Alasan Disiplin Orang Tua Diabaikan Remaja

Banyak orangtua yang merasa kesulitan ketika mereka harus menghadapi anak yang sudah memasuki usia remaja. Bukan hanya cara berpikiran yang akan berubah. Tetapi juga sikap dan juga mungkin pengaruh lingkungan untuk itu ada beberapa penyebab ataupun alasan, mengapa anak remaja sulit untuk bisa menerapkan disiplin yang diberikan oleh orang tuanya. Berikut ini informasi selengkapnya.

 

Strategi Disiplin yang Berbeda

Setiap anak memiliki tingkat disiplin dan juga toleransi yang berbeda sehingga terkadang orang tua hanya berpikir bahwa untuk melakukan disiplin yang adil. Misalnya kakak dan juga adik harus memiliki penerapan yang sama, padahal sebenarnya strategi disiplin bisa saja berbeda.

 

Hal ini tentu menjadi tantangan bagi orang tua terutama bagi yang memiliki lebih dari satu anak. Bagaimana cara menyesuaikan strategi untuk bisa mendisiplinkan anak dengan tujuan yang sama. Walaupun caranya berbeda saat memutuskan untuk mendisiplinkan anak pertimbangan semua kebutuhannya.

 

Misalnya saja sang kakak tidak pernah terbiasa untuk meletakkan sepatu di di rak sepatu sedangkan adiknya melakukan hal tersebut namun tidak terbiasa untuk menyikat gigi di pagi hari. Kedua hal kegiatan tersebut sama-sama tidak disiplin, padahal kegiatannya berbeda. Orangtua harus memiliki metode yang berbeda bukan berarti tidak adil namun disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan.

 

Disiplin dan Galak, dua hal berbeda

Hal kedua yang harus diketahui oleh orang tua yaitu banyak sekali para ibu ataupun ayah yang berpikir bahwa disiplin dan juga galak sama halnya. Ada hal kedua hal tersebut sangat berbeda jauh disiplin bukan berarti galak, tetapi konsisten dan juga tegas dengan yang diberikan.

 

Sehingga tidak ada toleransi ataupun alasan yang dapat membantahnya kecuali ada urgency tertentu. Tetapi jika galak umumnya orang tua hanya bisa marah dan juga melampiaskan atau menyalahkan sang anak. Tidak menuruti aturan tersebut tanpa memberikan atau jelaskan mengapa anak harus mengikuti aturan yang diberikan.

 

Pahami Karakter Anak

Alasan ketiga kenapa seringkali sikap disiplin orang tua tidak bisa didengarkan oleh anak remaja. Karena pendekatan yang dilakukan oleh orang tua seringkali sembarang dan dan asal hal ini dikarenakan orang tua merasa bahwa mereka memahami sifat dan juga karakter yang dimiliki oleh anak-anak. Tetapi orang tua perlu ingat bahwa anak memasuki masa remaja.

 

Maka akan ada banyak faktor yang mempengaruhi mulai dari sifat anak tersebut hingga kondisi lingkungan tempat mereka tumbuh dan juga berkegiatan. Sehingga bagi orang tua kita juga jangan pernah lelah untuk mempelajari apa yang berbeda dan berkembang dari diri anak kita. Mulai dari emosi dan juga pikirannya. Jangan sampai kepentingan dan juga perasaan seolah-olah anda sebagai orangtua adalah segalanya merasa bahwa apa yang dimiliki oleh seorang anak paling anda paham.

 

Jelaskan Makna Disiplin

Selanjutnya alasan kenapa penerapan disiplin tidak bisa di terapkan atau dipahami oleh anak remaja. Karena banyak orangtua yang ingin anaknya paham dan juga setuju dengan berbagai aturan serta metode disiplin yang diberikan oleh orang tua, tanpa membantu menjelaskan ataupun memberikan keterangan yang lengkap. Kenapa anak tersebut harus mematuhinya? padahal anak remaja sudah bisa berpikir walaupun mereka masih sering terpengaruh oleh emosi.

 

Itulah deretan alasan dan juga penyebab kenapa sikap disiplin orang tua tidak didengarkan oleh anak remaja. Sebenarnya masih banyak lagi tantangan yang mungkin terjadi dan hal tersebut harus dipahami oleh orang tua. Sehingga anda bisa mencari metode dan juga cara yang tepat untuk bisa merubah dan juga menerapkan sikap disiplin. Sehingga didengarkan oleh anak.

Foto : freepik.com

Bagaimana Orangtua Mendukung Anak Memasuki Masa Remaja

 

Kehidupan ataupun masa remaja merupakan salah satu fase kehidupan yang harus dilalui oleh semua manusia. Termasuk salah satunya orang tua yang mungkin kesulitan, bagaimana caranya bisa menghadapi anak remaja.

 

Mereka yang memasuki usia pubertas dan juga masa untuk mencari jati diri. Tidak mudah memang, namun ternyata ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua yang dapat membantu anak sukses di masa sekolah menengah pertama dan masa remaja. Kira-kira seperti apa ya tips yang dimaksud? berikut ini akan kita bahas secara lengkap.

 

Suasana Belajar Berbeda

Hal pertama yang harus dipahami ketika memutuskan untuk membantu ataupun mendukung kesuksesan anak remaja. Mereka yang baru memasuki atau duduk di bangku sekolah menengah pertama, yaitu menciptakan suasana dan juga tempat belajar yang berbeda ketika mereka lulus sd dan memasuki masa menengah pertama.

