Cara Mengajarkan Anak Remaja Perempuan Hadapi Menstruasi

 

Tantangan memiliki anak remaja perempuan yaitu ketika mereka memutuskan untuk memasuki usia pubertas, dan juga mengalami menstruasi. Mungkin bagi para ibu terutama yang baru pertama kali memiliki anak remaja perempuan, akan bingung.

 

Tidak tahu harus bagaimana apakah yang harus dilakukan oleh sang ibu karena umumnya anak seringkali merasa bingung dengan respon ataupun kondisi menstruasi tersebut. Berikut ini data untuk orang tua yang ingin anak remaja yang mengalami menstruasi unuk pertama kali.

 

  1. Jangan Terlalu Panik

Pertama hal yang harus dipahami oleh orang tua. Jangan terlalu panik hal ini dikarenakan banyak orang tua ataupun khususnya para ibu, yang mungkin panik ketika mendapati anak remajanya mengalami menstruasi. Padahal jika orang tua saja dan terjadi hal yang salah pada kondisi tersebut. Justru sebaliknya harusnya menangkan  anak remaja yang pertama kali menstruasi. umumnya mereka akan merasa takut.

 

  1. Lakukan Pengecekan

Tips kedua yang bisa dilakukan ataupun dipahami oleh para ibu yaitu memastikan bahwa mereka memang mendapatkan menstruasi dan bukan karena terjadi hal lainnya. Hal ini bisa dibedakan dengan kondisi darah yang pertama kali keluar, umumnya berwarna coklat atau bahkan kehitaman sebagai tanda bahwa remaja tersebut. Pertama kali meluruhkan dinding rahim dan dan mendapati siklus menstruasi pertama kalinya.

 

Hal ini sebenarnya dilakukan untuk memastikan, bahwa anak remaja tersebut telah memasuki masa pubertas dan bukan terjadi pendarahan atau hal-hal yang tidak diinginkan. Sebagai ibu dan juga orang berpengalaman kamu pasti bisa membedakan dan juga mengetahui hal tersebut bukan.

 

  1. Jelaskan bahwa Menstruasi hal Wajar

Selanjutnya adalah memastikan untuk menghindari rasa malu yang sering kali muncul pada anak remaja perempuan. Hal ini dikarenakan mereka seringkali berbicara dengan teman ataupun ngobrol mengenai kehidupan mereka, termasuk kapan mereka berhasil untuk memasuki masa pubertas dan juga menstruasi.

 

Di indonesia sendiri anak perempuan yang mengalami menstruasi di usia 10 hingga 11 tahun umumnya seringkali disebut sebagai anak yang centil. Akibat masa menstruasi yang datang di usia muda padahal kondisi tersebut. Tidak terpengaruh justru sebaliknya sang ibu ataupun orangtua, harus bisa menjelaskan bahwa anak perempuan yang berhasil mendapatkan menstruasi sesuai dengan usianya. Maka mereka memiliki tubuh yang sehat.

 

  1. Ajarkan Tata Cara yang Benar

Selanjutnya adalah jelaskan bagaimana untuk menghadapi agar menstruasi dimulai dari cara menggunakan pembalut atau tampon atau bahan lainnya, yang mungkin lebih nyaman untuk digunakan. Ajarkan juga bagaimana tahapannya untuk bisa membersihkan serta menghadapi suasana hati yang seringkali memburuk, ketika dalam fase menstruasi tentu jelaskan juga bagaimana mereka bisa memahami siklus dari menstruasinya.

 

  1. Tanda Memasuki Usia Remaja

Terakhir, hal yang bisa dilakukan oleh para ibu. Membantu menjelaskan bahwa siklus menstruasi merupakan hal yang yang bisa menjadi tanda bahwa seorang anak remaja perempuan sudah masuk dalam masa pubertas. Sehingga mereka bukan hanya bisa menjaga diri dan juga memastikan bahwa mereka menjaga kebersihan. Namun tanda pubertas ini juga menjadikan salah satu cara ibu untuk mengajarkan kepada mereka. Bahwa anak remajanya bukanlah anak kecil lagi. Sehingga mereka lebih bertanggung jawab dan juga lebih mengutamakan prioritas serta berbagai hal nya.

Foto : freepik.com