Tips Menyapih Bayi dengan Mudah

 

 

Ada banyak sekali tantangan ketika menjadi orang tua terutama ibu salah satunya adalah ketika waktu untuk menyapih anak sudah datang. Misalnya mereka sudah memasuki usia 1 tahun lebih atau bahkan menjelang 2 tahun.

 

Si kecil, harus berpindah antara ASI ke susu formula. Ada banyak sekali kendala terutama ibu muda yang bingung bagaimana cara melakukan menyapih anak. Karena seringkali merasa tidak tega adalah mereka. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan di antaranya yaitu:

 

  • Lihat Tanda Kesiapan Anak

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk membantu menyapih anak yaitu kenali tanda kesiapan anak, yang sering kali muncul dan juga berbeda memasuki usia 8 bulan. Umumnya mereka telah menjalani kebiasaan yang berbedam dan juga mengkonsumsi tambahan nutrisi seperti MPASI ataupun makanan lainnya.

 

Tanda-tanda ini sebenarnya bisa dicarikan sebagai cara untuk mempersiapkan anak agar lebih mudah untuk menyapih mereka. Sehingga ibu bisa mengurangi seperti ini tas mereka mengkonsumsi ASI langsung dan bisa mengalihkannya dengan botol susu ataupun gelas minuman. Selain itu respon anak akan ada makanan di dekatnya, akan menjadi indikator. Si Kecil akan menghindari adanya pemberian ASI secara langsung, dan terbiasa untuk mengkonsumsi makanan dengan mudah.

 

  • Jangan Menentukan Target

Cara yang bisa dilakukan untuk bisa menyapih anak yaitu jangan menentukan target kepada si kecil. Hal ini seringkali menjadi salah satu indikator dan kesalahpahaman banyak ibu muda dimana mereka melihat ibu lain, berhasil menyapih anaknya sebelum usia 2 tahun.

 

Padahal jika memaksakan hal tersebut yang ada. Kamu justru tidak bisa menghargai ataupun menikmati proses dengan si kecil setiap anak, pasti memiliki kesiapan yang berbeda ada yang mungkin sudah terbiasa dari kecil. Ada juga yang belum siap dan masih membutuhkan nutrisi yang cukup banyak. Sehingga biasakan saja, kamu sebagai ibu untuk  mempersiapkan diri, untuk menyapih anak tanpa harus memaksakan.

 

  • Afirmasi Si Kecil

Kegiatan menyapih anak bukan hanya dilakukan oleh ibu, tetapi juga masih kecil apabila ada perubahan pada kegiatan yang mereka lakukan. Cobalah untuk afirmasi atau menegaskan kepada si kecil secara berulang. Beritahu mereka bahwa usianya sudah semakin besar sehingga akan ada kebiasaan yang berubah.

 

Salah satunya yaitu tidak lagi meminum ASI langsung dari si ibu. Dengan demikian anak mulai paham apabila ada perubahan, dan tentu saja hal tersebut akan dilakukan secara berulang-ulang. Memasuki fase tidur ataupun sebelum tidur kamu juga bisa melakukan penegasan tersebut. Sehingga hal ini akan terbawa oleh si kecil tanpa sadar.

 

  • Kurangi Frekuensi Menyusui

Selanjutnya mengurangi frekuensi untuk menyusui menjadi salah satu tips yang tidak disadari, oleh banyak ibu. Padahal sangat ampuh mengurangi frekuensi menyusui juga bukan berarti langsung bisa dilakukan sama sekali ataupun menghilangkan kebiasaan menyusui sama sekali. Tetapi misalnya saja ketika mereka terbiasa untuk meminum asi pada waktu pagi, siang, sore, malam.

 

Kamu bisa mengurangi salah satunya misalnya pada siang hari dan menggantinya dengan camilan ataupun makanan. Hal ini dilakukan secara perlahan dan mungkin akan menghabiskan waktu yang lebih lama. Biasanya 1 atau 2 bulan, tergantung dari masing-masing anak akan ada yang menghabiskan waktu hingga 6 bulan lamanya. Tetapi jika berhasil kamu tidak akan menyesal.

 

  • Konsisten

Terakhir cara yang paling penting ketika memutuskan untuk menyapih anak yaitu konsisten. Seringkali anak tidak percaya akan perubahan, karena memang menyapih merupakan hal yang tidak mudah. Lakukan secara konsisten dan berulang. Jangan sampai ibu terlihat seperti yang ragu.