 

Mereka pasti berpikir bahwa mereka baru memasuki dunia yang berbeda dan tentu saja ada perasaan, bahwa mereka sudah dewasa. Hal ini sangat wajar terjadi karena kehidupan menengah pertama seringkali ditunggu oleh banyak anak. Sehingga mereka bisa bebas dan juga hidup sebagai anak remaja. Untuk itu bukan hanya nonakademik tetapi secara akademik orang tua bisa mendukung hal tersebut.

 

Kesibukan Bertambah

Seiring berjalannya waktu anak remaja akan paham bagaimana kehidupan di sekolah menengah pertama mereka akan memiliki kesibukan yang bertambah banyak. Disertai dengan tugas yang mungkin bertambah banyak kegiatan di luar sekolah, dan lain sebagainya. Dalam hal ini orang tua bisa mendukung dengan cara membantu anak untuk bisa mengatur waktu dengan tepat.

 

Mulai dari kapan mereka harus beristirahat bagaimana mereka bisa bersenang-senang dengan teman-temannya, dan juga kapan mereka harus belajar. Jika semua sudah teratur sesuai dengan waktunya pasti anak akan merasa terbiasa, dan bisa beradaptasi dengan kehidupan masa remajanya. Mengatur waktu bukan berarti membatasi mereka untuk melakukan kegiatan yang diinginkan orang tua ya. Tapi mengatur waktu membantu mereka untuk memanajemen waktu, ataupun kegiatan yang mereka lakukan termasuk bermain dan rekreasi.

 

Terlibat Kegiatan Sekolah

Cara ketiga yang bisa dilakukan untuk orang tua yang ingin, mendukung kehidupan anak remaja di sekolah menengah pertama, yaitu ikut terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah yang anak miliki. Sebenarnya beberapa anak mungkin akan merasa ragu dan bahkan malu karena orang tuanya terlalu ikut campur dengan urusan sekolah.

 

Tetapi bukan berarti kamu harus cuek atau tidak peduli, dengan kegiatan anak jelaskan bahwa apa yang mereka lakukan tidak ada kaitannya, dengan anda sebagai orangtua dan dukungan yang anda lakukan ke sekolah. Bukan bertujuan untuk mempermalukan anak namun membantu mendukung berbagai kebutuhan dan kegiatan sekolah.

 

Konsultasi dengan Guru

Memasuki masa remaja tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua termasuk salah satunya memastikan bahwa mereka tidak melakukan hal-hal buruk di sekolah. Selanjutnya cara yang bisa dilakukan oleh orang tua yaitu berbicara ataupun konsultasi dengan wali kelas dan juga guru yang ada di sekolah. Cobalah untuk bertanya bagaimana kehidupan anak anda. Mulai dari absensi kegiatan ekstrakurikuler dan juga pertemanan yang mereka bangun.

 

Nutrisi tercukupi

Terakhir tidak ada dukungan lain yang bisa dilakukan oleh orang tua. Selain menyiapkan makanan yang bernutrisi dan juga tempat yang nyaman untuk istirahat. Kedua hal ini mungkin berbeda setiap orangnya makanan yang enak sendiri mungkin berbeda bagi setiap orang.

 

Tetapi anak remaja membutuhkan asupan makanan yang cukup banyak, disertai dengan waktu istirahat yang baik untuk bisa membantu tumbuh kembang. Mereka menjadi lebih baik jika dilakukan. Hal ini bukan tidak mungkin bahwa anak remaja menghadapi masa mudanya dengan bahagia dan tidak mengalami kendala apapun.

Foto : freepik.com

Tantangan Orang Tua saat Memiliki Remaja

 

 

Orang tua memiliki tantangan yang sangat banyak. Ketika anak yang memasuki masa remaja mulai dari memperhatikan lingkungan ataupun pertemanan, yang dilakukan oleh sang anak, hingga kegiatan dan juga bagaimana emosi mereka akan berubah, dari anak-anak menjadi remaja.

Bagi orang tua yang baru saja memiliki anak remaja, mungkin informasi berikut ini bisa menjadi persiapa. Kira-kira tantangan apa saja yang akan ditemui oleh orang tua ketika anaknya memasuki usia remaja.

  1. Perubahan kebiasaan

Pertama adalah perubahan kebiasaan untuk berbicara ataupun menghabiskan waktu dengan orang tua. Hal ini sangat wajar terjadi terutama jika kamu memiliki anak laki-laki mereka sudah memiliki dunianya sendiri. Sehingga merasa tidak cocok ataupun kurang paham dengan berbagai kegiatan orang dewasa, mereka menganggap bahwa kegiatan orang dewasa berbeda dengan kegiatan anak remaja.

Namun juga tidak seperti anak-anak sehingga frekuensi untuk bisa pergi dan juga bersama dengan orang tua akan menurun. Mulai dari mereka tidak ingin diajak pergi ke undangan atau bertemu dengan keluarga dan juga jalan-jalan atau menghabiskan waktu di luar. Jika hal ini terjadi sebagai orangtua. Kamu harus bisa menyikapinya secara bijaksana. Biarkan mereka menghabiskan waktu sebagai anak remaja, namun jangan sampai menghilangkan kebiasaan untuk quality time bersama keluarga.

  1. Ketahui Lingkungan Baru Mereka

Tantangan ke-2 yakni pertemanan ataupun orang baru yang hadir dalam kehidupan anak. Hal ini dikarenakan adanya lingkungan baru. Misalnya saja anak remaja yang baru masuk ke bangku sekolah smp ataupun mereka yang baru lulus SMP dan masuk ke bangku sekolah SMA. Hal ini menjadikan mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan hal tersebut.

