Tips Mengatasi Anak Mengemut Makanan

 

Ada banyak sekali kebiasaan yang mungkin dilakukan oleh anak-anak termasuk salah satunya kebiasaan buruk menghambat makanan. Sehingga mereka menghindari makanan yang sangat mudah untuk ditelan.

 

Anak juga sering menolak untuk mengunyah padahal kebiasaan ini tidak boleh dibiarkan. Karena anak akan terbiasa untuk melakukan hal tersebut di kemudian hari. Lantas kira-kira bagaimana caranya untuk bisa mengatasi kendala tersebut. Dalam artikel berikut ini akan kita bahas secara lengkap?

 

Sudah Kenyang

Cara pertama untuk bisa menghindari anak terbiasa mengemut makanan, yaitu batasi camilan yang mereka dapatkan. Umumnya makanan memang membuat perut mereka cepat kenyang dengan rasa yang mudah hilang, ketika dikonsumsi.

 

Sehingga saat waktu makan tiba seringkali anak merasa kenyang atau hanya menolak makanan dan mengemut makanan saja. Selain itu apabila mereka masih bayi hindari juga kebiasaan untuk meminum susu, ataupun mengkonsumsi susu dalam takaran yang cukup banyak. Sehingga membuat mereka seringkali kenyang di waktu jam makan tiba.

 

Variasi Makanan

Cara kedua yang mungkin tidak diperhatikan oleh banyak orang tua adalah variasi makanan. Walaupun anak-anak tidak bisa berbicara ataupun melakukan protes layaknya anak berusia 5 tahun keatas. Mamun balita ataupun batita seringkali memberikan bentuk protes tidak ingin mengkonsumsi makanan dengan rasa tertentu, akibat rasa bosan ataupun membutuhkan variasi makanan lainnya.

 

Cobalah untuk mengganti jenis ataupun variasi makanan yang mereka sukai hanya saja mereka menyukai makanan yang menyegarkan. Layaknya sup, maka kamu bisa mengganti dengan sup ayam atau sup daging dan lain sebagainya. Sehingga mereka tidak akan terbiasa untuk mengangkut makanan dan selalu mendapatkan rasa yang baru. Sama halnya seperti orang dewasa anak-anak juga mudah bosan loh dalam hal makanan.

 

Makan Bersama

Selanjutnya adalah makan bersama yang paling ampuh dan juga seringkali dilakukan oleh banyak orang tua. Memastikan bahwa anak tidak memakan ataupun menikmati makanannya di sendiri. Karena bagaimanapun juga makan bersama akan lebih nikmat, dan membantu anak untuk terstimulasi karena melihat orang lain mengkonsumsi makanan dalam waktu yang cepat.

 

Sehingga menghindari mereka untuk terbiasa mengkonsumsi makanan ataupun mengemut makanan. Hal ini juga berkaitan dengan suasana makan yang menyenangkan terutama bagi batita akan umumnya mereka mudah bosan, dan mengkonsumsi makanan seringkali memakan waktu yang cukup lama. Sehingga menghalangi mereka untuk bisa bermain ataupun beraktivitas.

 

Kendala Sensori

Selanjutnya adalah cara untuk bisa menghindari kebiasaan mengemut makanan, yaitu memastikan bahwa si kecil mendapatkan rasa makanan yang unik. Perlu diketahui bahwa mengemut makanan merupakan gejala diagnostik dari kesulitan sensori motorik oral pada anak. Sehingga mereka sulit untuk mengenali jenis makanan atau rasa makanan untuk bisa mengatasinya.

 

Ibu bisa merangsang indra pengecap mereka dengan rasa yang lebih unik. Anak akan lebih memiliki respon yang cukup batas cepat akan makanan yang dimiliki. Misalnya saja rasa pedas asam ataupun dingin yang tentu sesuai dengan kebutuhan dan juga toleransi yang dimiliki oleh anak.

 

Konsultasi ke Dokter

Terakhir yaitu konsultasikan ke dokter ataupun ahli yang memahami mengenai gizi dan juga apakah anak apabila mengemut makanan, terjadi karena penurunan kemampuan ataupun. Adanya kendala pada bagian mulut tentu saja membantu anak untuk bisa menjaga kebersihan mulut.

 

Hal ini juga harus diimbangi dengan konsultasi dan jangan mendiagnosa ataupun menambahkan sendiri. Karena pada dasarnya pasti anak memiliki alasan tertentu jika semua disuruh dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan tersebut, dan masih juga mengemut makanan cepat periksakan ke dokter dan juga lakukan pemeriksaan ke dokter gigi.

