Ciri Anak Remaja Stres dan Butuh Pertolongan

 

Apakah anak bisa stress? jawabannya jelas saja bisa. Ada banyak orang tua yang tidak sadar bahwa sebenarnya anak merasa tertekan dan memendamnya. Mungkin sebagian orang tua harus beruntung karena anak kuat dalam menghadapi tekanannya. Bagaimana jika berdampak buruk? Lalu sebenarnya, seperti apa penyebab stres pada anak, ciri-ciri, dan bagaimana cara mengatasi stres tersebut? Berikut kita bahas dalam ulasan artikel ini.

 

Menarik Diri

Ciri paling pertama yang paling mudah dilihat adalah menarik diri. Umumnya anak usia remaja merasa stres ataupun tertekan sehingga mereka sudah tidak nyaman lagi, berada di lingkungan. Termasuk keluarga ciri ini seringkali terjadi dengan cara mereka menarik diri dari keluarga dan juga pergaulan serta menutup diri. Begitu ada perubahan terjadi ada baiknya untuk langsung mengkonfirmasi kejadian yang ada. Sehingga dapat membantu anak-anak untuk bisa terlepas, dari adanya rasa tertekan ataupun stres tersebut.

 

Mudah Takut

Ciri kedua yaitu anak merasa takut jadi lebih mudah menyerang. Di mana aja yang satu ini seringkali dialami oleh banyak anak hanya saja tanpa disadari. Mereka lebih mudah ketakutan, takut dengan ruang gelap tak mau ditinggal orangtua dan juga menghadapi orang asing, atau bahkan orang baru.

 

Tambah lagi mereka sulit beradaptasi untuk bertemu dengan orang-orang baru ataupun teman-teman yang ada. Di dalam kehidupan mereka, apabila hal tersebut merupakan sosok pemberani sebelumnya perubahan ini bisa menjadi ciri yang paling mudah. Untuk dilihat apabila orang tersebut mengalami stres.

 

Muncul Sakit Fisik

Ciri ketiga yaitu mengalami kondisi sakit tanpa penyebab yang jelas. Mengutip dari american psychological association menyebutkan bahwa gejala fisik ini terjadi akibat berbagai hal mulai dari psikosomatis dan lain sebagainya. Jika stres muncul maka mereka akan mengalami keringat dingin sakit fisik, bisa sakit perut, pusing, dan lainnya, muncul dengan waktu yang beragam dan sembarang.

 

Namun ketika diperiksa ke dokter, tidak ada sakit yang dialami. Karena reaksi tersebut terjadi akibat adanya kondisi stres yang dialami. Bahkan beberapa anak yang mungkin mengalami kondisi pemulihan di sekolah menghadapi pembullyan. Hal tersebut akan dialami ketika anak setiap hari berangkat sekolah.

Sulit Tidur

Ciri keempat yang wajib diketahui yaitu adanya perubahan sulit tidur terutama kebiasaan untuk bisa terlelap dalam waktu yang cukup lama. Selain itu juga umumnya mereka terbangun di tengah malam karena mimpi buruk dan sulit untuk tidur kembali. Hal ini jelas saja membuat kualitas tidur anak menurun dan jam tidurnya berkurang. Ditambah lagi mereka akan mudah mengantuk ketika belajar di siang hari.

 

Sulit Konsentrasi

Pernah melihat anak dengan kondisi bengong atau tatapan kosong? jika iya maka mereka sedang mengalami kondisi sulit untuk bisa hidup normal karena sedang stress atau tertekan. Bahkan efek sulit berkonsentrasi ini akan terjadi pada remaja yang sedang stress karena berbagai hal. Mereka akan sulit mendengar dengan baik apalagi perintah, dan berdampak apda akademik yang mereka miliki.

 

Itulah deretan ciri yang mudah dikenali oleh orang tua, apabila sang anak remaja sedang dalam kondisi stress ataupun sedang tertekan. Bantu dan tanyakan apakah kendala tersebut membuat mereka kesulitan apalagi kehilangan kepercayaan diri. Mengingat tak jarang rasa stress tersebut menimbulkan masalah kesehatan mental remaja lho.

Foto : freepik.com

Alasan Disiplin Orang Tua Diabaikan Remaja

Banyak orangtua yang merasa kesulitan ketika mereka harus menghadapi anak yang sudah memasuki usia remaja. Bukan hanya cara berpikiran yang akan berubah. Tetapi juga sikap dan juga mungkin pengaruh lingkungan untuk itu ada beberapa penyebab ataupun alasan, mengapa anak remaja sulit untuk bisa menerapkan disiplin yang diberikan oleh orang tuanya. Berikut ini informasi selengkapnya.

 

Strategi Disiplin yang Berbeda

Setiap anak memiliki tingkat disiplin dan juga toleransi yang berbeda sehingga terkadang orang tua hanya berpikir bahwa untuk melakukan disiplin yang adil. Misalnya kakak dan juga adik harus memiliki penerapan yang sama, padahal sebenarnya strategi disiplin bisa saja berbeda.

 

Hal ini tentu menjadi tantangan bagi orang tua terutama bagi yang memiliki lebih dari satu anak. Bagaimana cara menyesuaikan strategi untuk bisa mendisiplinkan anak dengan tujuan yang sama. Walaupun caranya berbeda saat memutuskan untuk mendisiplinkan anak pertimbangan semua kebutuhannya.