Nyatanya tidak mudah ditambah lagi mereka akan menemukan, atau mencoba untuk berteman dengan orang baru. Cobalah untuk hargai lingkungan dan juga pertemanan yang telah mereka buat. Mengawasi dan juga memimpin anak-anak untuk bisa menemukan teman yang tepat memang sangat penting.

  1. Perubahan Suasana Hati

Tantangan ke-3 adalah perubahan emosi hal ini seringkali terjadi dan menjadi salah satu tantangan utama bagi orang tua atau bahkan keluarga. Beberapa dari anggota keluarga yang mungkin sudah dewasa seringkali tidak paham, kenapa adiknya atau anggota remaja yang muncul di keluarga mereka memiliki permasalahan ataupun kehidupan yang sangat rumit.

Padahal sebenarnya anak remaja memiliki perubahan suasana hati yang beragam dan seringkali cenderung ke arah yang lebih buruk. Misalnya marah, emosi, dan sebagainya sehingga sebagai keluarga dan juga orang tua kita harus bisa menemukan metode yang tepat untuk bisa menenangkan mereka dan juga memberikan pemahaman. Sebenarnya keluarga merupakan lingkungan yang paling nyaman, untuk membiarkan mereka menunjukkan atom ekspresikan apa yang mereka rasakan.

  1. Karakter yang Berubah

Ketika anak memasuki usia remaja maka akan ada banyak sekali hal baru yang muncul mulai dari kebiasaan hingga karakter yang mungkin tidak terlihat. Ketika masih kecil namun terlihat semakin kuat ketika mereka dewasa, hal ini mungkin akan sering mengejutkan orang tua.

Tetapi bukan berarti kamu sebagai orang tua bisa memberikan respon buruk akan hal tersebut bagaimanapun juga anak remaja pasti berusaha untuk bisa bersikap baik. Sebenarnya mereka menghadapi hal baru yang mungkin bisa menjadi masalah ataupun ketakutan tersendiri.Cobalah untuk tetap dampingi mereka, dan pastikan bahwa orang tua selalu menunggu anak untuk siap menjadi dewasa.

Foto : freepik.com

Cara Bijak Hadapi Remaja Berpacaran

 

Tidak bisa kita pungkiri bahwa perkembangan anak remaja terutama di zaman sekarang ini memang sangat besar. Sehingga orangtua harus ekstra hati-hati dan juga mencoba untuk bisa mengawasi pergaulan yang mereka lakukan. Namun tidak membatasi dan juga mengekang. Salah satunya adalah ketika kamu menemukan anak remaja yang ternyata mulai pacaran. Bagaimana sih cara bijak untuk menghadapinya berikut ini informasi lengkapnya.

  1. Respons yang Tepat

Pertama yang harus dihadapi oleh orang tua ketika menemukan anaknya ternyata sudah pacaran di usia remaja yaitu memberikan respon yang tepat. Hal ini dilakukan karena apabila orang tua sudah marah atau emosi terlebih dahulu. Umumnya anak remaja akan mencoba untuk menutupi apa yang telah mereka lakukan, dan cenderung untuk membangkang atau menghindari adanya aturan yang diberikan oleh orang tua.

Baik secara terang-terangan maupun diam-diam. Jangan sampai anak tersebut melakukan kebohongan atau bahkan diam-diam melakukan pacaran tanpa diizinkan, dan diketahui oleh orang tua dampaknya akan semakin buruk. Sehingga respon menjadi hal yang paling penting cobalah untuk dengarkan dan juga bijaksana dalam menanggapi respon anak-anak. Bahkan beberapa orang tua mencoba untuk menanggapi dengan santai dan memberikan ledekan atau ejekan.

  1. Usia Tepat

Selanjutnya hal yang bisa dilakukan untuk bisa memahami, ataupun melakukan cara dan respon bijaksana, ketika menemukan anak remaja pacaran yaitu memastikan bahwa mereka telah memasuki usia yang seharusnya. Menurut penelitian dan juga beberapa instansi menganggap bahwa hormon anak remaja terus berkembang. Namun usia yang cukup untuk memahami sebuah hubungan dan melakukan pacaran yaitu di usia 16 tahun.

Di indonesia sendiri usia tersebut masuk ke dalam salah satu usia yang cukup dini umumnya orang tua mengizinkan anak pacaran. Ketika berusia 17/18 tahun dengan begitu apabila kamu sebagai orang tua. Ternyata menemukan anak pacaran dengan usia yang lebih muda dari usia tersebut. Ada baiknya kamu bantu mengarahkan sebagai orang tua dan dengarkan alasan mereka, kenapa memutuskan untuk menjalin hubungan di usia yang sangat muda.

  1. Dengarkan Cerita Mereka

Ketika memastikan untuk mendengarkan cerita dari anak remaja ternyata mereka sudah memiliki hubungan romantis ataupun berpacaran. Maka acara selanjutnya yang bijaksana yaitu menanggapi atau mendengarkan cerita mereka secara lengkap. Pastikan kamu paham sebagai orang tua apa saja sih yang diinginkan oleh sekarang dan kenapa mereka memutuskan untuk menjalin hubungan dengan pasangannya.

Ada alasan tertentu, bahkan tidak jarang loh sebenarnya anak remaja itu tidak paham apa itu pacaran. Mereka hanya tidak ingin diledek oleh teman-temannya atau mereka hanya terbawa oleh lingkungan karena iri, dengan teman yang sudah berpacaran. Jangan sampai respon yang tidak bijaksana, menyebabkan anak-anak merasa malas atau cenderung menutup diri dan merasa pesimis terlebih dahulu.