Foto : freepik.com

 

Deretan Manfaat Buah Nanas untuk Anak

 

Ada banyak sekali buah-buahan ataupun makanan yang bisa dikonsumsi oleh si kecil. Tujuannya untuk membantu menutrisi mereka sehingga menjadi lebih sehat. Salah satunya adalah buah nanas yang terkenal, menjadi salah satu buah yang menyehatkan. Namun banyak ibu dari anak-anak indonesia merasa khawatir. Apakah tepat untuk memberikan buah nanas kepada mereka. Berikut ini manfaat buah nanas untuk anak yang wajib diketahui.

 

Antioksidan

Tempat pertama yaitu membantu mencegah adanya kerusakan sel akibat radikal bebas nanas, mengandung kadar antioksidan yang cukup tinggi. Sehingga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak akibat terpapar yang terlalu tinggi.

 

Makanan yang belum seimbang melindungi sel dari radikal bebas ini menjadikan anak terbebas dari risiko. Berbagai penyakit kronis contohnya saja kanker kulit dan juga penyakit lainnya.

 

Menghindari Kondisi cacingan

Berdasarkan penelitian yang juga informasi, mengatakan bahwa anak berusia 6 hingga 11 tahun umumnya rentan terkena cacingan. Kondisi ini tidak boleh disepelekan ditambah lagi mereka juga sangat mungkin terkena anemia bahkan kekurangan gizi. Padahal mereka sedang mengalami pertumbuhan dan membutuhkan nutrisi yang cukup banyak.

 

Dampaknya sangat banyak mulai dari menurunnya iq, malas belajar, berdampak pada prestasi akademik, dan juga tubuh menjadi lesu dan lemah setiap melakukan aktifitas di luar ruangan. Untuk itu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi cacingan ini dengan mengkonsumsi buah nanas. Agar tujuannya untuk bisa membantu mereka agar lebih semangat dan dipercaya dapat membunuh cacing ada di dalam usus.

 

Mendukung Sistem Pencernaan

Manfaat ketiga yang bisa didapatkan yaitu membantu mendukung sistem pencernaan. Sehingga mencegah adanya kemungkinan anak mengalami sembelit atau sulit buang air besar enzim bromelin yang ada pada buah nanas, berfungsi untuk memecah protein yaitu memecah molekul protein menjadi lebih kecil.

 

Sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh khususnya bagian usus. Enzim ini dapat membantu mencegah bakteri jahat dan juga mencegah adanya infeksi saluran cerna. Sehingga tidak akan menyebabkan kondisi diare.

 

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Selanjutnya apabila seorang anak rutin mengonsumsi buah nanas yaitu dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh kandungan vitamin C, dan juga enzim bromelain. Buah Nanas dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengatasi adanya peradangan atau inflamasi.

 

Buah ini juga seringkali digunakan sebagai camilan sehat yang dapat membantu meningkatkan imunitas anak pertama diimbangi, dengan beberapa makanan lain. Agar nutrisi anda tercukupi terutama jika anda memang mudah terserang penyakit atau bahkan memiliki kegiatan, yang dilakukan diatas di luar rumah yang sangat tinggi.

 

Menjaga Kesehatan Mulut

Terakhir maka tribuana tidak dapat membantu meningkatkan kesehatan mulut di sana-sini dapat membantu menjaga kesehatan mulut si kecil. Dimana jurnal berfungsi untuk menguatkan gusi serta membantu menjaga adanya kesehatan gigi. Nanas juga mengandung kalsium dan juga dapat membantu mencegah, atau menghindari adanya pengerasan plak pada gigi anak.

Foto : freepik.com

Deretan Manfaat Kacang Almond untuk Anak

 

Kacang lama merupakan salah satu kacang yang memiliki rasa yang sangat enak dan tentu saja dengan manfaat yang berbeda. Namun masih banyak orang tua yang merasa ragu kira-kira bagus tidak ya seorang anak diberikan kacang almond. Karena banyak orang tua indonesia sendiri berpikir bahwa anak yang mengkonsumsi kacang, akan lebih mudah diare dan juga merusak pencernaan. Padahal sebenarnya kacang yang satu ini memiliki segudang manfaat loh! Apa saja sih manfaat kacang almond yang bisa didapatkan untuk anak.

 

Perkembangan Otak

Pertama kacang almond dapat membantu menyehatkan perkembangan otak di mana anak-anak masih dalam fase tumbuh dan berkembang. Tentu orang tua pasti memberikan makanan yang sangat baik dan juga menutrisi tubuh mereka. Agar bisa berkembang dengan baik almond memiliki banyak protein tanpa lemak, yang dapat membantu mengembangkan fungsi otak.

