Kiat Mengasah Kreativitas Si Kecil (1)

Setiap orangtua tentu perlu mempersiapkan buah hatinya untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Nah, salah satu soft skill yang sangat berguna sebagai bekal untuk kehidupan di masa mendatang adalah kreativitas. Kemampuan kreataif inilah yang kelak akan memengaruhi keberhasilan atau kesuksesan anak Anda di kemudian hari.

Kenapa kreativitas itu penting?  Kreativitas tidak hanya membantu anak dalam mengasah kemampuan psikomotorik, akan tetapi juga menstimulasi kemampuan memecahkan masalah. Seseorang yang kreatif akan memiliki banyak cara untuk menyelesaikan problem yang dihadapinya. Ia akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah gagal dan tak mudah menyerah. Ia juga terbiasa untuk mencari tahu jalan mana yang efektif, efisien, dan cocok ketika dihadapkan pada masalah. Ya, reativitas yang dimilikinya memunculkan banyak ide segar sebagai alternatif solusi bagi persoalan yang dihadapi. Ia takkan kehabisan akal. Bila mengalami kegagalan, ia akan mencoba cara lainnya.

Nah, bila kreativitas ini terasah dalam diri anak sejak kecil, justru akan menjadikannya sebagai pribadi yang optimis, selalu positif melihat kegagalan dan ia selalu punya cara untuk menyelesaikan masalah dengan cara original yang tak terpikirkan oleh orang lain sebelumnya.

Saat dewasa nanti, anak Anda akan menjadi sosok yang lebih berani dan siap menjawab berbagai tantangan. Soalnya, ia terbiasa melihat setiap masalah yang dihadapinya sebagai tantangan dan selalu tergerak mencari banyak alternatif cara ketika setiap kali menghadapi masalah.

Pentingnya Stimulasi Sejak Dini

Menurut beberapa pakar Psikologi, kemampuan kreativitas merupakan ciri kepribadian yang menetap pada lima tahun pertama dari kehidupan. Sigmund Freud ( 1856-1939) adalah tokoh utama yang menganut pandangan ini.

Pada dasarnya, semua manusia terlahir dengan bakat untuk kreatif. Masalahnya, apakah bakat tersebut diasah atau tidak. Nah, proses kreatif ini tentunya perlu diasah sejak dini. Seperti kita tahu, masa usia 1-5 tahun adalah masa eksplorasi dimana orangtua harus mendukung tahap penting ini, salah satunya mengajarkan kreativitas.

Masa anak-anak merupakan usia untuk belajar, menjelajah, bertanya, bermain, berkreasi, dan belajar keterampilan sosial dan sebagainya.  Tugas orangtua adalah senantiasa memberikan stimulasi bagi sang anak sejak dini guna membantu mengasah kreativitasnya.

Perlu kita tahu, sel-sel otak dibentuk sejak janin berusia 3-4 bulan. Lalu, mulai usia kehamilan 6 bulan, dibentuklah hubungan antarsel sehingga membentuk rangkaian fungsi-fungsi. Setelah lahir sampai umur 3 tahun, jumlah sel bertambah dengan cepat mencapai miliaran tetapi belum ada hubungan antar sel-sel tersebut.

Nah, kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan antar sel otak tersebut ditentukan oleh stimulasi (rangsangan) yang dilakukan oleh orangtua. Semakin bervariasi rangsangan yang diterima maka semakin kompleks hubungan antar sel otak. Semakin sering dan teratur stimulasi yang diterima, maka semakin kuat hubungan antar sel otak tersebut. Semakin kompleks dan kuat hubungan antar sel otak, maka semakin tinggi dan bervariasi kecerdasan anak di kemudian hari.

Oleh karena itu, jika kita menginginkan anak yang kreatif maka harus dilakukan stimulasi setiap hari pada semua sistem indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, penciuman, pengecapan), gerak kasar dan halus kaki, tangan dan jari-jari, dan lainya. Tentunya dengan cara stimulasi yang menyenangkan, dengan suasana bermain dan kasih sayang. (hil)

Freepik.com