Foto : freepik.com

 

Merawat Bayi yang Lahir Prematur Agar Sehat dan Kuat

 

Melahirkan bayi secara prematur mungkin akan menjadi kendala yang sulit bagi sang ibu. Selain usia si kecil belum mencukupi untuk bisa dilahirkan, belum lagi anak dengan kondisi prematur seringkali cukup rentan terkena penyakit dan juga memiliki banyak kendala. Salah satunya bagi para ibu yang mungkin kebingungan. Bagaimana cara merawat bayi prematur agar tetap tumbuh sehat dan juga kuat.

 

  • Menjaga Jadwal Makan

Pertama kali yang bisa dilakukan apabila ternyata si kecil lahir dengan kondisi prematur. Hal yang paling penting adalah konsisten dalam menjaga jadwal makan si kecil. Karena nutrisi yang bisa didapatkan hanya dari sang ibu. Sehingga jangan sembarangan untuk mengatur jadwal makannya dan konsultasikan kepada dokter kandungan serta dokter anak, untuk mencatat pertumbuhan bayi.

 

Bahkan beberapa ibu yang melahirkan dengan kondisi prematur mencatat dalam buku. Sehingga tidak akan terlewatkan bayi prematur, umumnya membutuhkan 8 hingga 10 kali makan sehari. Dengan waktu kurang lebih saat menyusui 2 jam memang sangat lama, dan juga menghabiskan waktu lebih besar. Tetapi karena hanya dengan nutrisi ASI. Mereka bisa tumbuh dan berkembang maka maksimalkan hal tersebut.

 

  • Periksakan ke Dokter Mata dan Telinga

Selanjutnya cara kedua yang bisa dilakukan yaitu dengan memeriksakan mata dan juga telinga secara rutin. Hal ini dilakukan karena bayi memiliki waktu tidur yang lebih lama dibandingkan dengan bayi yang sudah cukup bulan untuk dilahirkan. Sehingga semua bayi harus tidur dalam posisi terlentang bukan tengkurap termasuk bayi prematur.

 

Selain itu gunakan kasur yang kokoh dan jangan menggunakan bantal. Hal ini nyatanya dapat berpengaruh pada kondisi mata dan juga telinga yang mereka miliki. Kamu harus melakukan pemeriksaan secara rutin agar tidak ada kendala dokter. Umumnya menyarankan untuk membawa ke dokter mata. Agar bisa membantu mencegah adanya kehilangan penglihatan, dan juga kehilangan kepekaan telinga pada bayi prematur.

 

  • Mama Kanguru

Cara lain yang bisa dilakukan untuk membantu peningkatan kesehatan yang cepat tumbuh kembang si kecil yang lahir karena prematur yaitu dengan menjadi mama kanguru. Hal ini mungkin sering dilihat apabila seorang bayi yang baru lahir digendong, tanpa menggunakan kan pakaian baik dari ibu maupun si kecil.

 

sehingga tujuannya ibu dan kecil akan bersentuhan dari kulit ke kulit tujuannya sangat banyak mulai dari menjaga keamanan tubuh. Baik keteraturan detak jantung, serta membantu mengenalkan si kecil akan suara dan juga napas dari sang ibu. Ditambah lagi hal tersebut juga mengurangi stres dan membangun rasa percaya diri.

 

  • Posisi Tidur

Cara lain yang bisa dilakukan yaitu memperhatikan posisi tidur umumnya bayi yang dilahirkan secara prematur. Harus bisa dipastikan untuk tidur tidak terlentang tidak miring dan juga tidak tengkurap. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko, dan juga lebih umum pada bayi prematur, untuk memastikan bayi tersebut, untuk mendapatkan tempat yang nyaman dan tidak terlalu pegal turunkan bayi di kasur yang tidak terlalu lembek, dan jangan menggunakan bantal. Hal ini dilakukan secara rutin dan juga bergantian dengan cara digendong.

 

  • Jauhi Dari Orang/Penyakit

Terakhir seperti yang kita ketahui bahwa bayi prematur seringkali mudah terkena penyakit. Sehingga hal yang harus diketahui adalah menjauhi kecil, dari orang-orang yang rentan menularkan penyakit terutama udara ataupun area luar.

 

Apabila tidak ada kebutuhan ataupun keharusan untuk pergi keluar dan juga bertemu dengan orang banyak. Ada baiknya jika kecil untuk tidak bertemu dengan siapapun hingga tumbuh kembangnya normal dan juga sudah cukup bulan. Apabila si kecil sakit dan ternyata ia masih dalam usia perkembangan setelah melahirkan prematur. Maka akan sangat sulit untuk mengobatinya.