  1. Membimbing dan Mengawasi

Cara bijak lainnya untuk menanggapi anak yaitu memastikan bahwa kamu sebagai orang tua membimbing bukan melarang,  apalagi mendikte. Jika memang anak remaja kamu ternyata sudah memasuki usia yang memang wajar untuk memiliki pasangan misalnya 16 tahun atau 17 tahun. Maka kita tidak bisa melarang apa yang mereka lakukan namun bukan berarti mengizinkan kamu harus tetap bisa membimbing dan juga mengawasi hubungan yang mereka lakukan.

Bahkan tidak jarang banyak orang tua yang membiarkan pasangannya untuk main di rumah. Sehingga orangtuanya bisa tahu apa yang anaknya lakukan sekedar ngobrol,  makan keluar bersama dan juga nonton bersama teman-teman bukanlah hal yang salah. Biarkan mereka menikmati masa muda dan jangan lupa bantu awasi anak remaja yang kamu miliki. Dengan adanya bantuan tambahan misalnya lingkungan atau teman-teman.

Foto : freepik.com

5 Tips Menghindari Anak Remaja Kecanduan Film Porno

 

Film biru ataupun film porno merupakan salah satu hal yang sangat buruk. Jika hal tersebut sudah mengenai anak remaja bahkan untuk orang dewasa. Sekalipun film porno bisa bersifat adiksi atau kecanduan menyebabkan kerusakan mental, dan juga pikiran.

Lantas bagaimana sebagai orang tua kita membantu untuk menjauhi anak remaja agar tidak terkena kecanduan film porno. Apalagi mengenal hal tersebut. Mungkin beberapa tips berikut ini bisa dilakukan oleh orang tua.

  1. Orang Tua Sumber Informasi Pertama

Tips pertama yang bisa dilakukan untuk melindungi anak remaja. Agar tidak terkena hal tersebut yaitu menjadikan orang tua sebagai sumber informasi pertama yang mereka percaya. Mungkin hal ini terlihat sepele namun ternyata banyak kalau orang tua hanya hanya menyalahkan anaknya, tanpa berpikir bahwa sebenarnya anak remaja memang memiliki keingintahuan yang tinggi.

Sehingga tidak ada jalan lain kecuali menjadikan orang tua sebagai sumber informasi pertama, yang bisa menjelaskan berbagai hal kepada anak. Ingat bahwa anak remaja sudah bisa berpikir, mana yang baik dan juga tidak mereka juga bisa mengetahui dan juga mencerna informasi yang ada.

  1. Perhatikan Tontonan Mereka

Selanjutnya tentu saja membatasi tontonan dan juga melihat jenis film, ataupun tontonan yang mereka pilih. Umumnya anak remaja sering merasa tidak nyaman atau merasa dibatasi oleh orangtuanya. Tetapi hal ini sebenarnya bertujuan untuk membantu anak agar tidak terjebak ataupun tahu film yang tidak baik seperti film porno, dan juga film yang memiliki pengaruh buruk lainnya.

  1. Pendidikan Seksual yang Sehat

Pendidikan seksual seringkali menjadi hal yang tabu bagi banyak orang terutama masyarakat indonesia. Padahal sebenarnya pendidikan seksual menjadi hal yang sangat penting. Memberitahu anak remaja akan hal-hal yang bersifat edukasi lebih penting dibandingkan dengan kita menutupi hal tersebut. Kemudian mereka mendapat informasi dari tempat yang salah pendidikan seksual sendiri bahkan gencar diajarkan di berbagai sekolah.

Untuk bisa membangun karakter dan juga penjelasan yang benar di berbagai sekolah di luar negeri. Namun di indonesia sendiri hal tersebut masih dibatasi oleh adanya norma dan juga agama. Sehingga anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi mencoba untuk mencari informasi dari sembarang tempat atau bahkan situs ilegal. Dengan begitu mereka seringkali terjebak dengan tontonan film porno. Sebaiknya sebagai orang tua kita membantu mengenalkan pendidikan seksual yang sehat dan tetap membatasi mereka.

  1. Lingkungan

Tips selanjutnya yaitu memantau atau melihat bagaimana lingkungan pertemanan yang mereka miliki. Umumnya beberapa anak remaja di indonesia terkena kecanduan film porno akibat tahu dari teman ataupun lingkungan, dimana mereka berteman. Hal ini tentu saja sangat disayangkan.

Karena kita mencoba untuk memberikan yang terbaik untuk anak sendiri tetapi ternyata harus hancur. Karena adanya lingkungan untuk itu cara yang paling mudah untuk bisa dilakukan yaitu memastikan, bahwa kamu tidak membiarkan mereka untuk terjebak dalam lingkungan yang salah.

  1. Tanamkan Normal dan Nilai Agama

Membatasi mereka untuk tidak mengetahui hal-hal yang bersifat pornografi. Terutama di era milenial yang sudah canggih teknologi ini , ukanlah sesuatu yang mudah untuk itu hal yang bisa dilakukan oleh orangtua. Cara lainnya yaitu membantu untuk membatasi kehidupan anak-anak antara yang baik dengan yang dengan menanamkan nilai norma dan juga agama yang baik kepada anak.

Dengan begitu mereka akan paham dan juga sadar bahwa hal tersebut merupakan hal yang tidak baik dan bisa memberikan efek yang cukup membahayakan. Tidak jarang banyak orangtua yang menanamkan nilai moral dan juga agama yang cukup baik. Sehingga anak-anak paham.