 

Misalnya saja sang kakak tidak pernah terbiasa untuk meletakkan sepatu di di rak sepatu sedangkan adiknya melakukan hal tersebut namun tidak terbiasa untuk menyikat gigi di pagi hari. Kedua hal kegiatan tersebut sama-sama tidak disiplin, padahal kegiatannya berbeda. Orangtua harus memiliki metode yang berbeda bukan berarti tidak adil namun disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan.

 

Disiplin dan Galak, dua hal berbeda

Hal kedua yang harus diketahui oleh orang tua yaitu banyak sekali para ibu ataupun ayah yang berpikir bahwa disiplin dan juga galak sama halnya. Ada hal kedua hal tersebut sangat berbeda jauh disiplin bukan berarti galak, tetapi konsisten dan juga tegas dengan yang diberikan.

 

Sehingga tidak ada toleransi ataupun alasan yang dapat membantahnya kecuali ada urgency tertentu. Tetapi jika galak umumnya orang tua hanya bisa marah dan juga melampiaskan atau menyalahkan sang anak. Tidak menuruti aturan tersebut tanpa memberikan atau jelaskan mengapa anak harus mengikuti aturan yang diberikan.

 

Pahami Karakter Anak

Alasan ketiga kenapa seringkali sikap disiplin orang tua tidak bisa didengarkan oleh anak remaja. Karena pendekatan yang dilakukan oleh orang tua seringkali sembarang dan dan asal hal ini dikarenakan orang tua merasa bahwa mereka memahami sifat dan juga karakter yang dimiliki oleh anak-anak. Tetapi orang tua perlu ingat bahwa anak memasuki masa remaja.

 

Maka akan ada banyak faktor yang mempengaruhi mulai dari sifat anak tersebut hingga kondisi lingkungan tempat mereka tumbuh dan juga berkegiatan. Sehingga bagi orang tua kita juga jangan pernah lelah untuk mempelajari apa yang berbeda dan berkembang dari diri anak kita. Mulai dari emosi dan juga pikirannya. Jangan sampai kepentingan dan juga perasaan seolah-olah anda sebagai orangtua adalah segalanya merasa bahwa apa yang dimiliki oleh seorang anak paling anda paham.

 

Jelaskan Makna Disiplin

Selanjutnya alasan kenapa penerapan disiplin tidak bisa di terapkan atau dipahami oleh anak remaja. Karena banyak orangtua yang ingin anaknya paham dan juga setuju dengan berbagai aturan serta metode disiplin yang diberikan oleh orang tua, tanpa membantu menjelaskan ataupun memberikan keterangan yang lengkap. Kenapa anak tersebut harus mematuhinya? padahal anak remaja sudah bisa berpikir walaupun mereka masih sering terpengaruh oleh emosi.

 

Itulah deretan alasan dan juga penyebab kenapa sikap disiplin orang tua tidak didengarkan oleh anak remaja. Sebenarnya masih banyak lagi tantangan yang mungkin terjadi dan hal tersebut harus dipahami oleh orang tua. Sehingga anda bisa mencari metode dan juga cara yang tepat untuk bisa merubah dan juga menerapkan sikap disiplin. Sehingga didengarkan oleh anak.

Foto : freepik.com

Bagaimana Orangtua Mendukung Anak Memasuki Masa Remaja

 

Kehidupan ataupun masa remaja merupakan salah satu fase kehidupan yang harus dilalui oleh semua manusia. Termasuk salah satunya orang tua yang mungkin kesulitan, bagaimana caranya bisa menghadapi anak remaja.

 

Mereka yang memasuki usia pubertas dan juga masa untuk mencari jati diri. Tidak mudah memang, namun ternyata ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua yang dapat membantu anak sukses di masa sekolah menengah pertama dan masa remaja. Kira-kira seperti apa ya tips yang dimaksud? berikut ini akan kita bahas secara lengkap.

 

Suasana Belajar Berbeda

Hal pertama yang harus dipahami ketika memutuskan untuk membantu ataupun mendukung kesuksesan anak remaja. Mereka yang baru memasuki atau duduk di bangku sekolah menengah pertama, yaitu menciptakan suasana dan juga tempat belajar yang berbeda ketika mereka lulus sd dan memasuki masa menengah pertama.

 

Mereka pasti berpikir bahwa mereka baru memasuki dunia yang berbeda dan tentu saja ada perasaan, bahwa mereka sudah dewasa. Hal ini sangat wajar terjadi karena kehidupan menengah pertama seringkali ditunggu oleh banyak anak. Sehingga mereka bisa bebas dan juga hidup sebagai anak remaja. Untuk itu bukan hanya nonakademik tetapi secara akademik orang tua bisa mendukung hal tersebut.

 

Kesibukan Bertambah

Seiring berjalannya waktu anak remaja akan paham bagaimana kehidupan di sekolah menengah pertama mereka akan memiliki kesibukan yang bertambah banyak. Disertai dengan tugas yang mungkin bertambah banyak kegiatan di luar sekolah, dan lain sebagainya. Dalam hal ini orang tua bisa mendukung dengan cara membantu anak untuk bisa mengatur waktu dengan tepat.

 

Mulai dari kapan mereka harus beristirahat bagaimana mereka bisa bersenang-senang dengan teman-temannya, dan juga kapan mereka harus belajar. Jika semua sudah teratur sesuai dengan waktunya pasti anak akan merasa terbiasa, dan bisa beradaptasi dengan kehidupan masa remajanya. Mengatur waktu bukan berarti membatasi mereka untuk melakukan kegiatan yang diinginkan orang tua ya. Tapi mengatur waktu membantu mereka untuk memanajemen waktu, ataupun kegiatan yang mereka lakukan termasuk bermain dan rekreasi.

