Mengasah kecerdasan Si Kecil (2)

Pahami tumbuh kembang anak

Mewujudkan pribadi generasi yang unggul dan cerdas di masa depan memang tidak bisa instan. Salah satu yang perlu orangtua pahami adalah mengenai tumbuh kembang anak.

Ya, untuk mengetahui kecerdasan  si kecil, rangtua perlu memahami perkembangan yang normal sehingga dapat dijadikan patokan atau ukuran dalam menentukan apakah seorang anak sudah mampu mencapai tahap perkembangan seperti anak seusianya atau belum.

Tentunya kecerdasan setiap tahapan usia berbeda. Misal, pada bayi ranah kecerdasan masih di seputar perkembangan kemampuan motor dan bahasa. Sementara pada usia balita, kemampuan ini berkembang menjadi kemampuan motorik kasar, motorik halus, bahasa, hingga kemampuan personal, dan sosial.

Pemahaman akan setiap tahapan tumbuh kembang anak akan menuntun orangtua mengetahui nutrisi terbaik dan stimulasi yang harus diberikan sesuai perkembangan usia si kecil.

Perhatikan Gizi Anak

Sirkuit jaringan otak terbentuk sejak di dalam kandungan dan berkembang pesat pada tahun-tahun pertama setelah ia dilahirkan.

Oleh sebab itu sejak kehamilan, seorang wanita penting memenuhi kebutuhan zat gizi untuk calon bayi yang dikandungnya dan terus berlanjut sampai anak dilahirkan.

Nah, ketika anak berusia 2 tahun, sirkuit otak sudah terbentuk sekitar 80 persen dan mencapai 90-95 persen ketika ia berusia 6 tahun. Dengan demikian, 6 tahun awal merupakan periode yang sangat penting bagi pembentukan sirkuit otak si kecil.

Selama masa tersebut, nutrisi dan stimulasi otak menjadi hal yang amat penting untuk diberikan kepada si buah hati karena ini merupakan masa terbaik untuk segala pembentukan kecerdasan si kecil.

Dengan pola makan bergizi seimbang, bayi akan tumbuh dan berkembang optimal, termasuk kecerdasannya. Jika orangtua tidak memperhatikan periode kritis ini, kegagalan tumbuh kembang akan terjadi dan berlangsung permanen, yang akan terbawa terus hingga dewasa.

Nah, kita dapat mengoptimalkannya dengan mengoptimalkan faktor kesehatan anak, melalui pemberian nutrisi tepat sejak janin di dalam kandungan hingga 5 tahun pertama kehidupannya (golden age), karena nutrisi berperan 30-40% dalam menentukan kecerdasan anak

Jangan lupa, nutrisi yang seimbang dan bergizi agar tumbuh kembangnya semakin optimal. Salah satu zat yang dibutuhkan untuk perkembangan anak adalah makanan yang mengandung zat besi, seperti daging, telur, dan ikan.

Makanan yang dikonsumsi ibu saat hamil memengaruhi perkembangan otak dan kecerdasan anak. Ada 2 cara memenuhi kebutuhan gizi ibu, yaitu :

• Mengonsumsi suplemen gizi

Konsumsi Omega-3 (DHA) sangat dibutuhkan oleh janin untuk perkembangan otak. Konsumsi suplemen yang mengandung asam folat (Vitamin B9), yang sangat diperlukan pada tahap awal pembentukan otak dan sumsum tulang belakang anak.

• Memperbaiki pola dan kebiasaan makan (food based), seperti memperbanyak sayuran dan buah berwarna, yang efektif menjaga suasana hati dan mengatur bahan kimia alami seperti serotonin

Setelah anak lahir, kebutuhan Omega-3 untuk perkembangan otak anak dapat dipenuhi dari ASI. Selanjutnya, setelah usa 6 bulan anak mendapatkan MPASI, dan cukupi kebutuhan gizinya dengan menu makanan seimbang.