Cara Mengembangkan Karakter Anak dengan Graphotherapy

Tulisan tangan seorang anak tentu tidak muncul dengan sendirinya. Akan tetapi, tulisan tangan itu dipengaruhi oleh postur tubuh dan aktivitas otak. Nah, hal inilah yang perlu dikenali dan dipahami orangtua. Setelah kita mengetahui permasalahan yang dihadapi anak, selanjutnya adalah kita harus mencari jalan atau solusinya. Namun, seperti apa dan bagaimana caranya?

Salah satu upaya yang bisa kita lakukan adalah melalui graphotherapy. Graphotherapy adalah terapi yang didasarkan pada hubungan antara pikiran bawah sadar dengan tulisan tangan, sebagai dua jalan yang saling berhubungan. Nah, hubungan tersebut menghasilkan tulisan tangan yang merefleksikan pikiran bawah sadar seseorang.

Adapun tujuan graphotherapy adalah untuk mendapatkan perubahan yang spesifik yang dapat memperbaiki atau mengurangi, mengembangkan atau memperkuat karakter atau sifat seseorang melalui perubahan tulisan tangannya. Kemudian, usaha yang dilakukannya melalui graphotherapy tersebut kemudian akan menjadi respons yang otomatis dalam dirinya.

Lalu, apa saja langkah yang dilakukan dalam proses grafoterapi ini? Berikut di antaranya:

1. Menentukan masalah/perilaku yang akan diubah
Apa yang akan diubah melalui tulisan tangan didasarkan pada hasil analisis tulisan tangan anak yang baru saja dilakukan. Tidak disarankan menggunakan sampel yang sudah lama dibuat). Cobalah untuk menganalisis dengan menggunakan sample yang cukup banyak karena orangtua akan mendapat informasi yang lebih banyak.

2. Sarankan alternatif solusi terlebih dahulu
Tidak semua orang memerlukan terapi! Sebagai orang tua, Anda harus pandai memilih kasus mana yang memang memerlukan terapi dan kasus yang dapat diatasi dengan terapi yang dilakukan dengan aktivitas nyata. Misal, untuk meningkatkan percaya diri bisa dilakukan grapho therapy tapi kasus misal untuk mencapai tujuan hidup sebaiknya dilakukan solusi lainnya juga.

3. Tentukan prosedur terapi yang akan digunakan
Grafoterapi hanya disarankan untuk mengubah satu trait dalam satu waktu. Meskipun ada beberapa trait yang perlu diubah dari klien, namun lakukan selangkah demi selangkah. Maksud trait itu adalah, misal mau meningkatkan rasa percaya diri, perbesar hurufnya. Satu  kali terapi harus 1 goal, tak boleh lebih sampai goal itu terwujud baru dilakukan terapi yang lain.

HAL PENTING LAINNYA

Grafoterapi sebaiknya tidak dilakukan untuk mengatur pembentukan kepribadian anak secara mutlak. Kenapa? Karena tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui dan mempredisksi seorang anak akan menjadi apa di masa depan. Oleh karena itu, terapi ini disarankan hanya untuk melakukan perubahan perilaku yang memang tidak baik bagi  anak tersebut (misalnya emosi yang terlalu berlebihan atau ketidaktelitian).

Graphotherapy bukan sekedar memperbaiki dari tulisan tangan, namun juga bisa dilakukan dalam bentuk latihan motorik halus. Ini bisa untuk semua umur tanpa terkecuali.


HANDWRITING

Perlu kita ketahui bahwa handwriting adalah brain writing.  Jadi, ketika menulis sebenarnya otak sedang berinteraksi dengan tubuhnya membentuk tulisan. Karena, itu jika stres berpengaruh terhadap postur tubuh secara keseluruhan. Kemudian, hal ini akan berpengaruh pada lengan dan pergerakan menulis. Jadi bukan hanya melihat apa isi tulisan, tapi juga bagaimana si otak menulis (brain writing)

Lalu, secara keseluruhan yang harus diperhatikan? Ini di antaranya:
1. Content

Konten ini adalah isi tulisan. Kita perlu mengetahui apa perbedaan konten baik sebelum dan setelah stimulasi.

2. Context

Konteks dalam hal ini membicarakan tentang postur tubuh, keluwesan menulis, kualitas tulisan, dan perhatikan detail seperti zona, base line, kemiringan tulisan, margin, tekanan dan lain-lain.

(Hil)

Foto: freepik.com