Kiat Mengasah Kreativitas Si Kecil (3)

Usia 3-6 tahun

Pada usia ini, anak memiliki kemampuan bahasa lebih baik. Anak banyak bertanya dan berbicara. Mereka juga senang bermain dengan anak lain dan tidak senang menerima kekalahan. Anak sudah dapat bermain permainan yang membutuhkan aturan khusus seperti bermain bergiliran. Anak juga mulai menyukai permainan di alam karena mereka memiliki kemampuan motor kasar yang lebih baik.

Stimulasi:

Berbagai mainan tersedia untuk anak usia ini, seperti puzzle, kubus, lego, dan permainan lain yang meningkatkan keterampilan membuat bentuk khusus. Selain itu, board games seperti permainan ular tangga, halma, atau kartu dapat menjadi sarana anak bermain dengan aturan khusus dan giliran. Penggunaan warna dengan krayon atau pensil warna juga dapat melatih kemampuan motor halusnya. Di samping itu, permainan outdoor dengan menggunakan alat atau mainan yang lebih bervariasi juga diminati seperti sepeda, bola, dan lainnya.

Permainan pura seperti set konstruksi, set transportasi atau boneka akan merangsang imajinasinya. Proses kreatif anak pun akan terbantu. Dalam proses bermain, anak membangun proses imajinasi kreatifnya. Misal, pada saat anak melakukan role playing, dia akan belajar tentang sebuah peran. Bagaimana harus bersikap dan bagaimana menghadapi konflik dalam tingkat yang sederhana.

Ada kalanya anak melakukan proses itu sendiri atau dengan teman fantasi maupun boneka. Bisa juga dengan mengadopsi tokoh-tokoh yang dia lihat di sekelilingnya. Mainan merupakan alat bantu belajar, selain juga alat bantu untuk membangun imajinasi dan fantasi kreatif anak.
Usia sekolah

Permainan yang cocok untuk anak usia sekolah adalah permainan yang merangsang kemampuan peran, ketangkasan, dan kreativitas pada anak.

Stimulasi:

Permainan board games dapat yang memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi seperti monopoli, scrabble, catur dan lainnya. Selain itu berbagai jenis mainan outdoor juga cocok untuk mereka seperti sepeda, skateboard, dan lainnya.

Berbagai permainan tradisional juga bermanfaat bagi anak. Permainan tradisional seperti engklek, layangan, ular naga dan lompat tali, serta permainan indoor tradisional seperti congklak, bola bekel dan lainnya dapat menjadi pilihan bagi orangtua.

Mari optimalkan kemampuan kreativitas anak dengan kegiatan yang menstimulasi perkembangan otaknya juga nutrisi yang terpenuhi dengan baik,

Perhatikan Hal Penting

Dalam mengasah kreativitas anak, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan orangtua, yaitu:

  • Kreativitas anak akan berkembang jika orangtua selalu bersikap otoritatif (demokratik), yaitu mendengarkan dan menghargai pendapat anak, serta mendorongnya berani mengungkapkannya. Misal, Anda perlu merangsang anak untuk tertarik mengamati dan mempertanyakan tentang berbagai benda atau kejadian di sekeliling, yang mereka dengar, lihat, rasakan atau mereka pikirkan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Biarkan si kecil bermain dengan cara dan gayanya sendiri dan hindari membatasinya untuk bereksplorasi. Berikan kebebasan dan dukung si kecil untuk mencoba berbagai cara dan ide dalam melakukan kegiatannya. Aktivitasnyalah yang menjadi perhatian utama, bukan hasil akhirnya.
  • Berinvestasi dalam mainan-mainan kreatif anak. Mainan-mainan anak seperti balok kayu susun, lego dan sejenisnya efektif membentuk kreativitas si kecil di rumah. Mainan ini juga bisa digunakan bertahun-tahun dan bisa diwariskan turun-temurun.
  • Biarkan anak melihat orang tuanya kreatif. Anak belajar lebih banyak dari apa yang orangtua lakukan dan katakan. Jika Ibu memberi contoh bagaimana cara untuk mengeksplorasi kreativitas diri sendiri, maka anak-anak akan menerapkan contoh itu. Biarkan anak melihat Ibu mencoba sesuatu yang baru dan bereksperimen sampai berhasil. Biarkan ia melihat Ibu membuat kesalahan dan belajar menikmati proses kreatif orangtuanya.
  • Berikan umpan balik yang menggembirakan. Kreasi anak tentu tidak selalu bagus, tapi jika ia telah berusaha membuat sesuatu, lalu bangga akan hal itu, maka usahanya harus dihargai. Pujilah kreativitas anak. Selalu temukan sesuatu yang positif untuk dikatakan. Dukungan adalah guru yang jauh lebih baik daripada kritik.

Membina lingkungan kreatif di rumah adalah salah satu cara untuk menanamkan pada anak keterampilan dan pola pikir kreatif di masa depan. Selamat mencoba, Bu!

foto : freepik.com