 

Foto : freepik.com

Cara Mengajarkan Anak Remaja Perempuan Hadapi Menstruasi

 

Tantangan memiliki anak remaja perempuan yaitu ketika mereka memutuskan untuk memasuki usia pubertas, dan juga mengalami menstruasi. Mungkin bagi para ibu terutama yang baru pertama kali memiliki anak remaja perempuan, akan bingung.

 

Tidak tahu harus bagaimana apakah yang harus dilakukan oleh sang ibu karena umumnya anak seringkali merasa bingung dengan respon ataupun kondisi menstruasi tersebut. Berikut ini data untuk orang tua yang ingin anak remaja yang mengalami menstruasi unuk pertama kali.

 

  1. Jangan Terlalu Panik

Pertama hal yang harus dipahami oleh orang tua. Jangan terlalu panik hal ini dikarenakan banyak orang tua ataupun khususnya para ibu, yang mungkin panik ketika mendapati anak remajanya mengalami menstruasi. Padahal jika orang tua saja dan terjadi hal yang salah pada kondisi tersebut. Justru sebaliknya harusnya menangkan  anak remaja yang pertama kali menstruasi. umumnya mereka akan merasa takut.

 

  1. Lakukan Pengecekan

Tips kedua yang bisa dilakukan ataupun dipahami oleh para ibu yaitu memastikan bahwa mereka memang mendapatkan menstruasi dan bukan karena terjadi hal lainnya. Hal ini bisa dibedakan dengan kondisi darah yang pertama kali keluar, umumnya berwarna coklat atau bahkan kehitaman sebagai tanda bahwa remaja tersebut. Pertama kali meluruhkan dinding rahim dan dan mendapati siklus menstruasi pertama kalinya.

 

Hal ini sebenarnya dilakukan untuk memastikan, bahwa anak remaja tersebut telah memasuki masa pubertas dan bukan terjadi pendarahan atau hal-hal yang tidak diinginkan. Sebagai ibu dan juga orang berpengalaman kamu pasti bisa membedakan dan juga mengetahui hal tersebut bukan.

 

  1. Jelaskan bahwa Menstruasi hal Wajar

Selanjutnya adalah memastikan untuk menghindari rasa malu yang sering kali muncul pada anak remaja perempuan. Hal ini dikarenakan mereka seringkali berbicara dengan teman ataupun ngobrol mengenai kehidupan mereka, termasuk kapan mereka berhasil untuk memasuki masa pubertas dan juga menstruasi.

 

Di indonesia sendiri anak perempuan yang mengalami menstruasi di usia 10 hingga 11 tahun umumnya seringkali disebut sebagai anak yang centil. Akibat masa menstruasi yang datang di usia muda padahal kondisi tersebut. Tidak terpengaruh justru sebaliknya sang ibu ataupun orangtua, harus bisa menjelaskan bahwa anak perempuan yang berhasil mendapatkan menstruasi sesuai dengan usianya. Maka mereka memiliki tubuh yang sehat.

 

  1. Ajarkan Tata Cara yang Benar

Selanjutnya adalah jelaskan bagaimana untuk menghadapi agar menstruasi dimulai dari cara menggunakan pembalut atau tampon atau bahan lainnya, yang mungkin lebih nyaman untuk digunakan. Ajarkan juga bagaimana tahapannya untuk bisa membersihkan serta menghadapi suasana hati yang seringkali memburuk, ketika dalam fase menstruasi tentu jelaskan juga bagaimana mereka bisa memahami siklus dari menstruasinya.

 

  1. Tanda Memasuki Usia Remaja

Terakhir, hal yang bisa dilakukan oleh para ibu. Membantu menjelaskan bahwa siklus menstruasi merupakan hal yang yang bisa menjadi tanda bahwa seorang anak remaja perempuan sudah masuk dalam masa pubertas. Sehingga mereka bukan hanya bisa menjaga diri dan juga memastikan bahwa mereka menjaga kebersihan. Namun tanda pubertas ini juga menjadikan salah satu cara ibu untuk mengajarkan kepada mereka. Bahwa anak remajanya bukanlah anak kecil lagi. Sehingga mereka lebih bertanggung jawab dan juga lebih mengutamakan prioritas serta berbagai hal nya.

Foto : freepik.com

Ciri Pubertas Anak Remaja Laki-Laki

Ciri Anak Remaja Laki Laki

Mencari pola asuh yang tepat untuk anak remaja bukanlah sesuatu yang mudah. Karena ada banyak sekali tantangan yang harus ditemui oleh orangtua. Terutama ketika kamu memiliki anak remaja laki-laki. Ada beberapa ciri pubertas yang wajib ibu atau ayah tahu ketika anak laki-laki sekarang sudah memasuki makanya.

  1. Perubaha Fisik

Ciri pertama yang wajib diketahui apabila anak remaja laki-laki sudah memasuki usia pubertas yaitu bentuk tubuh yang semakin berkembang dan juga berubah. Umumnya secara eksternal kita bisa melihat dan juga memperhatikan bentuk tubuh seorang anak laki-laki.

Mereka terkadang memiliki badan yang gempal tiba-tiba berubah menjadi kurus dan melebar ototnya ataupun sebaliknya mereka yang memiliki tubuh yang kecil. tiba-tiba menjadi besar dan juga bongsor. Hal ini berubah seiring dengan adanya nutrisi makanan dan juga pola makan yang dilakukan ditambah lagi perubahan tubuh ini sangat wajar terjadi. Bagi anak-anak yang memang sudah memasuki usia pubertas.