 

Terlibat Kegiatan Sekolah

Cara ketiga yang bisa dilakukan untuk orang tua yang ingin, mendukung kehidupan anak remaja di sekolah menengah pertama, yaitu ikut terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah yang anak miliki. Sebenarnya beberapa anak mungkin akan merasa ragu dan bahkan malu karena orang tuanya terlalu ikut campur dengan urusan sekolah.

 

Tetapi bukan berarti kamu harus cuek atau tidak peduli, dengan kegiatan anak jelaskan bahwa apa yang mereka lakukan tidak ada kaitannya, dengan anda sebagai orangtua dan dukungan yang anda lakukan ke sekolah. Bukan bertujuan untuk mempermalukan anak namun membantu mendukung berbagai kebutuhan dan kegiatan sekolah.

 

Konsultasi dengan Guru

Memasuki masa remaja tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua termasuk salah satunya memastikan bahwa mereka tidak melakukan hal-hal buruk di sekolah. Selanjutnya cara yang bisa dilakukan oleh orang tua yaitu berbicara ataupun konsultasi dengan wali kelas dan juga guru yang ada di sekolah. Cobalah untuk bertanya bagaimana kehidupan anak anda. Mulai dari absensi kegiatan ekstrakurikuler dan juga pertemanan yang mereka bangun.

 

Nutrisi tercukupi

Terakhir tidak ada dukungan lain yang bisa dilakukan oleh orang tua. Selain menyiapkan makanan yang bernutrisi dan juga tempat yang nyaman untuk istirahat. Kedua hal ini mungkin berbeda setiap orangnya makanan yang enak sendiri mungkin berbeda bagi setiap orang.

 

Tetapi anak remaja membutuhkan asupan makanan yang cukup banyak, disertai dengan waktu istirahat yang baik untuk bisa membantu tumbuh kembang. Mereka menjadi lebih baik jika dilakukan. Hal ini bukan tidak mungkin bahwa anak remaja menghadapi masa mudanya dengan bahagia dan tidak mengalami kendala apapun.

Foto : freepik.com

Tantangan Orang Tua saat Memiliki Remaja

 

 

Orang tua memiliki tantangan yang sangat banyak. Ketika anak yang memasuki masa remaja mulai dari memperhatikan lingkungan ataupun pertemanan, yang dilakukan oleh sang anak, hingga kegiatan dan juga bagaimana emosi mereka akan berubah, dari anak-anak menjadi remaja.

Bagi orang tua yang baru saja memiliki anak remaja, mungkin informasi berikut ini bisa menjadi persiapa. Kira-kira tantangan apa saja yang akan ditemui oleh orang tua ketika anaknya memasuki usia remaja.

  1. Perubahan kebiasaan

Pertama adalah perubahan kebiasaan untuk berbicara ataupun menghabiskan waktu dengan orang tua. Hal ini sangat wajar terjadi terutama jika kamu memiliki anak laki-laki mereka sudah memiliki dunianya sendiri. Sehingga merasa tidak cocok ataupun kurang paham dengan berbagai kegiatan orang dewasa, mereka menganggap bahwa kegiatan orang dewasa berbeda dengan kegiatan anak remaja.

Namun juga tidak seperti anak-anak sehingga frekuensi untuk bisa pergi dan juga bersama dengan orang tua akan menurun. Mulai dari mereka tidak ingin diajak pergi ke undangan atau bertemu dengan keluarga dan juga jalan-jalan atau menghabiskan waktu di luar. Jika hal ini terjadi sebagai orangtua. Kamu harus bisa menyikapinya secara bijaksana. Biarkan mereka menghabiskan waktu sebagai anak remaja, namun jangan sampai menghilangkan kebiasaan untuk quality time bersama keluarga.

  1. Ketahui Lingkungan Baru Mereka

Tantangan ke-2 yakni pertemanan ataupun orang baru yang hadir dalam kehidupan anak. Hal ini dikarenakan adanya lingkungan baru. Misalnya saja anak remaja yang baru masuk ke bangku sekolah smp ataupun mereka yang baru lulus SMP dan masuk ke bangku sekolah SMA. Hal ini menjadikan mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan hal tersebut.

Nyatanya tidak mudah ditambah lagi mereka akan menemukan, atau mencoba untuk berteman dengan orang baru. Cobalah untuk hargai lingkungan dan juga pertemanan yang telah mereka buat. Mengawasi dan juga memimpin anak-anak untuk bisa menemukan teman yang tepat memang sangat penting.

  1. Perubahan Suasana Hati

Tantangan ke-3 adalah perubahan emosi hal ini seringkali terjadi dan menjadi salah satu tantangan utama bagi orang tua atau bahkan keluarga. Beberapa dari anggota keluarga yang mungkin sudah dewasa seringkali tidak paham, kenapa adiknya atau anggota remaja yang muncul di keluarga mereka memiliki permasalahan ataupun kehidupan yang sangat rumit.

Padahal sebenarnya anak remaja memiliki perubahan suasana hati yang beragam dan seringkali cenderung ke arah yang lebih buruk. Misalnya marah, emosi, dan sebagainya sehingga sebagai keluarga dan juga orang tua kita harus bisa menemukan metode yang tepat untuk bisa menenangkan mereka dan juga memberikan pemahaman. Sebenarnya keluarga merupakan lingkungan yang paling nyaman, untuk membiarkan mereka menunjukkan atom ekspresikan apa yang mereka rasakan.

