Hentikan kebiasaan “mentil” si kecil

1.Apa yang menjadi faktor anak terus mentil putting susu ibunya?

  1. Tidak terpenuhinya kebutuhan ASI
  2. Anak kurang merasa nyaman dan tenang sehingga ingin dekat dengan ibunya
  3. Rasa tidak percaya dengan sekitarnya sehingga ia membutuhkan kenyamanan ketika dekat dengan ibunya
  4. Faktor kebiasaan yang diberikan bundanya apabila anaknya rewel
  5. Memuaskan reflex menghisapnya

2.Apa efek yang ditimbulkan jika kita tidak menghentikan kebiasaan mentil si kecil? Jangka panjang dan pendek?

Ngempeng atau mentil adalah aktifitas yang dilakukan oleh anak anak/bayi baik secara sadar atau tidak sadar dimana seseorang akan menyentuh atau berinteraksi dengan benda – benda tertentu. Seperti suka memegang pentil payudara ibu, menghisap jari, memilin selimut atau bantal, menggigit bibir mulut bagian bawah, mengusap atau mengucek – ngucek telinga, memegang boneka atau hanya sekedar minta ditepuk tepuk bagian pantatnya.


Bahkan pada beberapa kasus banyak juga kebiasaan ngempeng atau mentil ini terbawa hingga dewasa. Tidak jarang kita sering menyaksikan orang dewasa yang masih suka menggigit kukunya, memilin ujung bajunya, atau suka memegang kuping dan siku.


Efek dari kebiasaan mentil lainnya adalah :

  • mengganggu pertumbuhan gigi dan rahang
  • kebiasaan buruk sehingga sulit menghentikannya
  • anak menjadi terlalu bergantung kepada sang bunda, sehigga tidak bisa mandiri. Ditinggal sebentar, sudah rewel dan merengek…
  • anak menjadi terlalu manja dan lambat dalam ber-eksplorasi…
  • kesulitan dalam pengucapan

3.Apa saja cara yang ampuh untuk menghentikan kebiasaan mentil pada anak?

Ada beberapa hal yang dapat orangtua lakukan untuk mengatasi kebiasaan ngempeng puting ini, yakni:

Gunakan cara kreatif lainnya untuk membuat anak tidak rewel

Kita tahu semua bahwa bayi sampai masa kanak-kanak akhir adalah masa bermain, dan anak mudah sekali beralih fokusnya jika orang tua kreatif menemukan permainan yang membuat anak merasa nyaman, tenang, diterima dan percaya dengan lingkungannya. Orang tua tidak diperkenankan menjejalkan putting ketika anaknya sedang rewel sehingga dapat menjadi factor kebiasaan. Cermati dulu penyebab anak menangis,mungkin saja bukan karena dia haus.  Tangisan dan sikap rewel anak harus diatasi berdasarkan penyebabnya bukan dengan memberikan kesempatan ngempeng puting. Contoh : Permainan Jari.Supaya jari jemari tangannya tidak mentil, beri kesibukan  yang melibatkan ketrampil jari. Seperti finger print, aneka bentuk jari, menempel stiker, boneka jari, dan bermain puzzle. (me)

Lepas putting ketika anak sudah puas dengan ASI dan tertidur.
Jangan biarkan si batita mengisap puting susu ibu terlalu lama. Jika ia sudah kenyang menyusu ASI atau sudah tertidur, segera lepaskan puting dari mulutnya. Kalau sudah menjadi kebiasaan akan sulit melepaskannya. Jika dilepas, ia akan menangis. Jika sudah terlanjur ngempeng, lakukan pelepasan secara bertahap jangan dipaksa. Batasi ngempeng hanya sehari dua kali, pagi dan malam saja. Carikan aktivitas yang menyenangkan untuk mengalihkan anak dari keinginan ngempeng. Selanjutnya, kurangi menjadi sekali sehari saja, setelah itu dihilangkan sama sekali.

Beri alat penyaman yang lebih pantas, yang dibutuhkan khususnya  menjelang waktu tidur, misalnya selimut bergambar yang dapat melindungi anak dari dinginnya air conditioner, boneka yang  empuk untuk dpeluk, atau guling kecil yang wangi.  Anda juga bisa menggunakan kontak fisik untuk membuat anak merasa relaks, seperti mengusap-usap punggungnya, menggelitik telapak tangannya, atau memijatnya. Jika rutin dilakukan, perlahan-lahan keinginan anak mentil akan hilang, karena sudah merasa nyaman dengan cara lain.

Berikan pengertian.

