time tidak ada waktu yang terbaik. Waktu yang terbaik adalah ketika di waktu itu kita benar-benar manfaatkan buat diri sendiri, tanpa adanya gangguan. Jadi semisal kalau malam hari saat semua tidur, lalu kita masih ada tenaga untuk meditasi. Atau, berendam di ember. Tak apa-apa , yang penting sendiri. Berapa lamanya? lebih baik 15 menit setiap hari daripada 2 minggu sekali tapi  1 jam. Kuantitas tidak penting, yang penting kualitas. Fokus ke dalam diri, itu menjadi dasar untuk proses keseimbangan dalam diri.

Berinteraksi dengan teman kantor atau tetangga sekalipun itu adalah bagian me time. Itu namanya interpersonal Me Time. Bahkan misal di kursi kerja pun, hanya tutup mata, dengar musik  5 menit jika itu disukai, lakukanlah karena itu bisa menurunkan stres. Yang penting adalah kita suka kegiatan itu dan tak membuat stres, itu sudah menyeimbangkan hormon dalam diri kita.

Mengabaikan me time hanya akan menjadi bom waktu, yang akan memengaruhi fisik, psikis, dan yang menjadi korban adalah anak dan paling menderita adalah diri Anda sendiri. Maka mari mulai saat ini untuk berkomitmen menjadi lebih sehat dengan memperbanyak me time.

HAL PENTING LAINNYA

Tak kalah penting, ada 3 hal yang harus kita ingat mengenai me time adalah:

  1. Refleksi diri, mungkin dengan evaluasi diri ketika kondisi tenang, belajar masuk ke dalam diri
  2. Relaks dengan banyak kegiatan yang Anda ingin lakukan.
  3. Recharge, selalu ingat bahwa kita membutuhkan energi untuk hidup selayaknya sebuah mainan yang membutuhkan baterai. Recharge ini bisa dengan meditasi, Yoga, dan konsumsi makanan mengandung gizi. (hil)

Narasumber: Bunda Lucy

Foto: freepik.com