  1. Karakter yang Berubah

Ketika anak memasuki usia remaja maka akan ada banyak sekali hal baru yang muncul mulai dari kebiasaan hingga karakter yang mungkin tidak terlihat. Ketika masih kecil namun terlihat semakin kuat ketika mereka dewasa, hal ini mungkin akan sering mengejutkan orang tua.

Tetapi bukan berarti kamu sebagai orang tua bisa memberikan respon buruk akan hal tersebut bagaimanapun juga anak remaja pasti berusaha untuk bisa bersikap baik. Sebenarnya mereka menghadapi hal baru yang mungkin bisa menjadi masalah ataupun ketakutan tersendiri.Cobalah untuk tetap dampingi mereka, dan pastikan bahwa orang tua selalu menunggu anak untuk siap menjadi dewasa.

Foto : freepik.com

Cara Bijak Hadapi Remaja Berpacaran

 

Tidak bisa kita pungkiri bahwa perkembangan anak remaja terutama di zaman sekarang ini memang sangat besar. Sehingga orangtua harus ekstra hati-hati dan juga mencoba untuk bisa mengawasi pergaulan yang mereka lakukan. Namun tidak membatasi dan juga mengekang. Salah satunya adalah ketika kamu menemukan anak remaja yang ternyata mulai pacaran. Bagaimana sih cara bijak untuk menghadapinya berikut ini informasi lengkapnya.

  1. Respons yang Tepat

Pertama yang harus dihadapi oleh orang tua ketika menemukan anaknya ternyata sudah pacaran di usia remaja yaitu memberikan respon yang tepat. Hal ini dilakukan karena apabila orang tua sudah marah atau emosi terlebih dahulu. Umumnya anak remaja akan mencoba untuk menutupi apa yang telah mereka lakukan, dan cenderung untuk membangkang atau menghindari adanya aturan yang diberikan oleh orang tua.

Baik secara terang-terangan maupun diam-diam. Jangan sampai anak tersebut melakukan kebohongan atau bahkan diam-diam melakukan pacaran tanpa diizinkan, dan diketahui oleh orang tua dampaknya akan semakin buruk. Sehingga respon menjadi hal yang paling penting cobalah untuk dengarkan dan juga bijaksana dalam menanggapi respon anak-anak. Bahkan beberapa orang tua mencoba untuk menanggapi dengan santai dan memberikan ledekan atau ejekan.

  1. Usia Tepat

Selanjutnya hal yang bisa dilakukan untuk bisa memahami, ataupun melakukan cara dan respon bijaksana, ketika menemukan anak remaja pacaran yaitu memastikan bahwa mereka telah memasuki usia yang seharusnya. Menurut penelitian dan juga beberapa instansi menganggap bahwa hormon anak remaja terus berkembang. Namun usia yang cukup untuk memahami sebuah hubungan dan melakukan pacaran yaitu di usia 16 tahun.

Di indonesia sendiri usia tersebut masuk ke dalam salah satu usia yang cukup dini umumnya orang tua mengizinkan anak pacaran. Ketika berusia 17/18 tahun dengan begitu apabila kamu sebagai orang tua. Ternyata menemukan anak pacaran dengan usia yang lebih muda dari usia tersebut. Ada baiknya kamu bantu mengarahkan sebagai orang tua dan dengarkan alasan mereka, kenapa memutuskan untuk menjalin hubungan di usia yang sangat muda.

  1. Dengarkan Cerita Mereka

Ketika memastikan untuk mendengarkan cerita dari anak remaja ternyata mereka sudah memiliki hubungan romantis ataupun berpacaran. Maka acara selanjutnya yang bijaksana yaitu menanggapi atau mendengarkan cerita mereka secara lengkap. Pastikan kamu paham sebagai orang tua apa saja sih yang diinginkan oleh sekarang dan kenapa mereka memutuskan untuk menjalin hubungan dengan pasangannya.

Ada alasan tertentu, bahkan tidak jarang loh sebenarnya anak remaja itu tidak paham apa itu pacaran. Mereka hanya tidak ingin diledek oleh teman-temannya atau mereka hanya terbawa oleh lingkungan karena iri, dengan teman yang sudah berpacaran. Jangan sampai respon yang tidak bijaksana, menyebabkan anak-anak merasa malas atau cenderung menutup diri dan merasa pesimis terlebih dahulu.

  1. Membimbing dan Mengawasi

Cara bijak lainnya untuk menanggapi anak yaitu memastikan bahwa kamu sebagai orang tua membimbing bukan melarang,  apalagi mendikte. Jika memang anak remaja kamu ternyata sudah memasuki usia yang memang wajar untuk memiliki pasangan misalnya 16 tahun atau 17 tahun. Maka kita tidak bisa melarang apa yang mereka lakukan namun bukan berarti mengizinkan kamu harus tetap bisa membimbing dan juga mengawasi hubungan yang mereka lakukan.

Bahkan tidak jarang banyak orang tua yang membiarkan pasangannya untuk main di rumah. Sehingga orangtuanya bisa tahu apa yang anaknya lakukan sekedar ngobrol,  makan keluar bersama dan juga nonton bersama teman-teman bukanlah hal yang salah. Biarkan mereka menikmati masa muda dan jangan lupa bantu awasi anak remaja yang kamu miliki. Dengan adanya bantuan tambahan misalnya lingkungan atau teman-teman.

Foto : freepik.com

5 Tips Menghindari Anak Remaja Kecanduan Film Porno

 

Film biru ataupun film porno merupakan salah satu hal yang sangat buruk. Jika hal tersebut sudah mengenai anak remaja bahkan untuk orang dewasa. Sekalipun film porno bisa bersifat adiksi atau kecanduan menyebabkan kerusakan mental, dan juga pikiran.