  1. Perubahan Suara

Ciri kedua yang tidak jarang terjadi yaitu adanya perubahan suara umumnya perubahan suara ini memang seringkali menimbulkan rasa malu. Di antara anak remaja laki-laki tetapi suara yang berat ini sebenarnya menjadi tanda, bahwa adanya pita suara dan juga kotak suaranya bertambah secara massa. Sehingga berubah menjadi lebih berat dan mungkin suaranya menjadi lebih rendah pubertas ini menunjukkan antara perubahan anak yang sudah bukan anak-anak lagi.

Tetapi sudah memasuki usia remaja tidak perlu khawatir dan juga dukung anak untuk bisa berbicara atau bersuara dengan baik. Ingat jangan meledek mereka di depan teman-temannya ya. Karena hanya akan menimbulkan trauma atau rasa tidak suka dan malu.

  1. Ketertarikan kepada Lawan Jenis

Ketertarikan pada lawan jenis merupakan hal yang sangat wajar hal ini dikarenakan adanya pertambahan usia dan juga hormon yang dimiliki oleh seorang anak remaja laki-laki. Namun ketertarikan tersebut haruslah batasi dan juga diarahkan ke hal yang benar. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ketika orang tua menanyakan, mengenai siapa perempuan yang mereka sukai atau seperti apa fisik dari perempuan yang mereka sukai. Mungkin mereka tidak akan menjawab secara jujur. Tetapi kamu bisa memastikan bahwa mereka masih dalam jalur yang benar. Kamu tidak bisa menahan hal tersebut namun bisa mengelolanya sebagai orang tua.

  1. Perubahan Suasana Hati

Bukan hanya wanita saja lho, yang bisa merasakan perubahan suasana hati tetapi anak remaja laki-laki juga bisa mengalami hal tersebut. Adanya perubahan suasana hati ini sebenarnya dipengaruhi oleh hormon yang ada di dalam tubuh anak remaja laki-laki. Sehingga kamu tidak perlu khawatir dan juga takut sebagai orang tua kamu hanya bisa menanyakan mengenai kenyamanan mereka dan tidak bisa membantu ataupun mengatasi hal tersebut. Tahapan ini dapat membantu mama dalam mengidentifikasi pola pertumbuhan yang dimiliki oleh sama anak.

  1. Kematangan Seksual

Terakhir ciri pubertas yang dialami oleh anak remaja laki-laki yaitu adanya perkembangan kematangan seksual. Sebenarnya kematangan seksual ini dimulai dari tahap pra pubertas yaitu berusia 9 tahun dan akan berjalan hingga di atas 17 tahun. Ciri dari kematangan seksual ini mulai dari secara fisik dan juga dialami secara mental.

Hal inilah yang mungkin menjadi salah satu tantangan bagi banyak orang tua karena seringkali orangtua merasa ragu ataupun malu dan bingung. Bagaimana caranya menanyakan mengenai peringkat kematangan seksual. Hal ini merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan. Cobalah cari cara bagaimana untuk memastikan bahwa mereka masih dalam perkembangan mental yang sehat dan tidak menyimpang.

Foto : freepik.com

 

Cara Menghadapi Anak Remaja yang Suka Berbohong

Berbicara mengenai cara mendidik ataupun pola asuh yang dimiliki, oleh masyarakat Indonesia, memang sangat beragam apalagi di era milenial seperti sekarang ini. Sudah banyak orangtua yang mempelajari berbagai pola asuh untuk anaknya. Sehingga menjadi lebih baik salah satunya adalah mengajarkan anak remaja yang mungkin mengalami banyak sekali kesulitan.

 

Salah satu kelas yang sulit untuk diterapkan karena orangtua merasa bingung adalah menemukan bahwa anak remajanya sering melakukan kebohongan. Lantas kira-kira bagaimana ya cara menghadapi anak remaja yang sering bohong. Mungkin berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan?

 

  1. Respon Sangat Penting

Pertama terapan disiplin dengan bijaksana cara orang tua untuk bisa merespon ketidakjujuran merupakan tantangan yang seringkali dihadapi oleh orang tua. Saat ini bukan hanya mendorong anak untuk lebih melakukan kebohongan di masa depan. Terkadang banyak orangtua yang meresponnya dengan marah, seolah orang tua tidak pernah melakukan kebohongan.

 

Hal ini sebenarnya bisa saja dilakukan namun remaja memiliki arena lain yang cukup tinggi. Sehingga mereka memungkinkan untuk melawan orang tua lebih besar lagi. Ingatlah bahwa keterbukaan akan mendorong kejujuran. Selain itu pahami ga dan jelaskan kepada mereka bahwa tujuan dari adanya kebohongan ini. Apakah karena kondisi yang sulit untuk diterima ataupun hal yang dilakukan saat anak, merupakan hal yang salah berikan hadiah kepada mereka, ketika sudah berhasil melakukan kejujuran dan juga saat mereka selesai untuk menghadapi kebohongan.

 

  1. Meluruskan Persepsi

Cara kedua yang bisa dihadapi apabila menemukan anak remaja berbohong yaitu meluruskan persepsi. Apabila anak remaja berbohong karena adanya imajinasi atau daya hal-hal yang dilakukan oleh mereka maka berikan respon positif. Lalu jelaskan kepada anak bahwa sebenarnya yang terjadi bukanlah sesuatu yang diinginkan.

 

Berikan juga alasan kenapa mereka melakukan tersebut misalnya saja seorang anak remaja berbohong memiliki nilai yang bagus. Padahal sebenarnya nilainya jelek? untuk itu cobalah luruskan sebagai orang tua kamu menerima nilai jelek anak. Namun apakah hal tersebut diiringi dengan perubahan atau tidak itulah yang sangat penting.

