4 Kiat Atasi Badmood pada Remaja Pria

“Ih cowok, kok, baperan!” cetus seorang remaja perempuan melihat temannya yang tampak kesal dan bete. Suasana hati sang remaja laki-laki itu sedang tak karuan, layaknya perempuan yang sedang mengalami PMS (Pre Menstrual Syndrome).  Ya, cowok pun sebenarnya bisa bad mood, lo.

Baik remaja perempuan maupun laki-laki, suasana hati mereka mudah bergejolak dan cenderung gampang berubah atau moody. “Bahkan, bisa tiba-tiba bad mood selama beberapa lama.” 

Suasana hati adalah suatu bentuk keadaan emosional. Munculnya berbeda dari emosi karena cenderung tidak spesifik, tidak intens, dan tidak selalu muncul oleh stimulus atau kejadian tertentu.

Nah, pada remaja perempuan, kondisi seperti itu salah satunya dipengaruhi oleh hormonal, yaitu pada masa premenstuasi atau PMS. Alhasil, terkadang muncul celetukan “Lagi PMS ya!” ketika seorang remaja perempuan suasana hatinya ngambekan, bete, atau tampak bad mood.

Jadi yang pasti bahwa baik remaja pria maupun remaja perempuan, mengalami perubahan hormon yang disertai dengan perubahan secara fisik yang memengaruhi kepribadiannya dan cara pandangnya terhadap dirinya.

Oleh karena itu,  jangan heran bila remaja jadi lebih mudah mood swing. Remaja juga berada pada masa untuk menemukan identitas diri sehingga remaja berperilaku coba-coba atau identifikasi. “Bila gagal, remaja akan mengalami krisis identitas, sehingga remaja dapat menunjukkan kepribadian yang bukan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Hal ini dapat membuat remaja bereaksi lebih emosional.”

KENALI 3 PENYEBABNYA

Badmood yang terjadi memang seringkali tidak diketahui penyebab yang pasti. Namun, ada faktor-faktor yang memengaruhi remaja mengalami badmood yaitu:

  1. faktor fisik seperti adanya perubahan hormon dan peralihan dari masa kanak-kanak menjadi dewasa, yang ditandai dengan terjadinya pubertas (tercapainya kematangan seksual ditinjau dari aspek biologisnya).

Seiring hal tersebut, proses perkembangan psikis juga dimulai dan mereka mulai melepaskan diri dari ikatan dengan orangtuanya. Dengan begitu, ada perubahan-perubahan yang terlihat dalam kepribadian yang terwujud dalam bentuk cara hidup untuk menyesuaikan diri dalam masyarakat. Perubahan-perubahan seperti ini, terkadang membuat remaja awal mengalami perubahan suasana hati.

2. Faktor keturunan atau genetik (faktor dalam diri), seperti bila salah satu orangtua cenderung “moody” maka anak juga memiliki kecenderungan “moody” ketika dihadapkan oleh stimulus tertentu yang kurang sesuai dengan keinginannya.

3. Faktor lainnya yaitu lingkungan juga dapat memegaruhi, seperti adanya tuntutan dari orangtua untuk berprestasi, masalah dalam menjalin relasi atau pertemanan di lingkungan sosial dapat memengaruhi suasana hati remaja.

WASPADAI EFEKNYA

Lalu, apa dampak atau efek yang bisa terjadi bila remaja pria mengalami “PMS? Respons-respons yang terjadi bila remaja pria badmood bervariasi tergantung bagaimana karakteristik kepribadian (faktor dari dalam diri individu tersebut) dan faktor lingkungan yang juga turut serta memegaruhi.

Misalnya saja, ada remaja yang suka menyendiri dan menghabiskan waktu di dalam rumah, sehingga sosialisasi terhambat. Ada pula yang menjadi sulit tidur, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

Di sisi lain, ada remaja yang memiliki kecenderungan berperilaku agresif, misalnya terjadi kenakalan remaja (bolos sekolah, berbohong, menyontek, bergaul dengan teman-teman yang memberikan pengaruh buruk (penggunaan obat terlarang), sehingga ekstremnya individu menjadi berperilaku amoral dan asosial).

Nah, dampak ekstrem ini biasanya disertai dengan berbagai penyebab baik dari dalam diri maupun lingkungan, sehingga perlu penanganan lebih lanjut oleh para profesional yang ahli di bidangnya.

EMPAT SOLUSI

Ternyata bisa fatal juga ya bila remaja pria yang sedang moody ini tak ditangani dengan baik. Berikut ini beberapa upaya untuk mengatasi remaja badmood adalah:

  1. Menyalurkan hobi, seperti mengikuti aktivitas olahraga yang disuka atau mengikuti kursus musik dapat menjadi salah satu alternatif dalam membantu remaja menyalurkan emosinya dengan cara yang lebih positif.
  2. Mendengarkan musik yang disukai juga dapat membantu remaja lebih tenang.
  3. Berbagi cerita dengan teman dekat juga bisa dilakukan untuk membantu remaja menyalurkan emosinya dan remaja belajar melihat sudut pandang dari orang lain terhadap apa yang dirasakan serta dipikirannya.
  4. Tak kalah penting, peran orangtua dalam menjalin komunikasi yang terbuka dengan anak remaja (berperan sebagai teman bercerita) juga dapat membantu mengurangi badmood. Namun, bila badmood terasa sangat mengganggu dan memegaruhi aktivitas sehari-hari, maka tindakan berkunjung ke profesional sangat diperlukan.

Foto : freepik.com