Lantas bagaimana sebagai orang tua kita membantu untuk menjauhi anak remaja agar tidak terkena kecanduan film porno. Apalagi mengenal hal tersebut. Mungkin beberapa tips berikut ini bisa dilakukan oleh orang tua.

  1. Orang Tua Sumber Informasi Pertama

Tips pertama yang bisa dilakukan untuk melindungi anak remaja. Agar tidak terkena hal tersebut yaitu menjadikan orang tua sebagai sumber informasi pertama yang mereka percaya. Mungkin hal ini terlihat sepele namun ternyata banyak kalau orang tua hanya hanya menyalahkan anaknya, tanpa berpikir bahwa sebenarnya anak remaja memang memiliki keingintahuan yang tinggi.

Sehingga tidak ada jalan lain kecuali menjadikan orang tua sebagai sumber informasi pertama, yang bisa menjelaskan berbagai hal kepada anak. Ingat bahwa anak remaja sudah bisa berpikir, mana yang baik dan juga tidak mereka juga bisa mengetahui dan juga mencerna informasi yang ada.

  1. Perhatikan Tontonan Mereka

Selanjutnya tentu saja membatasi tontonan dan juga melihat jenis film, ataupun tontonan yang mereka pilih. Umumnya anak remaja sering merasa tidak nyaman atau merasa dibatasi oleh orangtuanya. Tetapi hal ini sebenarnya bertujuan untuk membantu anak agar tidak terjebak ataupun tahu film yang tidak baik seperti film porno, dan juga film yang memiliki pengaruh buruk lainnya.

  1. Pendidikan Seksual yang Sehat

Pendidikan seksual seringkali menjadi hal yang tabu bagi banyak orang terutama masyarakat indonesia. Padahal sebenarnya pendidikan seksual menjadi hal yang sangat penting. Memberitahu anak remaja akan hal-hal yang bersifat edukasi lebih penting dibandingkan dengan kita menutupi hal tersebut. Kemudian mereka mendapat informasi dari tempat yang salah pendidikan seksual sendiri bahkan gencar diajarkan di berbagai sekolah.

Untuk bisa membangun karakter dan juga penjelasan yang benar di berbagai sekolah di luar negeri. Namun di indonesia sendiri hal tersebut masih dibatasi oleh adanya norma dan juga agama. Sehingga anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi mencoba untuk mencari informasi dari sembarang tempat atau bahkan situs ilegal. Dengan begitu mereka seringkali terjebak dengan tontonan film porno. Sebaiknya sebagai orang tua kita membantu mengenalkan pendidikan seksual yang sehat dan tetap membatasi mereka.

  1. Lingkungan

Tips selanjutnya yaitu memantau atau melihat bagaimana lingkungan pertemanan yang mereka miliki. Umumnya beberapa anak remaja di indonesia terkena kecanduan film porno akibat tahu dari teman ataupun lingkungan, dimana mereka berteman. Hal ini tentu saja sangat disayangkan.

Karena kita mencoba untuk memberikan yang terbaik untuk anak sendiri tetapi ternyata harus hancur. Karena adanya lingkungan untuk itu cara yang paling mudah untuk bisa dilakukan yaitu memastikan, bahwa kamu tidak membiarkan mereka untuk terjebak dalam lingkungan yang salah.

  1. Tanamkan Normal dan Nilai Agama

Membatasi mereka untuk tidak mengetahui hal-hal yang bersifat pornografi. Terutama di era milenial yang sudah canggih teknologi ini , ukanlah sesuatu yang mudah untuk itu hal yang bisa dilakukan oleh orangtua. Cara lainnya yaitu membantu untuk membatasi kehidupan anak-anak antara yang baik dengan yang dengan menanamkan nilai norma dan juga agama yang baik kepada anak.

Dengan begitu mereka akan paham dan juga sadar bahwa hal tersebut merupakan hal yang tidak baik dan bisa memberikan efek yang cukup membahayakan. Tidak jarang banyak orangtua yang menanamkan nilai moral dan juga agama yang cukup baik. Sehingga anak-anak paham.

 

Foto : freepik.com

Cara Mengajarkan Anak Remaja Perempuan Hadapi Menstruasi

 

Tantangan memiliki anak remaja perempuan yaitu ketika mereka memutuskan untuk memasuki usia pubertas, dan juga mengalami menstruasi. Mungkin bagi para ibu terutama yang baru pertama kali memiliki anak remaja perempuan, akan bingung.

 

Tidak tahu harus bagaimana apakah yang harus dilakukan oleh sang ibu karena umumnya anak seringkali merasa bingung dengan respon ataupun kondisi menstruasi tersebut. Berikut ini data untuk orang tua yang ingin anak remaja yang mengalami menstruasi unuk pertama kali.

 

  1. Jangan Terlalu Panik

Pertama hal yang harus dipahami oleh orang tua. Jangan terlalu panik hal ini dikarenakan banyak orang tua ataupun khususnya para ibu, yang mungkin panik ketika mendapati anak remajanya mengalami menstruasi. Padahal jika orang tua saja dan terjadi hal yang salah pada kondisi tersebut. Justru sebaliknya harusnya menangkan  anak remaja yang pertama kali menstruasi. umumnya mereka akan merasa takut.

 

  1. Lakukan Pengecekan

Tips kedua yang bisa dilakukan ataupun dipahami oleh para ibu yaitu memastikan bahwa mereka memang mendapatkan menstruasi dan bukan karena terjadi hal lainnya. Hal ini bisa dibedakan dengan kondisi darah yang pertama kali keluar, umumnya berwarna coklat atau bahkan kehitaman sebagai tanda bahwa remaja tersebut. Pertama kali meluruhkan dinding rahim dan dan mendapati siklus menstruasi pertama kalinya.

