Kenali 5 Ciri Anak Jenius

Tiap anak bisa jenius bila distimulasi dengan baik

“Anak 14 tahun masuk perguruan tinggi? Wah jenius!” kata seorang teman kagum akan keberhasilan sang bocah. “Nih, ada anak SD, jenius juga menciptakan penemuan baru,” katanya berdecak sambil tak henti membaca koran yang memberitakan prestasi anak-anak itu.

Sebenarnya apa sih yang dimaksud jenius? Anak jenius adalah anak yang dengan mudah mempelajari suatu bidang tertentu tanpa usaha yang lebih jika dibandingkan dengan anak-anak pada umumnya. Ya, anak bisa saja memiliki kemampuan kognitif, motorik atau bakat bawaan yang menonjol.

Perlu kita tahu, pengertian anak jenius tidak hanya diukur dari IQ  (Intelligence Quotient) yang tinggi atau anak yang selalu juara kelas karena nilai akademis yang tinggi. ‘Misalnya, kita mendapati anak sangat aktif, nilai pelajarannya biasa saja atau bahkan rendah. Namun ketika bermain piano ia tampak memberikan perhatian penuh dan sangat mudah menguasainya. Anak mampu bermain piano melebihi kemampuan anak-anak seusianya maka dapat dikatakan anak jenius”

Setiap anak memiliki bakat dan minat yang berbeda. Anak yang lemah di bidang tertentu sangat mungkin memiliki kelebihan di bidang lainnya. Nah, tugas orangtualah untuk mencari tahu nilai plus anak dan mengembangkannya. Lebih luas lagi, setiap anak sangat mungkin menjadi anak yang jenius jika mendapat stimulasi dengan baik.

TANDA-TANDA JENIUS

Adapun ciri-ciri anak jenius adalah sebagai berikut:

  1. Tertarik pada suatu bidang tertentu kemudian mengembangkannya, tidak hanya belajar di permukaannya saja namun secara detil dan mendalam. Mereka mampu memahami secara kompleks kemudian dengan mudah dan tekun menguasainya.
  2. Memiliki perhatian khusus dan konsentrasi yang baik pada bidang tertentu. Mereka secara otomatis tampak bersemangat dan memberi minat khusus pada bidang tertentu tersebut. Mereka juga tidak mendapat kesukaran untuk menguasai dan mengingat apa yang dipelajarinya. Jadi kemampuan memorinya baik.
  3. Dalam dirinya terdapat dorongan untuk mencari tahu dan aktif berusaha mewujudkan rasa ingin tahunya. Cirinya bisa dengan anak minta orangtua memenuhi kebutuhan yang menunjang minatnya.
  4. Jika dibandingkan dengan anak lain, anak jenius tampak dengan mudah menguasai bidang tertentu yang diminatinya. Artinya tidak tampak usaha ekstra untuk memaksa mereka ahli di bidang tertentu.
  5. Ciri lain adalah di usianya yang dini anak mungkin tampak memiliki kemampuan setara atau melebihi dengan anak yang lebih tua.

MENGUKUR SI JENIUS

Parameter untuk mengetahui apakah anak Anda jenius dapat dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya Tes IQ sebagai suatu sarana yang umum dipakai untuk mengetahui kapasitas kognitif  yang dimiliki seorang anak. Di dalamnya orangtua akan mendapati informasi apa saja kelebihan sang buah hati, apakah di area berhitung, kemampuan bahasa, kemampuan berpikir abstrak, analisa masalah (problem solving) dan masih banyak lagi.

Selain tes IQ ada juga tes yang menganalisa kecerdasan multipel atau Multiple Intelligence, didalamnya anak akan dilihat kecerdasan lain seperti kecerdasan musikal, kecerdasan motorik, kecerdasan interpersonal dan intrapersonal, kecerdasan visual spasial, dan lain-lain.

 Saat ini para ahli mengembangkan banyak metode untuk melihat kecerdasan manusia. Jadi tidak hanya IQ, saat ini juga berkembang EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient) , dan PQ (Psychological Quotient). Semua metode digunakan untuk mencari tahu kelebihan masing-masing individu.

Semua kecerdasan yang dimiliki sangat menentukan keberhasilan individu. Dengan kata lain, manusia tidak hanya harus cerdas secara kognitif dan teori namun bagaimana ia dapat mengaplikasikan dalam kehidupannya sehari-hari. Misalnya, ketika ia harus berhadapan dengan orang lain atau ketika ia menghadapi masalah. Karena itu, sebaiknya orangtua mengunjungi psikolog atau para ahli untuk membantu mengetahui potensi yang dimiliki anak.(hil)

Foto: freepik.com