Deretan Manfaat Kacang Almond untuk Anak

 

Kacang lama merupakan salah satu kacang yang memiliki rasa yang sangat enak dan tentu saja dengan manfaat yang berbeda. Namun masih banyak orang tua yang merasa ragu kira-kira bagus tidak ya seorang anak diberikan kacang almond. Karena banyak orang tua indonesia sendiri berpikir bahwa anak yang mengkonsumsi kacang, akan lebih mudah diare dan juga merusak pencernaan. Padahal sebenarnya kacang yang satu ini memiliki segudang manfaat loh! Apa saja sih manfaat kacang almond yang bisa didapatkan untuk anak.

 

Perkembangan Otak

Pertama kacang almond dapat membantu menyehatkan perkembangan otak di mana anak-anak masih dalam fase tumbuh dan berkembang. Tentu orang tua pasti memberikan makanan yang sangat baik dan juga menutrisi tubuh mereka. Agar bisa berkembang dengan baik almond memiliki banyak protein tanpa lemak, yang dapat membantu mengembangkan fungsi otak.

 

Terutama fungsi kognitif serta meningkatkan kapasitas retensi memori. Sehingga anak menjadi lebih mudah untuk mengingat berbagai pelajaran suara, ataupun, gambar dan juga memorinya lebih baik. Ada beberapa penelitian yang telah dilakukan untuk membedakan antara anak yang rutin mengkonsumsi almond, dan juga anak yang tidak pernah mengkonsumsi almond.

 

Meningkatkan Energi

Apabila memiliki anak yang kurang berenergi dan juga lemah ataupun lesu setiap harinya mungkin, kamu bisa memberikan makanan yang satu ini berbeda dengan doping. Kacang almond sebenarnya mengandung mangan, tembaga, dan juga riboflavin yang dapat membantu menambah nutrisi dan juga energi untuk si kecil.

 

Sehingga mereka yang memiliki metabolisme sangat tinggi cocok sekali untuk mengkonsumsi makanan seperti almond ini. Ditambah lagi bagi mereka yang mengkonsumsi almond sebagai camilan. Maka dapat membantu menggantikan energi yang hilang. Terutama jika si anak yang sangat aktif dan juga berkegiatan di luar rumah ataupun di sekolah.

 

Menghindari Penyakit Kanker

Ada berbagai macam penyakit yang bisa saja menyerang anak karena adanya nutrisi yang tidak seimbang ataupun pola makan yang salah. Namun jika mengkonsumsi almond sebagai camilan secara rutin. Maka dapat membantu menghindari kemungkinan ataupun resiko adanya penyakit kanker di kemudian hari, dimana kacang almond ini mengandung vitamin dan juga mineral, yang nantinya dapat mencegah adanya kanker yang dapat menyerang terutama kanker di pencernaan.

 

 

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Apabila mengkonsumsi secara rutin kacang almond maka dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bukan hanya sayuran dan juga buah-buahan. Tetapi kacang almond juga mengandung vitamin, yang dapat membantu mencegah adanya resiko penyakit jantung koroner pada anak. Almond juga memberikan sistem kekebalan tubuh yang sangat baik dan cukup kuat seiring dengan berkembangnya waktu dan juga tumbuh si kecil.

 

Mencegah Sembelit

Selanjutnya manfaat yang bisa didapatkan tentu saja dapat membantu mencegah sembelit ataupun masalah pencernaan pada anak almond, bisa membantu meningkatkan jumlah serat yang ada di dalam tubuh. Sehingga dapat membantu merangsang pergerakan usus secara teratur daripada memberikan camilan yang tidak bermanfaat ataupun tidak sehat. Ternyata kacang almond ini bisa juga menambahkan nutrisi ke dalam tubuh. Sehingga dapat menggantikan camilan anak dan bukan hanya buah-buahan saja.

 

Apabila dikonsumsi secara rutin dengan takaran yang tepat kacang almond ini sangat bermanfaat untuk kesehatan, dan juga tumbuh kembang sang anak. Sayangnya, almon ddalam salah satunya, yang mungkin di indonesia harganya cukup tinggi. Tetapi dengan adanya segudang manfaat tersebut, tentu saja banyak orangtua yang tidak segan untuk membeli dan juga memberikannya kepada si kecil.

Foto : freepik.com

Fathering Brain, Peran Ayah Mengasuh Anak Melalui Dinamika Otak

Menurut Anda, Seberapa besar peran seorang ayah dalam pengasuhan anak? Lalu, bagaimana caranya agar seorang ayah dapat menjadi figur yang positif bagi buah hati?

Ya, ayah punya peran yang sangat penting dalam mengasuh dan mendidik anak.  Ada metode yang disebut fathering brain, yaitu bagaimana peran ayah dalam mengasuh dan mendidik buah hati dengan menggunakan dinamika otak yang bersinergi dengan anak.