 

Hal ini sebenarnya dilakukan untuk memastikan, bahwa anak remaja tersebut telah memasuki masa pubertas dan bukan terjadi pendarahan atau hal-hal yang tidak diinginkan. Sebagai ibu dan juga orang berpengalaman kamu pasti bisa membedakan dan juga mengetahui hal tersebut bukan.

 

  1. Jelaskan bahwa Menstruasi hal Wajar

Selanjutnya adalah memastikan untuk menghindari rasa malu yang sering kali muncul pada anak remaja perempuan. Hal ini dikarenakan mereka seringkali berbicara dengan teman ataupun ngobrol mengenai kehidupan mereka, termasuk kapan mereka berhasil untuk memasuki masa pubertas dan juga menstruasi.

 

Di indonesia sendiri anak perempuan yang mengalami menstruasi di usia 10 hingga 11 tahun umumnya seringkali disebut sebagai anak yang centil. Akibat masa menstruasi yang datang di usia muda padahal kondisi tersebut. Tidak terpengaruh justru sebaliknya sang ibu ataupun orangtua, harus bisa menjelaskan bahwa anak perempuan yang berhasil mendapatkan menstruasi sesuai dengan usianya. Maka mereka memiliki tubuh yang sehat.

 

  1. Ajarkan Tata Cara yang Benar

Selanjutnya adalah jelaskan bagaimana untuk menghadapi agar menstruasi dimulai dari cara menggunakan pembalut atau tampon atau bahan lainnya, yang mungkin lebih nyaman untuk digunakan. Ajarkan juga bagaimana tahapannya untuk bisa membersihkan serta menghadapi suasana hati yang seringkali memburuk, ketika dalam fase menstruasi tentu jelaskan juga bagaimana mereka bisa memahami siklus dari menstruasinya.

 

  1. Tanda Memasuki Usia Remaja

Terakhir, hal yang bisa dilakukan oleh para ibu. Membantu menjelaskan bahwa siklus menstruasi merupakan hal yang yang bisa menjadi tanda bahwa seorang anak remaja perempuan sudah masuk dalam masa pubertas. Sehingga mereka bukan hanya bisa menjaga diri dan juga memastikan bahwa mereka menjaga kebersihan. Namun tanda pubertas ini juga menjadikan salah satu cara ibu untuk mengajarkan kepada mereka. Bahwa anak remajanya bukanlah anak kecil lagi. Sehingga mereka lebih bertanggung jawab dan juga lebih mengutamakan prioritas serta berbagai hal nya.

Foto : freepik.com

Ciri Pubertas Anak Remaja Laki-Laki

Ciri Anak Remaja Laki Laki

Mencari pola asuh yang tepat untuk anak remaja bukanlah sesuatu yang mudah. Karena ada banyak sekali tantangan yang harus ditemui oleh orangtua. Terutama ketika kamu memiliki anak remaja laki-laki. Ada beberapa ciri pubertas yang wajib ibu atau ayah tahu ketika anak laki-laki sekarang sudah memasuki makanya.

  1. Perubaha Fisik

Ciri pertama yang wajib diketahui apabila anak remaja laki-laki sudah memasuki usia pubertas yaitu bentuk tubuh yang semakin berkembang dan juga berubah. Umumnya secara eksternal kita bisa melihat dan juga memperhatikan bentuk tubuh seorang anak laki-laki.

Mereka terkadang memiliki badan yang gempal tiba-tiba berubah menjadi kurus dan melebar ototnya ataupun sebaliknya mereka yang memiliki tubuh yang kecil. tiba-tiba menjadi besar dan juga bongsor. Hal ini berubah seiring dengan adanya nutrisi makanan dan juga pola makan yang dilakukan ditambah lagi perubahan tubuh ini sangat wajar terjadi. Bagi anak-anak yang memang sudah memasuki usia pubertas.

  1. Perubahan Suara

Ciri kedua yang tidak jarang terjadi yaitu adanya perubahan suara umumnya perubahan suara ini memang seringkali menimbulkan rasa malu. Di antara anak remaja laki-laki tetapi suara yang berat ini sebenarnya menjadi tanda, bahwa adanya pita suara dan juga kotak suaranya bertambah secara massa. Sehingga berubah menjadi lebih berat dan mungkin suaranya menjadi lebih rendah pubertas ini menunjukkan antara perubahan anak yang sudah bukan anak-anak lagi.

Tetapi sudah memasuki usia remaja tidak perlu khawatir dan juga dukung anak untuk bisa berbicara atau bersuara dengan baik. Ingat jangan meledek mereka di depan teman-temannya ya. Karena hanya akan menimbulkan trauma atau rasa tidak suka dan malu.

  1. Ketertarikan kepada Lawan Jenis

Ketertarikan pada lawan jenis merupakan hal yang sangat wajar hal ini dikarenakan adanya pertambahan usia dan juga hormon yang dimiliki oleh seorang anak remaja laki-laki. Namun ketertarikan tersebut haruslah batasi dan juga diarahkan ke hal yang benar. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ketika orang tua menanyakan, mengenai siapa perempuan yang mereka sukai atau seperti apa fisik dari perempuan yang mereka sukai. Mungkin mereka tidak akan menjawab secara jujur. Tetapi kamu bisa memastikan bahwa mereka masih dalam jalur yang benar. Kamu tidak bisa menahan hal tersebut namun bisa mengelolanya sebagai orang tua.