Ketika anak menangis, tenangkan, lalu berikan pengertian. Bila ia menangis karena lapar, terangkan bahwa rasa lapar memang tidak enak dan untuk mengatasinya ia harus makan. Jika waktu makan tiba, hindari memberikan ASI terlebih dahulu, tapi berikan makanan pokok. Setelah itu, kira-kira dua jam kemudian, berikan ASI kepada si kecil sebagai camilan. Hal ini akan memberikan penjelasan kepada anak mengenai sebuah proses sebab-akibat dan cara mengatasinya. Jika Anda hanya memberikan ASI saja tanpa disertai penjelasan, anak akan menangkap sebuah ritme yang itu-itu saja. Sampaikan pada anak. Jangan menutupi rasa tidak nyaman Anda! Berterus-teranglah pada menggunakan bahasa sederhana yang dimengerti olehnya. Misalnya, katakan bahwa payudara Anda sakit seperti dicubit saat ia terus-menerus memegangnya.

Bersikap lembut tetapi tegas dan konsisten.

Jangan merasa bersalah karena waktu selama 2 tahun sudah lebih dari cukup. Namun hindari pemaksaan. Jika anak belum siap, ibu perlu mencari tahu penyebabnya. Lepaskan tangannya dari puting dan katakan ”Jangan” sambil memandang mata anak.  Lakukan dengan lembut namun konsisten. Alihkan perhatian anak pada kegiatan lain, misalnya melihat-lihat gambar di buku, atau bermain dengan jari tangannya sambil bernyanyi.

Bersikap tenang, manakala sikap tegas dan konsisten Anda dibalas anak dengan protes atau amukan. Jangan terpancing dan beri dukungan pada anak bahwa dia bisa survive tanpa harus memegang payudara bundanya.

Lakukan aktivitas menyenangkan antara ibu dan anak supaya ia tahu bahwa tak mendapat ASI bukan berarti anak tidak dicintai.

Luangkan waktu, sesibuk apapun Anda bekerja, untuk tetap menunjukkan kasih sayang pada anak melalui perhatian. Kontak fisik seperti pelukan dan ciuman sebelum dan sepulang kerja, sangat berarti bagi anak. Tujuannya agar ia tetap merasa mendapat perhatian, terpenuhi kebutuhannya akan rasa aman dan nyaman, sehingga tidak perlu mencari objek pengganti.

Hargai usaha anak, kemajuan sekecil apa pun yang ditunjukannya dalam mengurangi ketergantungan, patut diberi penghargaan. Misalnya dengan mengacungkan dua jempol sambil berujar “Anak hebat!” lalu berilah pelukan hangat. Di lain kesempatan, hadiahi anak  dengan camilan favoritnya. Penghargaan bukan bertujuan untuk memanjakan anak, melainkan untuk membangkitkan motivasinya dalam mengurangi kebiasaan yang kurang baik.

4.Apakah dengan jamu-jamuan itu baik? Atau bahkan ada efek buruknya?

Memberikan jamu-jamuan, Jangan mengoleskan obat merah/memberi plester pada puting susu itu bukanlah solusi karena selain dapat menyebabkan keracunan pada anak, juga anak akan kehilangan kepercayaan dengan ibu, menimbulkan trauma dan anak akan merasa ditolak oleh ibu dan merasa tidak dicintai apalagi jika ibu melakukannya dengan tiba-tiba. Efek panjangnya, anak mengalami kesulitan untuk menjalin interaksi sosial dengan orang lain.

Bagaimana dari segi psikolog memandang kebiasaan mentil ini?

0 – 2 tahun adalah fase oral dimana anak mendapat kepuasan sekitar mulutnya, si bayi hanya mencari rasa aman dan nyaman dari sang bunda. Refleks mengisap ini sudah ada sejak bayi lahir. Saat lahir bayi secara refleks mencari puting susu sang ibu, lalu mengisapnya. Itu secara alami terjadi dan biasanya kebiasaan menyusu itu biasanya berhenti saat anak berusia antara 18 bulan dan dua tahun. Namun sebagian anak baru berhenti menyusu pada usia lima tahun, Bahkan sebagian lagi berhenti pada usia sembilan atau 10 tahun.

Faktor negatif dari kebiasaan mentil

Ketergantungan ini dapat membuat anak berlanjut tergantung  pada dot atau mengisap jari dan bisa terbawa sampai besar bila lingkungan keluarga kurang memperhatikan anak. Faktor yang mempengaruhi apakah anak akan berlanjut ke kebiasaan buruk yang lebih lanjut atau tidak tergantung dari rasa nyaman dan aman yang diberikan oleh lingkungan terdekatnya, khususnya keluarganya.  Tak sedikit anak terlalu asyik dengan botol yang sudah kucel atau mengisap jari. Ironisnya, orang tua membiarkan dan bahkan senang karena anak tidak rewel. Padahal, dari sisi kesehatan kebiasaan mentil atau ngempeng bisa berefek terhadap pertumbuhan gigi. Juga mengancam kesehatan karena kuman bisa masuk dari dot atau jari yang tidak bersih.

