Cara Menghadapi Anak Remaja yang Suka Berbohong

Berbicara mengenai cara mendidik ataupun pola asuh yang dimiliki, oleh masyarakat Indonesia, memang sangat beragam apalagi di era milenial seperti sekarang ini. Sudah banyak orangtua yang mempelajari berbagai pola asuh untuk anaknya. Sehingga menjadi lebih baik salah satunya adalah mengajarkan anak remaja yang mungkin mengalami banyak sekali kesulitan.

 

Salah satu kelas yang sulit untuk diterapkan karena orangtua merasa bingung adalah menemukan bahwa anak remajanya sering melakukan kebohongan. Lantas kira-kira bagaimana ya cara menghadapi anak remaja yang sering bohong. Mungkin berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan?

 

  1. Respon Sangat Penting

Pertama terapan disiplin dengan bijaksana cara orang tua untuk bisa merespon ketidakjujuran merupakan tantangan yang seringkali dihadapi oleh orang tua. Saat ini bukan hanya mendorong anak untuk lebih melakukan kebohongan di masa depan. Terkadang banyak orangtua yang meresponnya dengan marah, seolah orang tua tidak pernah melakukan kebohongan.

 

Hal ini sebenarnya bisa saja dilakukan namun remaja memiliki arena lain yang cukup tinggi. Sehingga mereka memungkinkan untuk melawan orang tua lebih besar lagi. Ingatlah bahwa keterbukaan akan mendorong kejujuran. Selain itu pahami ga dan jelaskan kepada mereka bahwa tujuan dari adanya kebohongan ini. Apakah karena kondisi yang sulit untuk diterima ataupun hal yang dilakukan saat anak, merupakan hal yang salah berikan hadiah kepada mereka, ketika sudah berhasil melakukan kejujuran dan juga saat mereka selesai untuk menghadapi kebohongan.

 

  1. Meluruskan Persepsi

Cara kedua yang bisa dihadapi apabila menemukan anak remaja berbohong yaitu meluruskan persepsi. Apabila anak remaja berbohong karena adanya imajinasi atau daya hal-hal yang dilakukan oleh mereka maka berikan respon positif. Lalu jelaskan kepada anak bahwa sebenarnya yang terjadi bukanlah sesuatu yang diinginkan.

 

Berikan juga alasan kenapa mereka melakukan tersebut misalnya saja seorang anak remaja berbohong memiliki nilai yang bagus. Padahal sebenarnya nilainya jelek? untuk itu cobalah luruskan sebagai orang tua kamu menerima nilai jelek anak. Namun apakah hal tersebut diiringi dengan perubahan atau tidak itulah yang sangat penting.

 

  1. Tanyakan Alasan yang Jelas

Umumnya seseorang melakukan kebohongan pasti karena ada alasannya tetapi kebanyakan anak remaja berbohong. Karena takut kesalahannya diketahui, dan pada akhirnya dimarahi atau mendapatkan hukuman yang tidak ingin mereka terima. Ada beberapa alasan lain yang mungkin bisa dilakukan mulai dari menarik perhatian, hingga ingin memperoleh keinginan yang belum terwujud.

 

Jika seperti ini terjadi maka cobalah ajak bicara anak remaja. Karena pada dasarnya mereka sudah bisa diajak bicara dan juga berfikir ceritakan kepada mereka. Apa yang diinginkan dan juga cari win-win solution nya. Dengan begitu mereka akan belajar untuk membuat konsekuensi dan memutuskan untuk bisa mengambil keputusan dengan tepat dan tidak berbohong lagi.

 

  1. Konsekuensi dan Hukuman Konsisten

Anak remaja yang berbohong merupakan salah satu kebiasaan buruk yang dilakukan. Sehingga jangan sampai dibiasakan atau didiamkan saja pembiasaan yang konsisten merupakan pola asuh selanjutnya yang wajib dilakukan. Ditambah lagi anak remaja ini bertujuan untuk bisa menentukan. Apakah hal berbohong tersebut merupakan hal yang ditoleransi atau tidak.

 

Apabila orang tua terus konsisten memberitahukan bahwa sebenarnya berbohong merupakan hal yang buruk. Maka kamu bisa mendapatkan pemahaman yang sangat jelas bahwa adanya aturan yang tertulis dan tidak tertulis, untuk menerapkan iya dan tidaknya sebuah aturan.

 

  1. Tanamkan Nilai Moral dan Agama

Terakhir tentu saja menanamkan nilai moral dan juga agama. Bagaimanapun juga anak remaja biasanya masih kesulitan untuk mencari jati diri. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh lingkungan baru sehingga mereka merasa keluarga, tidak diperlukan dan lingkungan baru lebih menarik. Cobalah bekali moral dan juga nilai agama sebanyak-banyaknya sehingga mereka tahu apa yang mereka lakukan salah.

Foto :freepik.com