  1. Perubahan Suasana Hati

Bukan hanya wanita saja lho, yang bisa merasakan perubahan suasana hati tetapi anak remaja laki-laki juga bisa mengalami hal tersebut. Adanya perubahan suasana hati ini sebenarnya dipengaruhi oleh hormon yang ada di dalam tubuh anak remaja laki-laki. Sehingga kamu tidak perlu khawatir dan juga takut sebagai orang tua kamu hanya bisa menanyakan mengenai kenyamanan mereka dan tidak bisa membantu ataupun mengatasi hal tersebut. Tahapan ini dapat membantu mama dalam mengidentifikasi pola pertumbuhan yang dimiliki oleh sama anak.

  1. Kematangan Seksual

Terakhir ciri pubertas yang dialami oleh anak remaja laki-laki yaitu adanya perkembangan kematangan seksual. Sebenarnya kematangan seksual ini dimulai dari tahap pra pubertas yaitu berusia 9 tahun dan akan berjalan hingga di atas 17 tahun. Ciri dari kematangan seksual ini mulai dari secara fisik dan juga dialami secara mental.

Hal inilah yang mungkin menjadi salah satu tantangan bagi banyak orang tua karena seringkali orangtua merasa ragu ataupun malu dan bingung. Bagaimana caranya menanyakan mengenai peringkat kematangan seksual. Hal ini merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan. Cobalah cari cara bagaimana untuk memastikan bahwa mereka masih dalam perkembangan mental yang sehat dan tidak menyimpang.

Foto : freepik.com

 

Cara Menghadapi Anak Remaja yang Suka Berbohong

Berbicara mengenai cara mendidik ataupun pola asuh yang dimiliki, oleh masyarakat Indonesia, memang sangat beragam apalagi di era milenial seperti sekarang ini. Sudah banyak orangtua yang mempelajari berbagai pola asuh untuk anaknya. Sehingga menjadi lebih baik salah satunya adalah mengajarkan anak remaja yang mungkin mengalami banyak sekali kesulitan.

 

Salah satu kelas yang sulit untuk diterapkan karena orangtua merasa bingung adalah menemukan bahwa anak remajanya sering melakukan kebohongan. Lantas kira-kira bagaimana ya cara menghadapi anak remaja yang sering bohong. Mungkin berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan?

 

  1. Respon Sangat Penting

Pertama terapan disiplin dengan bijaksana cara orang tua untuk bisa merespon ketidakjujuran merupakan tantangan yang seringkali dihadapi oleh orang tua. Saat ini bukan hanya mendorong anak untuk lebih melakukan kebohongan di masa depan. Terkadang banyak orangtua yang meresponnya dengan marah, seolah orang tua tidak pernah melakukan kebohongan.

 

Hal ini sebenarnya bisa saja dilakukan namun remaja memiliki arena lain yang cukup tinggi. Sehingga mereka memungkinkan untuk melawan orang tua lebih besar lagi. Ingatlah bahwa keterbukaan akan mendorong kejujuran. Selain itu pahami ga dan jelaskan kepada mereka bahwa tujuan dari adanya kebohongan ini. Apakah karena kondisi yang sulit untuk diterima ataupun hal yang dilakukan saat anak, merupakan hal yang salah berikan hadiah kepada mereka, ketika sudah berhasil melakukan kejujuran dan juga saat mereka selesai untuk menghadapi kebohongan.

 

  1. Meluruskan Persepsi

Cara kedua yang bisa dihadapi apabila menemukan anak remaja berbohong yaitu meluruskan persepsi. Apabila anak remaja berbohong karena adanya imajinasi atau daya hal-hal yang dilakukan oleh mereka maka berikan respon positif. Lalu jelaskan kepada anak bahwa sebenarnya yang terjadi bukanlah sesuatu yang diinginkan.

 

Berikan juga alasan kenapa mereka melakukan tersebut misalnya saja seorang anak remaja berbohong memiliki nilai yang bagus. Padahal sebenarnya nilainya jelek? untuk itu cobalah luruskan sebagai orang tua kamu menerima nilai jelek anak. Namun apakah hal tersebut diiringi dengan perubahan atau tidak itulah yang sangat penting.

 

  1. Tanyakan Alasan yang Jelas

Umumnya seseorang melakukan kebohongan pasti karena ada alasannya tetapi kebanyakan anak remaja berbohong. Karena takut kesalahannya diketahui, dan pada akhirnya dimarahi atau mendapatkan hukuman yang tidak ingin mereka terima. Ada beberapa alasan lain yang mungkin bisa dilakukan mulai dari menarik perhatian, hingga ingin memperoleh keinginan yang belum terwujud.

 

Jika seperti ini terjadi maka cobalah ajak bicara anak remaja. Karena pada dasarnya mereka sudah bisa diajak bicara dan juga berfikir ceritakan kepada mereka. Apa yang diinginkan dan juga cari win-win solution nya. Dengan begitu mereka akan belajar untuk membuat konsekuensi dan memutuskan untuk bisa mengambil keputusan dengan tepat dan tidak berbohong lagi.

 

  1. Konsekuensi dan Hukuman Konsisten

Anak remaja yang berbohong merupakan salah satu kebiasaan buruk yang dilakukan. Sehingga jangan sampai dibiasakan atau didiamkan saja pembiasaan yang konsisten merupakan pola asuh selanjutnya yang wajib dilakukan. Ditambah lagi anak remaja ini bertujuan untuk bisa menentukan. Apakah hal berbohong tersebut merupakan hal yang ditoleransi atau tidak.