Jika kebutuhan mengisap bayi kurang, yang jadi masalah bayi akan memulai kebiasaan baru, yakni ngempong dan ngedot. Terkadang orang tua risi melihat bayi mengisap jari. Mereka takut mengisap jari menjadi kebiasaan sampai anak besar. Jika sudah begitu tentu sulit sekali menghilangkan. Lagipula jika kebiasaan itu berlanjut, dikhawatirkan menghambat perkembangan gusi dan gigi. Disini peranan orang tua sangatlah penting, karena begitu orang tua melihat anaknya mentil, ngempeng atau melakukan kebiasaan yang berhubungan dengan cara mereka mendapat rasa tenang, orang tua harus waspada dan memberikan perhatian lebih karena perhatian yang diberikan orang tua dan memberikan anak rasa tenang sehingga anak kembali percaya dengan orang tua, akan membuat anak menghilangkan kebiasaan buruk tersebut. Namun jika orang tua memaksa bayi untuk lepas dari mentil putting susu atau kebiasaan ngempengnya, akan membuat bayi lebih frustrasi dan lebih giat lagi mengisap jari, mengempeng, atau mentil putting susu ibunya untuk mengatasi frustrasi. Paksaan memperkuat perilaku bayi untuk melakukan  hal yang dilarang orang tuanya.

Orang tua perlu memberi toleransi agar bayi dapat memenuhi kebutuhan mengisap. Orang tua sebaiknya mencari tahu penyebabny apakah kebutuhan menghisap anak sudah terpenuhi atau belum karena mungkin saja si bayi  mencari pengganti sesuatu, lalu mendapatkan jempol sebagai benda penghibur. Jika bayi memperoleh rasa nyaman dari jempol, ada kemungkinan mengalami fase jenuh, frustrasi, atau kecapekan.

5.Bagaimana kita harus bersikap tegas dalam mendidik anak untuk menghentikan kebiasaan tsb?

Orang tua tak boleh memaksa bayi langsung menghentikan kebiasaan. Cobalah mengalihkan perhatian bayi ke kegiatan lain yang menarik. Misalnya, ciptakan permainan dengan tangan atau jari. Bisa pula dengan memberikan mainan kesenangan atau ganti dengan mainan khusus untuk digigit. Namun jangan lupa, pastikan mainan itu aman dan bersih. Jika itu tidak membantu, lihat apakah anak dalam kondisi cemas dan khawatir, jika anak terlihat tidak seceria anak-anak pada umumnya, barulah orang tua perlu cemas.

6.Kapan atau pada usia berapa Sebenarnya batasan usia anak masih boleh mentil, atau usia stop menyusui?

SI masih memberi manfaat pada si kecil sampai umur 2 tahun bunda. Jadi pemberian ASI pada si kecil di atas umur 2 tahun sudah tak ada manfaatnya lagi sedangkan untuk mentil masih diperbolehkan usia 7 bulan, saat pemberian MPASI dilakukan

7.Apakah usia yang masih dini tersebut anak pantas diperlakukan tegas?

Tegas itu bukan marah, tetapi memberi tahu dengan penuh kasih dan pengertian tentang kebiasaan yang dilarang tersebut. Anak perlu tahu bahwa walaupun dia tidak mentil, orang tua tetap sayang dan anak tetap dapat merasakan kenyamanan bersama kedua orang tuanya. Tegas sangat dibutuhkan anak usia dini supaya dia memahami adanya aturan dan disiplin yang berguna untuk anak saat dia beranjak ke masa anak-anak

8.Apa manfaat dari menghentikan kebiasaan mentil pada anak?

Kepekaan anak lebih terasah

Anak akan lebih peka dengan perasaan orang tua karena ketidaknyamanannya saat anaknya mentil. Anak belajar menghargai bundanya dan menyadari bahwa ia tetap dicintai walaupun tidak dengan cara mentil puting susu ibu. Anak juga belajar untuk mencari cara lain jika merasa tidak nyaman atau kebutuhan ASInya tidak terpenuhi

Menumbuhkan rasa percaya pada diri dan lingkungan

Ketika bayi tidak puas pada masa oral/menyusuinya, maka ia menjadi tidak percaya diri dan tidak percaya dengan lingkungannya. Oleh karenanya si bayi akan belajar perlahan-lahan melalui penjelasan ibunya, melalui kasih sayang ibunya, melalui waktu berkualitas yang diberikan ibunya, untuk menumbuhkan rasa percayanya kepada lingkungannya. Bayi akan belajar bahwa lingkungannya dapat dipercaya memberikan rasa nyaman dan tenang. Setelah besar ia akan mudah untuk beradaptasi di mana pun ia berada, karena memiliki pengalaman yang menyenangkan sewaktu masih bayi atau anak-anak yaitu di sayangi dan diterima.

Kesempatan untuk belajar

Awalnya memang mentil adalah cara mendapatkan kepuasan, rasa nyaman dan tenang, sehingga ketika ia mau mentil, ia tidak nangis dan rewel supaya ibunya mau memberikan yang diinginkannya yaitu putting susu ibunya. Namun semakin bertambah usia maka frekuensinya pun akan berkurang. Maka tanpa di sadari bahwa mentil atau mengempeng putting susu ibu