Tentunya, hal-hal positif yang akan dapatkan baik oleh ayah maupun anak, bila ada peran aktif dari sosok ayah dalam pengasuhan. Setidaknya, ada dua otak yang akan saling menguatkan secara positif bila ayah terlibat mengasuh dan mendidik, yaitu otak rasio anak dan otak emosi anak.

Nah, otak rasio akan membantu anak mengembangkan kemampuan otaknya yang terkait dengan pemikiran yang kritis, lugas, terukur dalam bertindak dan berkeputusan. Anak akan terlatih untuk hal-hal tersebut.

Sedangkan, otak emosi anak akan membantu anak untuk mampu bangkit percaya diri atas ketidaknyamanan yang dialaminya, anak akan lebih asertif untuk menceritakan apa yang dirasakannya, anak akan matang dalam merespons emosi orang di sekitarnya. Dalam penguasaan emosi, anak akan lebih terarah untuk berbicara, ditambah ekspresi emosi anak sangat terkendali.

Nah, kedua otak anak ini terbentuk melalui tahapan-tahapan yang harus diikuti oleh ayah, bukan hanya oleh ibu. Inilah yang harus dipahami para ayah di zaman sekarang. Bahkan, hanya dengan hal sederhana, misalnya mengecup kening anak, otaknya akan bereaksi secara positif. Adapun otak yang bereaksi adalah otak rasio serta otak emosi ayah dan anak yang berada dalam satu gelombang yang sama.

Contoh lain, ayah bisa memberikan sentuhan ringan pada si kecil dan ungkapan positif yang singkat sehingga saraf-saraf akan bereaksi secara positif pula. Hal-hal seperti inlah yang kadang luput dari perhatian para ayah. Bahkan, ayah jarang memberikan sentuhan atau sensasi emosi secara positif pada anak, baik dengan cara mengecup kening anak atau memberi dukungan positif secara verbal yang sederhana sekalipun.

Justru, kenyataannya para ayah mungkin pernah tanpa sadar memarahi anak. Nah,

tahukah otak bagian mana yang berubah strukturnya, baik otak pada anak maupun ayah? Ya, perubahan ke arah kemunduran otak.

Jadi, perlu diperhatikan bahwa ayah yang mendukung adalah ayah yang matang secara emosi dan pikiran. Bila ayah selalu penuh emosi, tidak sabar, akan membuat anak serupa dengan ayahnya. Bila otak mendapat hal-hal negatif dari ayah atau figur laki-laki lain di lingkungan, maka hal negatif itu akan memengaruhi dinamika psikologis otak anak.

Karena itu, ayah perlu belajar dan pasti bisa menjadi ayah yang hebat.

Ada beberapa manfaat yang bisa dipetik bila ayah dengan anak dan menjadi sosok ayah yang hebat:

  1. Anak tumbuh menjadi pribadi yang baik.
  2. Tumbuh kembang anak menjadi optimal.
  3. Meningkatkan hubungan emosional antara ayah dan anak
  4. Memengaruhi keberhasilan anak di masa depan.

Intinya, peran ayah sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Citra anak juga tercermin dalam pola pengasuhan yang terekam di bawah alam sadar. Maka ayah teruslah belajar menjadi super dad, ayah yang hebat serta menjadi kebanggaan anak.

Akan lebih baik lagi bila ayah dan bila bersinergi dalam mengasuh anak, sehingga secara emosional dan berpikir akan positif serta anak akan matang secara mental. (hilman)

Foto: freepik.com

Narasumber: Mohamad Basir, S. Psi., M.Psi, Psikolog

Perkembangan Otak Memengaruhi Emosi dan Perilaku Anak

Mungkin banyak orangtua yang tak habis pikir: Kenapa ya anak mudah emosi? Kok Si Kecil cengeng? Suka egois dan perilaku lain yang tak kita inginkan.

Pastinya Anda bertanya-tanya: Kok, anak bisa begitu? Apa penyebabnya? 

Nah, begini penjelasan. Ketika ibu hamil, organ janin yang pertama kali perkembang adalah jantung. Jantung menjadi “otak” pertama yang bertugas mengatur emosi. Terkait hal tersebut, penelitian dari Heart Brain menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara jantung, hati, dan otak emosi.

Maka jangan heran, ketika kita merasa emosi, detak jantung akan meningkat. Kenapa? Karena informasi dari jantung disampaikan pada sistem limbik di otak yang berperan mengatur emosi.

Perlu kita tahu, jantung dan hati bekerja sama satu sama lain sehingga mudah mengendalikan emosi.  Anda pernah dengar, kan, ketika seseorang dalam kondisi emosi memuncak, banyak yang menyarankan untuk bernapas secara teratur. Ya, itu tandanya kita sdang mengatur emosi dengan pola napas yang teratur. Akan tetapi, apa sebenarnya yang terjadi pada otak kita?