 

Apabila orang tua terus konsisten memberitahukan bahwa sebenarnya berbohong merupakan hal yang buruk. Maka kamu bisa mendapatkan pemahaman yang sangat jelas bahwa adanya aturan yang tertulis dan tidak tertulis, untuk menerapkan iya dan tidaknya sebuah aturan.

 

  1. Tanamkan Nilai Moral dan Agama

Terakhir tentu saja menanamkan nilai moral dan juga agama. Bagaimanapun juga anak remaja biasanya masih kesulitan untuk mencari jati diri. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh lingkungan baru sehingga mereka merasa keluarga, tidak diperlukan dan lingkungan baru lebih menarik. Cobalah bekali moral dan juga nilai agama sebanyak-banyaknya sehingga mereka tahu apa yang mereka lakukan salah.

Foto :freepik.com

 

Depresi dan Cara Penanganannya pada Remaja

 

 

Sebagian remaja pasti pernah mengalami masalah depresi. Dampak depresi yang dihasilkan pada remaja ini dapat membuat pikiran menjadi stress, gangguan kecemasan, dan bahkan bisa  memicu niatan untuk bunuh diri.

 

Dengan keadaan ini maka akan berdampak buruk pada kehidupan remaja pada saat di rumah, keluarga, lingkungan rumah dan sekolah. Untuk mengetahui apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi masalah depresi pada remaja simak penjelasannya dibawah ini.aa

 

Penyebab timbulnya depresi pada remaja

Faktor-faktor yang dianggap dapat mengakibatkan masalah depresi yang dialami oleh remaja yaitu sifat bawaan, hormon, kimia otak, pola pikir yang negatif, dan trauma.

 

Kebanyakan orang tua sulit untuk mengenali dan mendiagnosis terkait gejala depresi yang dialami pada anaknya.

 

Biasanya gejala depresi yang muncul ini sering dianggap sebagai perasaan yang timbul seiring dengan masa pubertas dan penyesuaian remaja. Akan tetapi depresi adalah gangguan dan masalah yang lebih dari kebosanan akut atau ketidaktarikan dengan sekolahan.

 

Ketika mengalami masalah depresi ini kebanyakan remaja akan menunjukkan tanda-tanda yaitu tampak sedih dan mudah tersinggung, minat yang menurun drastis, penurunan energi dan perubahan nafsu makan, perasaan bersalah dan kesulitan berkonsentrasi, dan lain-lain.

 

Gejala yang timbul pada remaja ketika depresi ini sangat sulit untuk disebut normal atau tidak, maka untuk mengatasi hal ini sebaiknya orang tua mengajak anak untuk berkomunikasi sebab dengan berkomunikasi orangtua dapat menilai terkait remaja yang dapat mengatur perasaannya atau tidak.

 

Apabila remaja tersebut tidak dapat mengontrol perasaannya, maka haruslah masalah ini didiskusikan untuk mencari solusi dan mengatasinya. Untuk mengatasi dan menangani masalah depresi pada remaja antara lain sebagai berikut :

 

Menceritakan Masalah Yang Dihadapi Kepada Orang Yang Lebih Dewasa

Untuk menangani masalah depresi pada remaja ini sebaiknya jangan memendam masalah sendiri dan coba untuk mendiskusikannya dengan orang tua atau orang dewasa yang dipercayai.

 

Memang pada dasarnya akan sulit dalam mengungkapkan perasaan ke orang lain terutama pada saat remaja itu memiliki perasaan yang tertekan, atau malu.

 

Namun ketika membicarakan suatu masalah yang dialami bukan berarti tidak baik, cacat, ataupun tanggapan buruk lainnya.

 

Akan tetapi dengan membuka dan menerima perasaan dengan seseorang maka para remaja akan merasa disupport dan tidak merasa sendirian.

 

Pola Hidup Sehat

Untuk memperbaiki suasana hati remaja ada baiknya memilih gaya hidup yang sehat dan menyenangkan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara makan secara teratur, berolahraga dan tidur yang cukup.

 

Kegiatan ini telah banyak terbukti meredakan kasus depresi pada remaja. Perlu dipastikan juga bahwa remaja memiliki waktu tidur yang cukup dan makan-makanan yang seimbang.

 

Selain hal itu juga jangan pernah memiliki pikiran untuk mengkonsumsi minuman keras, merokok, dan bahkan narkoba. Hal ini disebabkan karena benda-benda ini akan membuat gangguan depresi yang dialami  pada remaja akan semakin akut.

 

Terbuka Dan Jangan Memgurung Diri

Apabila memiliki masalah depresi dan mengurung diri di kamar hal itu justru malah memperburuk keadaan depresi yang sedang dialami.

 

Ada baiknya seorang remaja tetap selalu bersosialisasi dan terbuka untuk menghindari rasa depresi yang semakin berlebihan.

 

Hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi waktu dalam bermain sosial media dan bergabung dengan kegiatan atau aktivitas-aktivitas yang menyenangkan.

 

Kontrol Rasa Cemas

Bagi sebagian besar remaja mengalami stres atau kecemasan yang berlebihan ini akan timbul seiring berjalannya gangguan  depresi.

 

Adanya kecemasan ini akan dapat menguras energi emosional sehingga akan mempengaruhi kesehatan fisik remaja.

 

Rasa cemas dapat timbul dari berbagai macam hal contohnya ketika susah bergaul, grogi, atau kebanyakan pikiran.

 

Untuk mengatasi hal ini maka Coba menenangkan pikiran untuk mencari solusi dari permasalahan depresi pada remaja.

Foto : freepik.com