Meneropong Masalah Kenakalan dan Kriminalitas Remaja

Berbicara tentang angka kriminalitas di Indonesia mungkin sudah tidak bisa di hitung dengan jari lagi, namun kita perluas lagi pembahasan ini. Beberapa kriminalitas dilakukan oleh remaja.  Masih belum jelas atas dasar apa mereka melakukan hal tersebut, namun yang jelas mereka masih tergolong remaja dan mereka masih belum paham tentang sesuatu yang tidak seharusnya mereka lakukan.

 

Ada beberapa kilas berita ketika mewawancarai salah seorang tersangka kriminal narkoba yang pastinya masih tergolong remaja. Ketika di wawancarai mengapa mereka melakukan hal tersebut dan dengan raut wajah polos disertai suara yang sangat pelan mereka menjawab bahwa perbuatan mereka adalah kesalahan dari orang tua yang kurang mengontrol pergaulan mereka. Beberapa orang di antara tersangka tersebut mengatakan bahwa mereka sangat bosan di rumah ketika harus mendengarkan orang tuanya berkelahi setiap malam karena masalah ekonomi. Namun ada juga beberapa di antara mereka yang bosan berdiam diri di rumah karena salah satu orang tuanya melakukan perselingkuhan dan ini sangat membuatnya kurang nyaman untuk berdiam diri di rumah.

 

Permasalahan ini sangatlah sulit diatasi, mereka yang kekurangan pemantauan dari keluarga secara langsung mengambil jalan keluar dengan cara menjadi kriminal. Tidak hanya narkoba, bahkan di antara mereka ada yang menjadi perampok. Hal ini mereka lakukan karena kondisi ekonomi keluarga yang sangat tidak cukup untuk kehidupan sehari – harinya. Mereka yang kekurangan pendidikan ini pun harus mencari kerja dengan cara tidak halal yakni dengan menjadi perampok.

 

Yang sangat sekali disayangkan ketika seorang remaja terjerat kasus pembunuhan. Beberapa kasus mengatakan bahwa mereka disuruh untuk menjadi pembunuh bayaran yang bertugas membunuh orang atas perintah. Sangat miris sekali kejadian ini, ketika hendak di tanya alasan  mengapa mereka melakukannya dengan sangat polos mereka menjawab bahwa ini semua tuntutan ekonomi keluarga. Di tengah masalah ekonomi keluarga yang sangat kurang, mereka terpaksa menjadi pembunuh bayaran yang bisa menutupi kekurangan ekonomi mereka.

 

Anehnya, jenis kriminalitas tingkat tinggi ini sebagian besar dilakukan oleh para remaja. Remaja yang kehilangan masa depannya karena kondisi keluarga yang tidak harmonis dan ada juga karena kondisi ekonomi keluarga. Mereka bisa menjadi apa saja asalkan menghasilkan uang dan kesenangan untuk menutupi sesuatu yang tidak mereka inginkan. Namun pada saat mereka sudah tertangkap oleh polisi dan sudah tidak bisa lagi melakukan hal tersebut, mereka tampak merasa menyesali perbuatannya.

 

Kondisi psikologis remaja yang terlibat dalam kasus kriminal ini sebenarnya sudah sangat rapuh. Bagaimana tidak, kewajiban yang harus mereka jalankan pada usia mereka adalah belajar dan mengejar mimpi yang sudah mereka impikan. Tertutup oleh kondisi keluarga yang kurang harmonis dan juga kondisi ekonomi keluarga sehingga memaksa mereka untuk harus bisa mandiri. Sangat disayangkan sekali kejadian seperti ini pasalnya mereka yang seharusnya berjuang untuk menggapai mimpi mereka harus terhenti ketika mereka terlibat kontak kriminal. Hal ini terjadi juga bisa saja dari sisi kondisi psikologis mereka yang sudah rapuh dan tidak bisa terkendali lagi sehingga mereka memilih jalan kriminal untuk menutupi kondisi ekonomi keluarga maupun kurangnya kasih sayang orang tua yang tidak mereka dapatkan di dalam keluarga.

Foto : freepik.com