Tips Mengasah Imajinasi Anak

Imajinasi perlu diasah dan diwujudkan menjadi sebuah karya inovasi.

Dalam sejarah manusia, kemampuan berimajinasi sangatlah penting. Buktinya, beragam penemuan penting yang membawa peradaban menuju level berikutnya, dimulai langkah awal yaitu berimajinasi. Seorang anak membayangkan bisa terbang, lalu tercipta pesawat terbang; penemuan obat-obat mutakhir untuk penyakit yang mengerikan; manusia menjelajah bulan; ‘kampus fantasi’ Walt Disney; dan tak terbilang pencapaian penting lain dalam perjalanan peradaban manusia.

Semua tokoh sukses di dunia, entah para ilmuwan/profesor di bidangnya, ahli teknologi, seniman, aktor/aktris, memiliki imajinasi yang dahsyat. Seniman dunia, Pablo Picasso, menyatakan keyakinannya mengenai kekuatan imajinasi: “Everything you can imagine is real.” Ketika berimajinasi, kita membayangkan dengan seluruh pancaindera seolah jadi nyata. Para ahli pembelajaran mengatakan, proses mental ini sebagai visualisasi. Bayangan yang divisualisasikan ini dioret-oret dikertas, dipikirkan sepanjang waktu, diujicobakan. Demikian berulang-ulang. Lalu dunia terperangah karena beberapa masa kemudian dari imajinasi ini terlahir sebuah karya inovasi.

MEREALISASIKAN IMAJINASI

Dalam konteks sehari-hari, kita tak pernah lepas dari imajinasi. Anak menggunakan imajinasi saat merencanakan hari ulang tahunnya, membayangkan meraih nilai ulangan terbaik, memimpikan sukses saat bertanding bola, membayangkan masakan  ibunda, mengharapkan berdamai dengan teman sekelasdan sebagainya. Intinya, baik untuk menuntaskan agenda sehari-hari atau merelisasikan mimpi besarnya, manusia selalu melibatkan daya imajinasi.

Maka sangatlah penting bagi orangtua untuk mengasah dan mengembangkan daya imajinasi anak sejak dini. Semakin individu bertumbuh diharapkan ia makin gigih untuk merealisasikan ide imajinasinya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Nah, anak yang terasah terus daya imajinasinya, cenderung:

  • Kreatif dalam pemecahan masalah
  • Sehat dan aktif secara mental. Saat berimajinasi, anak menggunakan pancaindera dan proses pikirnya dengan aktif.
  • Open mind karena dalam imajinasi tidak ada batasan.
  • Terasah otak kanannya. inilah belahan otak yang menyumbang kesuksesan terbesar seseorang.
  • Tumbuh kepercayaan diri dan kemandirian karena saat berimajinasi anak juga menjelajah lingkungan.
  • Terasah kepekaan emosinya dan pemahaman terhadap diri dan dunia.
  • Memiliki dorongan yang besar untuk mencapai kesuksesan karena apa yang dibayangkan dengan keyakinan dan emosi positif akan menemukan jalan menuju realisasinya.

PANDUAN MENGASAH IMAJINASI

Berikut panduan umum agar orangtua dapat lebih optimal dalam mengasah imajinasi buah hatinya sejak kecil:

  1. Bersikap open mind. Tidak ada yang salah dalam ide imajinatif. Mobil terbang, cangkir bernyanyi, sayap buatan. Imajinasi tak mengenal batas. Tidak ada kritik dalam ide imajinasi.
  2. Bersikap supportif. Sebisa mungkin sediakan fasilitas yang dibutuhkan dan pujilah anak dalam ide-ide imajinasinya.
  3. Tunjukkan kepercayaan dan keyakinan bahwa anak Anda mampu merealisasikan apa yang diimajinasikannya. Hal ini akan mendorong ia untuk menuntaskan ide imajinasinya menjadi sebuah karya nyata.
  4. Amati apa yang menjadi kekuatan anak, misalnya apakah dalam hal musik, bahasa, otomotif. Ikutsertakan anak dalam kursus, berikan referensi, buku, perkenalkan dengan orang-orang yang memiliki passion di bidang tersebut.
  5. Jadwalkan waktu-waktu khusus untuk bermain/refreshing. Ide imajinasi akan mengalir deras dalam suasana bermain.
  6. Bersedia untuk menjadi teman yang baik dalam perjalanan dunia imajinasi anak. Sabar dalam menjawab setiap pertanyaan dan terutama menjadi pendengar yang baik.
  7. Semakin anak bertumbuh, arahkan untuk mewujudkan ide imajinasi menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak. Ini penting agar ia mampu mengaji ide imajinasinya sendiri agar selalu dalam koridor yang positif.
  8. Keluar dari rutinitas. Karena imajinasi berkaitan erat dengan ‘thinking out of box’, penting untuk anak secara rutin melakukan hal-hal yang di luar rutinitas. Seperti travelling, berolahraga di alam bebas, dan sebagainya.
  9. Perhatikan keunikan dalam setiap fase pertumbuhan dan sesuaikan pendekatan Anda dalam menumbuhkembangkan daya imajinasi anak. (hil)

Foto: freepik.com