Bila Adik Cemburu pada Kakak

Biasanya kita sering mendengar bahwa seorang kakak cemburu terhadap adiknya. Terutama bila sang adik ini baru lahir dan jarak usia kakak hanya terpaut 2-3 tahun dengan si adik. Akan tetapi, apakah mungkin

Kecemburuan ini terjadi berbalik, dimana seorang adik yang notabene berusia batita justru cemburu terhadap kakaknya yang sudah sekolah?

Hhm…hal itu memang bisa saja terjadi. Seperti pada ilustrasi di atas, ‘konflik’ antara si batita Keisha dengan kakak Reza kadang cukup alot.  Latar belakang atau penyebab utama seorang adik cemburu terhadap kakaknya umumnya diawali karena seorang adik sudah semakin besar dan memiliki skill atau keterampilan tertentu.

Di sisi lain, si kakak merasa terancam dengan skill yang dimiliki adiknya tersebut. Akhirnya, sang kakak merasa perlu menonjolkan skill-nya di depan adiknya dengan cara yang mungkin sedikit agresif. Apalagi jika Mama-Papa memberikan perhatian lebih kepada kakak, lalu si adik merasa cemburu. Sang adik merasa dan menilai kakaknya mendapatkan perhatian yang lebih banyak atau sering ketimbang terhadap dirinya.

Misalnya, si kakak dibelikan sepeda baru karena ia sudah mampu untuk bermain sepeda sendiri. Lalu, papa lebih banyak menemani si kakak bermain sepeda. Atau contoh lain, bila si kakak punya skill menggambar yang cukup baik, sehingga membuat orangtua memfasilitasi kakak dengan berbagai les atau lomba tertentu. Hal ini membuat si adik merasa tidak perhatikan sehingga ia merasa cemburu.

MERASA TERANCAM

Nah sebenarnya apa sih arti dari rasa cemburu bila dipandang dari sudut psikologis? Kecemburuan didefinisikan sebagai kehilangan atau ancaman akan kehilangan sesuatu yang berharga karena orang lain atau rival. Kecemburuan ini hanya dapat muncul dalam sebuah hubungan yang dekat dan dianggap berharga. Biasanya obyek kecemburuan dalam kasus ini adalah kasih sayang dan perhatian dari orangtuanya

Lantaran itu, seorang anak batita bisa merasakan perasaan cemburu karena pada tahapan usia ini ia sangat egois dan tidak memikirkan perasaan orang lain. Ia juga merasa dirinya paling penting dan menganggap dirinya sebagai pusat perhatian. Alhasil, bila anak ini tidak menjadi pusat perhatian, maka muncul rasa cemburu dengan orang sekitarnya. Bahkan ia menunjukkan perilaku agresif sebagai perwujudan rasa amarah atau kesal karena cemburunya itu

Di sisi lain, perlu juga diketahui, ternyata jenis kelamin anak juga ternyata memengaruhi rasa cemburu ini. Berdasarkan hasil penelitian, perasaan cemburu seorang anak akan cenderung lebih tinggi pada anak perempuan dibandingkan dengan anak laki-laki. Hal ini terjadi karena mungkin dipengaruhi oleh kepribadian dan temparemen si anak perempuan yang cenderung lebih sensitif dan lebih ekspresif dibandingkan anak laki-laki.

CEMBURU YANG WAJAR

Mama-Papa tentu tak perlu khawatir atau terlalu cemas bila terjadi kecemburuan adik terhadap kakak. Kecemburuan seorang anak terhadap saudara kandungnya ini masih tergolong wajar, asal tidak dibiarkan berlarut-larut. Pasalnya, kecemburuan seperti ini merupakan suatu fase seorang anak batita untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih matang. Dengan kejadian seperti ini, anak menjadi belajar bagaimana menyelesaikan masalah ketika terjadi konflik dengan saudara kandungnya.

Lalu bagaimana sikap Mama-Papa ketika si adik tampak menunjukkan rasa cemburunya pada sang kakak? Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

– Orangtua coba amati dulu. Ketika konflik antara adik-kakak terjadi, tidak perlu terburu-buru untuk membantu menyelesaikannya.

-Biarkan kedua anak tersebut mencoba menyelesaikan konfliknya sendiri.

-Bila kondisi makin memanas, orangtua dapat memisahkan anak terlebih dahulu.

-Biarkan keduanya tenang beberapa saat. Waktunya pun bervariasi tergantung karakter masing-masing anak.

– Setelah tenang, ajak anak untuk berdiskusi dan ketahui apa yang menjadi sumber masalah kecemburuan itu.

– Jelaskan pada anak dengan bahasa yang mudah dimengerti bahwa dua-duanya memberikan kontribusi dalam konflik yang terjadi.

-Bila kondisi sudah lebih tenang, orangtua dapat memberikan nasihat kepada si kakak dengan cara baik-baik dan tidak di depan si adik. Misalnya, “kakak tidak perlu pamer ke adik kalau punya sepeda baru, mending kakak ajak adik bermain bersama dengan sepeda baru kakak. Nanti kakak yang dorongin sepedanya, ya”.

-Begitu juga pada sang adik. Jelaskan kenapa kakak diberi hadiah sepeda. Kenapa dirinya belum mendapat sepeda seperti kakak. Lalu, ajak ia u(intuk bermain dengan sang kakak.

MEMINIMALKAN RASA CEMBURU

Dalam mengatasi konflik antara adik-kaka, peran orangtua sangatlah penting. Berikut poin-poin lain yang perlu diperhatikan Mama-Papa yaitu: 

-Perlu dingat bahwa setiap anak unik adanya sehingga akan lebih baik untuk tidak membanding-bandingkan apalagi dilakukan di depan anak.

-Orangtua juga akan lebih baik untuk seimbang dalam memberikan perhatian kepada anak-anak.

-Tak hanya memberi perhatian, tetapi juga mendengarkan serta menghargai pendapat dari setiap anak tanpa menghakimi. Alhasil, anak merasa dihargai oleh orangtua dan rasa cemburu kepada saudaranya pun akan lebih berkurang bahkan tidak ada sama sekali. (hil)

Foto: freepik.com