Cara Bijak Hadapi Remaja Berpacaran

 

Tidak bisa kita pungkiri bahwa perkembangan anak remaja terutama di zaman sekarang ini memang sangat besar. Sehingga orangtua harus ekstra hati-hati dan juga mencoba untuk bisa mengawasi pergaulan yang mereka lakukan. Namun tidak membatasi dan juga mengekang. Salah satunya adalah ketika kamu menemukan anak remaja yang ternyata mulai pacaran. Bagaimana sih cara bijak untuk menghadapinya berikut ini informasi lengkapnya.

  1. Respons yang Tepat

Pertama yang harus dihadapi oleh orang tua ketika menemukan anaknya ternyata sudah pacaran di usia remaja yaitu memberikan respon yang tepat. Hal ini dilakukan karena apabila orang tua sudah marah atau emosi terlebih dahulu. Umumnya anak remaja akan mencoba untuk menutupi apa yang telah mereka lakukan, dan cenderung untuk membangkang atau menghindari adanya aturan yang diberikan oleh orang tua.

Baik secara terang-terangan maupun diam-diam. Jangan sampai anak tersebut melakukan kebohongan atau bahkan diam-diam melakukan pacaran tanpa diizinkan, dan diketahui oleh orang tua dampaknya akan semakin buruk. Sehingga respon menjadi hal yang paling penting cobalah untuk dengarkan dan juga bijaksana dalam menanggapi respon anak-anak. Bahkan beberapa orang tua mencoba untuk menanggapi dengan santai dan memberikan ledekan atau ejekan.

  1. Usia Tepat

Selanjutnya hal yang bisa dilakukan untuk bisa memahami, ataupun melakukan cara dan respon bijaksana, ketika menemukan anak remaja pacaran yaitu memastikan bahwa mereka telah memasuki usia yang seharusnya. Menurut penelitian dan juga beberapa instansi menganggap bahwa hormon anak remaja terus berkembang. Namun usia yang cukup untuk memahami sebuah hubungan dan melakukan pacaran yaitu di usia 16 tahun.

Di indonesia sendiri usia tersebut masuk ke dalam salah satu usia yang cukup dini umumnya orang tua mengizinkan anak pacaran. Ketika berusia 17/18 tahun dengan begitu apabila kamu sebagai orang tua. Ternyata menemukan anak pacaran dengan usia yang lebih muda dari usia tersebut. Ada baiknya kamu bantu mengarahkan sebagai orang tua dan dengarkan alasan mereka, kenapa memutuskan untuk menjalin hubungan di usia yang sangat muda.

  1. Dengarkan Cerita Mereka

Ketika memastikan untuk mendengarkan cerita dari anak remaja ternyata mereka sudah memiliki hubungan romantis ataupun berpacaran. Maka acara selanjutnya yang bijaksana yaitu menanggapi atau mendengarkan cerita mereka secara lengkap. Pastikan kamu paham sebagai orang tua apa saja sih yang diinginkan oleh sekarang dan kenapa mereka memutuskan untuk menjalin hubungan dengan pasangannya.

Ada alasan tertentu, bahkan tidak jarang loh sebenarnya anak remaja itu tidak paham apa itu pacaran. Mereka hanya tidak ingin diledek oleh teman-temannya atau mereka hanya terbawa oleh lingkungan karena iri, dengan teman yang sudah berpacaran. Jangan sampai respon yang tidak bijaksana, menyebabkan anak-anak merasa malas atau cenderung menutup diri dan merasa pesimis terlebih dahulu.

  1. Membimbing dan Mengawasi

Cara bijak lainnya untuk menanggapi anak yaitu memastikan bahwa kamu sebagai orang tua membimbing bukan melarang,  apalagi mendikte. Jika memang anak remaja kamu ternyata sudah memasuki usia yang memang wajar untuk memiliki pasangan misalnya 16 tahun atau 17 tahun. Maka kita tidak bisa melarang apa yang mereka lakukan namun bukan berarti mengizinkan kamu harus tetap bisa membimbing dan juga mengawasi hubungan yang mereka lakukan.

Bahkan tidak jarang banyak orang tua yang membiarkan pasangannya untuk main di rumah. Sehingga orangtuanya bisa tahu apa yang anaknya lakukan sekedar ngobrol,  makan keluar bersama dan juga nonton bersama teman-teman bukanlah hal yang salah. Biarkan mereka menikmati masa muda dan jangan lupa bantu awasi anak remaja yang kamu miliki. Dengan adanya bantuan tambahan misalnya lingkungan atau teman-teman.

Foto : freepik.com