 

  1. Tanyakan Alasan yang Jelas

Umumnya seseorang melakukan kebohongan pasti karena ada alasannya tetapi kebanyakan anak remaja berbohong. Karena takut kesalahannya diketahui, dan pada akhirnya dimarahi atau mendapatkan hukuman yang tidak ingin mereka terima. Ada beberapa alasan lain yang mungkin bisa dilakukan mulai dari menarik perhatian, hingga ingin memperoleh keinginan yang belum terwujud.

 

Jika seperti ini terjadi maka cobalah ajak bicara anak remaja. Karena pada dasarnya mereka sudah bisa diajak bicara dan juga berfikir ceritakan kepada mereka. Apa yang diinginkan dan juga cari win-win solution nya. Dengan begitu mereka akan belajar untuk membuat konsekuensi dan memutuskan untuk bisa mengambil keputusan dengan tepat dan tidak berbohong lagi.

 

  1. Konsekuensi dan Hukuman Konsisten

Anak remaja yang berbohong merupakan salah satu kebiasaan buruk yang dilakukan. Sehingga jangan sampai dibiasakan atau didiamkan saja pembiasaan yang konsisten merupakan pola asuh selanjutnya yang wajib dilakukan. Ditambah lagi anak remaja ini bertujuan untuk bisa menentukan. Apakah hal berbohong tersebut merupakan hal yang ditoleransi atau tidak.

 

Apabila orang tua terus konsisten memberitahukan bahwa sebenarnya berbohong merupakan hal yang buruk. Maka kamu bisa mendapatkan pemahaman yang sangat jelas bahwa adanya aturan yang tertulis dan tidak tertulis, untuk menerapkan iya dan tidaknya sebuah aturan.

 

  1. Tanamkan Nilai Moral dan Agama

Terakhir tentu saja menanamkan nilai moral dan juga agama. Bagaimanapun juga anak remaja biasanya masih kesulitan untuk mencari jati diri. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh lingkungan baru sehingga mereka merasa keluarga, tidak diperlukan dan lingkungan baru lebih menarik. Cobalah bekali moral dan juga nilai agama sebanyak-banyaknya sehingga mereka tahu apa yang mereka lakukan salah.

Foto :freepik.com

 

Tips Menyapih Bayi dengan Mudah

 

 

Ada banyak sekali tantangan ketika menjadi orang tua terutama ibu salah satunya adalah ketika waktu untuk menyapih anak sudah datang. Misalnya mereka sudah memasuki usia 1 tahun lebih atau bahkan menjelang 2 tahun.

 

Si kecil, harus berpindah antara ASI ke susu formula. Ada banyak sekali kendala terutama ibu muda yang bingung bagaimana cara melakukan menyapih anak. Karena seringkali merasa tidak tega adalah mereka. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan di antaranya yaitu:

 

  • Lihat Tanda Kesiapan Anak

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk membantu menyapih anak yaitu kenali tanda kesiapan anak, yang sering kali muncul dan juga berbeda memasuki usia 8 bulan. Umumnya mereka telah menjalani kebiasaan yang berbedam dan juga mengkonsumsi tambahan nutrisi seperti MPASI ataupun makanan lainnya.

 

Tanda-tanda ini sebenarnya bisa dicarikan sebagai cara untuk mempersiapkan anak agar lebih mudah untuk menyapih mereka. Sehingga ibu bisa mengurangi seperti ini tas mereka mengkonsumsi ASI langsung dan bisa mengalihkannya dengan botol susu ataupun gelas minuman. Selain itu respon anak akan ada makanan di dekatnya, akan menjadi indikator. Si Kecil akan menghindari adanya pemberian ASI secara langsung, dan terbiasa untuk mengkonsumsi makanan dengan mudah.

 

  • Jangan Menentukan Target

Cara yang bisa dilakukan untuk bisa menyapih anak yaitu jangan menentukan target kepada si kecil. Hal ini seringkali menjadi salah satu indikator dan kesalahpahaman banyak ibu muda dimana mereka melihat ibu lain, berhasil menyapih anaknya sebelum usia 2 tahun.

 

Padahal jika memaksakan hal tersebut yang ada. Kamu justru tidak bisa menghargai ataupun menikmati proses dengan si kecil setiap anak, pasti memiliki kesiapan yang berbeda ada yang mungkin sudah terbiasa dari kecil. Ada juga yang belum siap dan masih membutuhkan nutrisi yang cukup banyak. Sehingga biasakan saja, kamu sebagai ibu untuk  mempersiapkan diri, untuk menyapih anak tanpa harus memaksakan.

 

  • Afirmasi Si Kecil

Kegiatan menyapih anak bukan hanya dilakukan oleh ibu, tetapi juga masih kecil apabila ada perubahan pada kegiatan yang mereka lakukan. Cobalah untuk afirmasi atau menegaskan kepada si kecil secara berulang. Beritahu mereka bahwa usianya sudah semakin besar sehingga akan ada kebiasaan yang berubah.

 

Salah satunya yaitu tidak lagi meminum ASI langsung dari si ibu. Dengan demikian anak mulai paham apabila ada perubahan, dan tentu saja hal tersebut akan dilakukan secara berulang-ulang. Memasuki fase tidur ataupun sebelum tidur kamu juga bisa melakukan penegasan tersebut. Sehingga hal ini akan terbawa oleh si kecil tanpa sadar.

 

  • Kurangi Frekuensi Menyusui

Selanjutnya mengurangi frekuensi untuk menyusui menjadi salah satu tips yang tidak disadari, oleh banyak ibu. Padahal sangat ampuh mengurangi frekuensi menyusui juga bukan berarti langsung bisa dilakukan sama sekali ataupun menghilangkan kebiasaan menyusui sama sekali. Tetapi misalnya saja ketika mereka terbiasa untuk meminum asi pada waktu pagi, siang, sore, malam.

