Virus Covid-19, Bisa Berefek Psikis Pada Remaja?

Dampak dari pandemi virus corona Covid-19 memang memiliki pengaruh yang besar pada kehidupan manusia dari anak-anak, remaja hingga orang tua. Situasi ini membuat semua orang diminta untuk tidak banyak melakukan aktivitas diluar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak. Langkah ini dianjurkan sebagai salah satu upaya untuk menekan dan mecegah penyebaran virus corona Covid-19 supaya tidak semakin meluas.

Dengan hanya menghabiskan waktu didalam rumah dalam jangka waktu yang belum ditentukan. Tentu akan bisa mempengaruhi kesehatan mental terutama bagi mereka yang yang masih berusia remaja.

Terlebih banyak juga dari mereka yang memiliki tingkat kecemasan dan rasa takut begitu tinggi akan bahaya virus ini yang sudah menjakiti puluhan ribu orang di berbagai penjuru dunia. Situasi ini bisa membuat seseorang bisa mengalami rasa jenuh dan kemudian menjadi stres akibat pandemi global ini.

Bagi anak yang berusia remaja dan mungkin termasuk juga Anda. Dari yang semula bisa melakukan aktivitas secara normal dan kemudian lebih banyak menghabiskan waktu dirumah. Mungkin Anda anda akan mengalami perubahan fisiologis seperti pada kebiasan rutinitas tidur dan nafsu makan.

Mungkin ada beberapa anak yang sebenarnya merasa lebih nyaman ketika menarik diri dari aktivitas lingkungan sosial atau sudah terbiasi dalam posisi terisolasi dan lebih banyak menghabiskan waktu dirumah saja. Namun, denga meningkatnya rasa kekhawatiran dan juga rasa takut akan pandemi virus corona Covid-19 ini, bisa jadi membuat mereka kemudian akan merasa khawatir bukan hanya saja terkait tentang kesehatan, tapi juga masa depan yang akan terjadi diwaktu yang akan mendatang.

Meski memang efek ini masih termasuk tahap reaksi normal, namun peran para prang tua sangat penting dalam mengamati perilaku dan perubahan sikap anaknya. Jadi, orang tua juga harus bisa untuk membantu menjaga kesehatan mental anak-anaknya. Hal ini penting, untuk mencegah reaksi yang lebih jauh dan tidak diinginkan yang bisa memberikan reaksi efek yang lebih buruk.

Kenapa hal ini perlu ditekankan dengan baik lebih mendesak? Karena rasa khawatir atau cemas yang berlebihan bisa memberikan efek atau reaksi yang dapat merugikan diri sendiri, serangan panik, agresif fisik atau verbal yang bisa saja mengancam keselamatan diri sendiri atau juga orang lain. Dan yang paling ditakutkan tentu dampak seperti pemikiran kematian atau upaya bunuh diri.

Anak remaja dalam kondisi sehat memang memiliki imunitas yang lebih baik dibanding anak-anak atau para orang tua yang berusia lanjut. Akan tetapi menurut hasil analisa para ahli yang sudah dilakukan sejak lama. Mereka menganalisa jika kesepian atau efek dari terisoliasi bisa menyebabkan kecemasan, depresi dan juga demensia pada anak remaja atau orang dewasa.

Dampaknya jelas, bisa membuat respons sistem kekebalan tubuh kemudian menjadi lemah dan juga tingkat obesitas yang semakin tinggi. Selain itu juga akan bisa membuat tekanan darah menjadi tinggi sehingga bisa menimbulkan penyakit jantung serta harapan hidup yang menjadi lebih pendek juga dapat menjadi faktor yang akan memiliki pengaruh.

Oleh karena itu, hubungan sosial memang sangat dibutuhkan dan diperlukan bukan saja untuk memerangi pandemi virus corana Covid-19 ini, akan tetapi juga untuk membangun kembali dan memulihkan diri. Namun karena saat ini memang dianjurkan tidak banyak keluar rumah dan hanya melakukan aktivitas dirumah saja, tidak ada salahnya jika kita selalu untuk mematuhi aturan pemerintah dan dinas kesehatan dalam menerapkan langkah pola hidup sehat sebagai bagian untuk mencegah penularan virus corona Covid-19 agar pandemi global ini segera berakhir.

Foto : freepik.com