Batang otak berfungsi untuk menyimpan dan memahami informasi yang diterima. Selain itu, batang otak juga mengatur indra atau refleks yang terjadi secara otomatis seperti detak jantung atau aliran darah.

 Namun, ketika kita sulit menerima informasi, apa yang terjadi? Misalnya ketika ada seseorang memukul, lalu akan dibalas lagi dengan pukulan. Atau, ketika kita sedang stres, “pelampiasan”nya adalah makan dengan banyak. Itulah yang terjadi, perilaku yang reaktif atau sulit dikontrol bila kita sulit menerima informasi dengan baik.

Otak adalah gudang untuk menyimpan informasi. Bila seseorang sedang dalam kondisi stres maka dia akan merasa tidak aman dan nyaman. Yang dilakukan adalah survival mode dengan tiga reaksi yaitu: flight, fight, dan freeze

Ketika ibu hamil kemudian mendengar suara petir, janin akan melakukan refleks moro dalam perut, dia kaget, takut dan reaksi emosi lainnya. Alhasil, ia akan “tendang” perut ibunya. Sedangkan, sang ibu akan mengelus-elus tanpa memberi penjelasan bahwa kejadian yang mengagetkan tadi adalah suara petir. 

Nah, ketika anak lahir, dia akan menunjukkan kaget seperti itu. Itulah penyebab kenapa tanpa sebab anak menjadi penakut, pendiam atau mudah panik.

Tubuh dirancang untuk segera bereaksi ketika lingkungan mengancam dirinya. Adapun reaksi ketika stres adalah tegang, marah, takut bahkan frustasi.

Ketika ada ancaman bahaya, tubuh akan mempersiapkan diri merespons dengan cara meningkatkan kecepatan denyut jantung. Sedangkan, darah dan energi dialihkan menuju tangan dan kaki yang notabene menjauhi otak. Karena itulah, terjadi hambatan untuk bisa berpikir jernih. Maka bila orang stres, tampak gugup, takut, marah, badan tegang, pundak kaku, terasa pusing, sakit leher, pingganga punggung dan keluar keringat dingin.

Maka ketika bayi lahir, otaknya perlu distimulasi dari berbagai indra agar terbentuk cabang dan menumbuhkan lapisan myelin. Salah satu stimulasi sederhana adalah sentuhan. Contoh,

ada seorang ayah ketika menjemur bayinya, tiba-tiba ia berhenti bernapas. Sang ayah hanya berusaha memeluk, lalu Si Kecil pun bernapas kembali.

Nah, berbagai aktivitas fisik penting untuk membantu bayi berkembang sempurna. Anaka ‘zaman now’ cenderung banyak tak bergerak karena asyik bermain gadget sehingga otaknya terhambat untuk berkembang. Padahal, kegiatan bergerak membuat otak terintegrasi sempurna.

Karena itu, stimulasi otak bayi dengan melakukan gerakan-gerakan selama satu tahun pertama usianya, sangatlah penting untuk perkembangan lebih lanjut dan pematangan otaknya.

Pertanyaanya, apakah sudah terlambat untuk melakukan stimulasi sedangkan anak terlanjur memiliki emosi yang buruk, suka mengganggu orang lain, sulit fokus dan refleks lainnya? Sebenarnya aktivitas bergeak itu akan mengubah refleks menjadi respons.

Apa itu refleks? Refleks adalah gerakan secara langsung tanpa dipikirkan terlebih dulu, seperti seorang bayi yang baru lahir, ia menendang, menggenggam. Perilaku itu semua masih berupa refleks.

Ketika anak sudah mendapat stimulasi oleh lingkungan pastinya, dia mulai banyak mendapatkan informasi dari orang lain. Emosi dan perilaku negatif timbul disebabkan stres karena anak tak merasa aman di lingkungannya.

Jadi jika seorang bayi kurang mendapat stimulasi, tonus otot akan menjadi lemah. Akibatnya, bayi sulit mengangkat kepala, ia sulit bergerak, ada masalah pada keseimbangan tubuh, indera peraba, pergerakan sendi tubuh dan fisiknya.

Mungkin saat ia bayi, Anda belum menyadari bahwa ternyata gerakan anak kurang terintegrasi. Alhasil, anak saat ini malas nulis, tonus otot leher lemah sehingga suka dalam posisi tidur-tiduran kalau menulis. Kaki lemah sehingga ketika berjalan, ia mudah tersandung atau jinjit. Persendian lemah sehingga sering menjatuhkan benda dan lain sebagainya.

Jadi, jangan menganggap remeh setiap perilaku dan emosi anak sekecil apapun. Akan tetapi, tak ada kata terlambat untuk memperbaikinya selama menggunakan teknik yang powerful.

Narasumber: Bunda Lucy

Foto: freepik.com