 

Kamu bisa mengurangi salah satunya misalnya pada siang hari dan menggantinya dengan camilan ataupun makanan. Hal ini dilakukan secara perlahan dan mungkin akan menghabiskan waktu yang lebih lama. Biasanya 1 atau 2 bulan, tergantung dari masing-masing anak akan ada yang menghabiskan waktu hingga 6 bulan lamanya. Tetapi jika berhasil kamu tidak akan menyesal.

 

  • Konsisten

Terakhir cara yang paling penting ketika memutuskan untuk menyapih anak yaitu konsisten. Seringkali anak tidak percaya akan perubahan, karena memang menyapih merupakan hal yang tidak mudah. Lakukan secara konsisten dan berulang. Jangan sampai ibu terlihat seperti yang ragu.

Foto : freepik.com

 

Merawat Bayi yang Lahir Prematur Agar Sehat dan Kuat

 

Melahirkan bayi secara prematur mungkin akan menjadi kendala yang sulit bagi sang ibu. Selain usia si kecil belum mencukupi untuk bisa dilahirkan, belum lagi anak dengan kondisi prematur seringkali cukup rentan terkena penyakit dan juga memiliki banyak kendala. Salah satunya bagi para ibu yang mungkin kebingungan. Bagaimana cara merawat bayi prematur agar tetap tumbuh sehat dan juga kuat.

 

  • Menjaga Jadwal Makan

Pertama kali yang bisa dilakukan apabila ternyata si kecil lahir dengan kondisi prematur. Hal yang paling penting adalah konsisten dalam menjaga jadwal makan si kecil. Karena nutrisi yang bisa didapatkan hanya dari sang ibu. Sehingga jangan sembarangan untuk mengatur jadwal makannya dan konsultasikan kepada dokter kandungan serta dokter anak, untuk mencatat pertumbuhan bayi.

 

Bahkan beberapa ibu yang melahirkan dengan kondisi prematur mencatat dalam buku. Sehingga tidak akan terlewatkan bayi prematur, umumnya membutuhkan 8 hingga 10 kali makan sehari. Dengan waktu kurang lebih saat menyusui 2 jam memang sangat lama, dan juga menghabiskan waktu lebih besar. Tetapi karena hanya dengan nutrisi ASI. Mereka bisa tumbuh dan berkembang maka maksimalkan hal tersebut.

 

  • Periksakan ke Dokter Mata dan Telinga

Selanjutnya cara kedua yang bisa dilakukan yaitu dengan memeriksakan mata dan juga telinga secara rutin. Hal ini dilakukan karena bayi memiliki waktu tidur yang lebih lama dibandingkan dengan bayi yang sudah cukup bulan untuk dilahirkan. Sehingga semua bayi harus tidur dalam posisi terlentang bukan tengkurap termasuk bayi prematur.

 

Selain itu gunakan kasur yang kokoh dan jangan menggunakan bantal. Hal ini nyatanya dapat berpengaruh pada kondisi mata dan juga telinga yang mereka miliki. Kamu harus melakukan pemeriksaan secara rutin agar tidak ada kendala dokter. Umumnya menyarankan untuk membawa ke dokter mata. Agar bisa membantu mencegah adanya kehilangan penglihatan, dan juga kehilangan kepekaan telinga pada bayi prematur.

 

  • Mama Kanguru

Cara lain yang bisa dilakukan untuk membantu peningkatan kesehatan yang cepat tumbuh kembang si kecil yang lahir karena prematur yaitu dengan menjadi mama kanguru. Hal ini mungkin sering dilihat apabila seorang bayi yang baru lahir digendong, tanpa menggunakan kan pakaian baik dari ibu maupun si kecil.

 

sehingga tujuannya ibu dan kecil akan bersentuhan dari kulit ke kulit tujuannya sangat banyak mulai dari menjaga keamanan tubuh. Baik keteraturan detak jantung, serta membantu mengenalkan si kecil akan suara dan juga napas dari sang ibu. Ditambah lagi hal tersebut juga mengurangi stres dan membangun rasa percaya diri.

 

  • Posisi Tidur

Cara lain yang bisa dilakukan yaitu memperhatikan posisi tidur umumnya bayi yang dilahirkan secara prematur. Harus bisa dipastikan untuk tidur tidak terlentang tidak miring dan juga tidak tengkurap. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko, dan juga lebih umum pada bayi prematur, untuk memastikan bayi tersebut, untuk mendapatkan tempat yang nyaman dan tidak terlalu pegal turunkan bayi di kasur yang tidak terlalu lembek, dan jangan menggunakan bantal. Hal ini dilakukan secara rutin dan juga bergantian dengan cara digendong.

 

  • Jauhi Dari Orang/Penyakit

Terakhir seperti yang kita ketahui bahwa bayi prematur seringkali mudah terkena penyakit. Sehingga hal yang harus diketahui adalah menjauhi kecil, dari orang-orang yang rentan menularkan penyakit terutama udara ataupun area luar.

 

Apabila tidak ada kebutuhan ataupun keharusan untuk pergi keluar dan juga bertemu dengan orang banyak. Ada baiknya jika kecil untuk tidak bertemu dengan siapapun hingga tumbuh kembangnya normal dan juga sudah cukup bulan. Apabila si kecil sakit dan ternyata ia masih dalam usia perkembangan setelah melahirkan prematur. Maka akan sangat sulit untuk mengobatinya.

Foto : freepik.com