Foto : freepik.com

Merawat Bayi yang Lahir Prematur Agar Sehat dan Kuat

Melahirkan bayi secara prematur mungkin akan menjadi kendala yang sulit bagi sang ibu. Selain usia si kecil belum mencukupi untuk bisa dilahirkan, belum lagi anak dengan kondisi prematur seringkali cukup rentan terkena penyakit dan juga memiliki banyak kendala. Salah satunya bagi para ibu yang mungkin kebingungan. Bagaimana cara merawat bayi prematur agar tetap tumbuh sehat dan juga kuat.

 

  • Menjaga Jadwal Makan

Pertama kali yang bisa dilakukan apabila ternyata si kecil lahir dengan kondisi prematur. Hal yang paling penting adalah konsisten dalam menjaga jadwal makan si kecil. Karena nutrisi yang bisa didapatkan hanya dari sang ibu. Sehingga jangan sembarangan untuk mengatur jadwal makannya dan konsultasikan kepada dokter kandungan serta dokter anak, untuk mencatat pertumbuhan bayi.

 

Bahkan beberapa ibu yang melahirkan dengan kondisi prematur mencatat dalam buku. Sehingga tidak akan terlewatkan bayi prematur, umumnya membutuhkan 8 hingga 10 kali makan sehari. Dengan waktu kurang lebih saat menyusui 2 jam memang sangat lama, dan juga menghabiskan waktu lebih besar. Tetapi karena hanya dengan nutrisi ASI. Mereka bisa tumbuh dan berkembang maka maksimalkan hal tersebut.

 

  • Periksakan ke Dokter Mata dan Telinga

Selanjutnya cara kedua yang bisa dilakukan yaitu dengan memeriksakan mata dan juga telinga secara rutin. Hal ini dilakukan karena bayi memiliki waktu tidur yang lebih lama dibandingkan dengan bayi yang sudah cukup bulan untuk dilahirkan. Sehingga semua bayi harus tidur dalam posisi terlentang bukan tengkurap termasuk bayi prematur.

 

Selain itu gunakan kasur yang kokoh dan jangan menggunakan bantal. Hal ini nyatanya dapat berpengaruh pada kondisi mata dan juga telinga yang mereka miliki. Kamu harus melakukan pemeriksaan secara rutin agar tidak ada kendala dokter. Umumnya menyarankan untuk membawa ke dokter mata. Agar bisa membantu mencegah adanya kehilangan penglihatan, dan juga kehilangan kepekaan telinga pada bayi prematur.

 

  • Mama Kanguru

Cara lain yang bisa dilakukan untuk membantu peningkatan kesehatan yang cepat tumbuh kembang si kecil yang lahir karena prematur yaitu dengan menjadi mama kanguru. Hal ini mungkin sering dilihat apabila seorang bayi yang baru lahir digendong, tanpa menggunakan kan pakaian baik dari ibu maupun si kecil.

 

sehingga tujuannya ibu dan kecil akan bersentuhan dari kulit ke kulit tujuannya sangat banyak mulai dari menjaga keamanan tubuh. Baik keteraturan detak jantung, serta membantu mengenalkan si kecil akan suara dan juga napas dari sang ibu. Ditambah lagi hal tersebut juga mengurangi stres dan membangun rasa percaya diri.

 

  • Posisi Tidur

Cara lain yang bisa dilakukan yaitu memperhatikan posisi tidur umumnya bayi yang dilahirkan secara prematur. Harus bisa dipastikan untuk tidur tidak terlentang tidak miring dan juga tidak tengkurap. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko, dan juga lebih umum pada bayi prematur, untuk memastikan bayi tersebut, untuk mendapatkan tempat yang nyaman dan tidak terlalu pegal turunkan bayi di kasur yang tidak terlalu lembek, dan jangan menggunakan bantal. Hal ini dilakukan secara rutin dan juga bergantian dengan cara digendong.

 

  • Jauhi Dari Orang/Penyakit

Terakhir seperti yang kita ketahui bahwa bayi prematur seringkali mudah terkena penyakit. Sehingga hal yang harus diketahui adalah menjauhi kecil, dari orang-orang yang rentan menularkan penyakit terutama udara ataupun area luar.

 

Apabila tidak ada kebutuhan ataupun keharusan untuk pergi keluar dan juga bertemu dengan orang banyak. Ada baiknya jika kecil untuk tidak bertemu dengan siapapun hingga tumbuh kembangnya normal dan juga sudah cukup bulan. Apabila si kecil sakit dan ternyata ia masih dalam usia perkembangan setelah melahirkan prematur. Maka akan sangat sulit untuk mengobatinya.

Foto : freepik.com