Mengasah Kecerdasan si kecil (1)

Setiap orangtua tentu ingin buah hatinya tak hanya sehat tapi juga cerdas. Orangtua boleh jadi bangga bila buah hatinya meraih ranking terbaik di kelas. Atau, ketika mengetahui hasil tes IQ mencapai skor yang tinggi. Hasil kecerdasan kognitif dan akademis anak tak dipugkuri membuat kita merasa senang.

Akan tetapi, yang juga perlu kita pahami adalah bahwa masih banyak aspek kecerdasan lain yang penting dimiliki anak. Ya, Kecerdasan bukan sekedar kemampuan akademis/kognitif), tapi ada berbagai juga kecerdasan lainnya pada diri anak yang penting kita ketahui dan stimulasi dengan optimal.

Singkat kata, keberhasilan seorang anak di masa depan, tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atau kecerdasan kognitif. Namun, ada berbagai potensi kecerdasan lain yang perlu diasah.

Karena itu, orangtua perlu mengenali potensi kecerdasan majemuk di dalam diri anak. Potensi-potensi kecerdasan diungkapkan dalam teori Multiple Intelligences yang dikemukakan Dr. Howard Gardner, seorang peneliti dari Harvard University.

Gardner melihat bahwa setiap anak adalah unik dan berbeda. Maka upaya pendidikan ataupun pelatihan yang akan diberikan pada anak pun sebaiknya berbeda-beda. Ia juga berpendapat bahwa setiap anak adalah cerdas pada bidangnya masing-masing. Gardner menegaskan bahwa tidak ada anak yang cerdas pada semua bidang.

Teori Multiple Intelligences tersebut mencoba memperbaiki atau mengubah pandangan umum bahwa semua anak adalah sama, sehingga semua anak harus dididik dengan cara yang sama dengan mata pelajaran yang sama, kegiatan atau aktivitas yang sama. 

Genetik dan Lingkungan

Ada beberapa faktor yang dinilai memengaruhi kecerdasan seseorang, di antaranya adalah:

-Faktor genetik

Menurut berbagai penelitian, diperkirakan inteligensi pada setiap individu dipengaruhi oleh faktor keturunan atau genetik. Akan tetapi, seberapa besar pengaruh genetik terhadap kecerdasan anak masih dalam perdebatan. Di luar faktor genetik ini, sebenarnya ada hal lain yang sangat memengaruhi kecerdasan. 

-Faktor lingkungan

Nah, yang sering kali luput dari perhatian kita adalah bahwa faktor lingkungan juga turut memengaruhi inteligensi seseorang. Dalam hal ini, orang terdekat seorang anak, yaitu orangtua yang memegang peran penting dalam mengasah atau menstimulasi kecerdasan anak.

Orangtua atau keluarga adalah pihak pertama yang selayaknya peka pada kemampuan anak, paling tahu karakter dan kepribadian anak sehingga paham bagaimana cara menstimulasinya. Orangtualah yang bertanggung jawab memberikan suasana lingkungan yang kaya fasilitas penunjang kecerdasan, stimulasi pendidikan dan pelatihan yang memadai bagi buah hatinya.

Boleh jadi anak yang cerdas secara kognitif, katakalah dengan IQ mencapai skor 150, akan tetapi kurang memiliki kemampuan adaptasi atau sosialisasi. Ia kurang pandai bagaimana cara menempatkan diri, bagaimana berperilaku dan cara berbicara dengan orang lain. Nah, kecerdasan sosial juga perlu diasah sehingga ia mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan keadaan dan situasi yang dihadapinya.

PENTINGNYA PERAN ORANGTUA

Sekali lagi, peran orangtua sangat penting dalam perkembangan kecerdasan anak. Terutama di masa golden age yang notebene momen yang sangat menentukan kecerdasan anak. Peran ayah dan ibu sama- sama penting dalam mengoptimalkan kecerdasan si kecil.