Yuk, Kenali Minat dan Bakat Anak (1)

Setiap orangtua tentu ingin buah hatinya mencapai kesuksesan di kemudian hari. Nah, salah satu faktor yang turut menentukan keberhasilan seseorang adalah bakatnya yang berkembang optimal. 

Ya, setiap anak masing-masing memiliki bakat atau talenta berbeda-beda. Nah, bakat terpendam yang dimiliki anak ini perlu kita gali, diasah dan ditingkatkan sehingga dapat berkembang maksimal serta memengaruhi keberhasilan hidupnya kelak.

Apa itu bakat? Seorang anak dikatakan berbakat pada suatu bidang ketika kemampuannya di bidang tersebut tampak bagus sekali atau menonjol.

Nah, perlu kita tahu, bakat berbeda dengan minat. Minat adalah keinginan untuk melakukan atau menekuni sesuatu aktivitas. Akan tetapi, suatu minat belum tentu berarti suatu bakat. Jadi, ketika anak memiliki minat terhdap suatu bidang, belum tentu ia berbakat dalam bidang tersebut.

BISA BERUBAH-UBAH

Pastinya setiap anak memiliki bakat yang berbeda-beda, misalnya ada yang berpotensi di bidang seni seperti menyanyi, bermain musik, melukis dan sebagainya. Lalu, ada juga anak yang berbakat di bidang akademis dan sebagainya.

Namun perlu kita tahu, seperti halnya minat, bakat anak juga bisa berubah-ubah. Boleh jadi pada suatu waktu, bakat anak yang sebenarnya adalah bidang yang sebelumnya belum ditekuni. Masalahnya, terkadang orangtua merasa tak sabar ingin segera mengetahui bakat anak sejak usia dini. Alhasil, jangan heran bila pada usia balita, tak sedikit anak yang diikutkan tes bakat.

Sebenarnya boleh-boleh saja bila orangtua ingin mengetahui bakat anak sejak dini. Namun, seperti sudah disinggung tadi bahwa bakat juga masih bisa berubah bahkan bertambah. Misal, kita sudah mengetahui bahwa si kecil memiliki talenta bermain piano di usia 5 tahun. Ia jelas-jelas memperlihatkan kemampuannya di bidang itu. Akan tetapi, ternyata pada usia remaja baru ditemukan bakatnya yang sebenarnya atau muncul talenta lainnya. Kenapa baru muncul di usia remaja? Mungkin selama ini orangtua kurang atau tidak mengenalkan dan membei kesempatan pada anak untuk mencoba hal-hal lain. Ketika di usia remaja ia ikut suatu kegiatan sekolah ternyata baru terlihat talentanya yang lain. Bakatnya selama ini kurang tergali karena kurang mendapat kesempatan utnuk mengembangkan atau memperlihatkan potensi unggulan lainnya.

Nah, problem lainnya, ketika orangtua sudah mengetahui bakat anaknya, misalnya ia punya talenta menyanyi, kegiatan hanya terfokus pada bidang tersebut.

Padahal, sekali lagi, orangtua sebaiknya memperkenalkan sebanyak mungkin kesempatan, pengetahuan, dan keterampilan lainnya pada anak. Perlu kita ingat bahwa anak sesungguhnya multitalenta. Anak tidak hanya memiliki satu bakat, akan tetapi ada potensi-potensi lain yang perlu juga dikembangkan. Nah, agar potensi talenta lain muncul, orangtua perlu mengenalkan beragam aktivitas dan kesempatan, serta kegiatan/keterampilan baru pada si kecil.

Misalnya, ketika kita mendeteksi bahwa anak kemungkinan berbakat di bidang menyanyi, lalu ia diikutkan les vokal. Orangtua memang perlu memberikan stimulasi pada anak sesuai potensinya. Akan tetapi, jangan lupa bahwa ada bermacam keterampilan lain yang meski dikenalkan pada sang buah hati. Sebagai contoh, bidang olah raga. Mungkin anak memiliki bakat olah raga sepak bola, basket, bulu tangkis dan sebagainya.