 

Terutama fungsi kognitif serta meningkatkan kapasitas retensi memori. Sehingga anak menjadi lebih mudah untuk mengingat berbagai pelajaran suara, ataupun, gambar dan juga memorinya lebih baik. Ada beberapa penelitian yang telah dilakukan untuk membedakan antara anak yang rutin mengkonsumsi almond, dan juga anak yang tidak pernah mengkonsumsi almond.

 

Meningkatkan Energi

Apabila memiliki anak yang kurang berenergi dan juga lemah ataupun lesu setiap harinya mungkin, kamu bisa memberikan makanan yang satu ini berbeda dengan doping. Kacang almond sebenarnya mengandung mangan, tembaga, dan juga riboflavin yang dapat membantu menambah nutrisi dan juga energi untuk si kecil.

 

Sehingga mereka yang memiliki metabolisme sangat tinggi cocok sekali untuk mengkonsumsi makanan seperti almond ini. Ditambah lagi bagi mereka yang mengkonsumsi almond sebagai camilan. Maka dapat membantu menggantikan energi yang hilang. Terutama jika si anak yang sangat aktif dan juga berkegiatan di luar rumah ataupun di sekolah.

 

Menghindari Penyakit Kanker

Ada berbagai macam penyakit yang bisa saja menyerang anak karena adanya nutrisi yang tidak seimbang ataupun pola makan yang salah. Namun jika mengkonsumsi almond sebagai camilan secara rutin. Maka dapat membantu menghindari kemungkinan ataupun resiko adanya penyakit kanker di kemudian hari, dimana kacang almond ini mengandung vitamin dan juga mineral, yang nantinya dapat mencegah adanya kanker yang dapat menyerang terutama kanker di pencernaan.

 

 

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Apabila mengkonsumsi secara rutin kacang almond maka dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bukan hanya sayuran dan juga buah-buahan. Tetapi kacang almond juga mengandung vitamin, yang dapat membantu mencegah adanya resiko penyakit jantung koroner pada anak. Almond juga memberikan sistem kekebalan tubuh yang sangat baik dan cukup kuat seiring dengan berkembangnya waktu dan juga tumbuh si kecil.

 

Mencegah Sembelit

Selanjutnya manfaat yang bisa didapatkan tentu saja dapat membantu mencegah sembelit ataupun masalah pencernaan pada anak almond, bisa membantu meningkatkan jumlah serat yang ada di dalam tubuh. Sehingga dapat membantu merangsang pergerakan usus secara teratur daripada memberikan camilan yang tidak bermanfaat ataupun tidak sehat. Ternyata kacang almond ini bisa juga menambahkan nutrisi ke dalam tubuh. Sehingga dapat menggantikan camilan anak dan bukan hanya buah-buahan saja.

 

Apabila dikonsumsi secara rutin dengan takaran yang tepat kacang almond ini sangat bermanfaat untuk kesehatan, dan juga tumbuh kembang sang anak. Sayangnya, almon ddalam salah satunya, yang mungkin di indonesia harganya cukup tinggi. Tetapi dengan adanya segudang manfaat tersebut, tentu saja banyak orangtua yang tidak segan untuk membeli dan juga memberikannya kepada si kecil.

Foto : freepik.com

Manfaat Kacang Almond untuk Si Kecil

 

Ada banyak sekali makanan yang bernutrisi, dan bisa dikonsumsi oleh si kecil, untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya. Salah satunya adalah kacang almond kacang yang memiliki rasa asin dan juga gurih ini, seringkali dimanfaatkan. Sebagai salah satu bahan mpasi dan juga makanan yang bernutrisi untuk si kecil.

Namun masih banyak yang belum tahu loh, manfaat kacang almond untuk si kecil yang ternyata dapat berpengaruh banyak. Terutama jika dikonsumsi dengan porsi yang cukup setiap harinya.

  • Mencegah Kolesterol dan Diabetes

Manfaat pertama yang bisa didapatkan, ketika memutuskan untuk menggunakan kacang almond sebagai salah satu bahan MPASI, ataupun olahan makanan untuk si kecil. Kacang Almind dapat membantu mencegah adanya kemungkinan terkena kolesterol ataupun diabetes sejak dini.

Kendati bayi memang tidak perlu khawatir dengan adanya kandungan gula dan juga minyak. Namun bukan berarti sebagai ibu, kamu bisa memberikan makanan secara sembarang loh hal tersebut bisa saja yang didapatkan dari kecil. Di mana mereka memiliki bakat kolesterol ataupun diabetes, yang nantinya ketika mereka menjelang dewasa akan kambuh.

  • Melancarkan Pencernaan

selanjutnya manfaat kedua yang bisa didapatkan membantu melancarkan pencernaan si kecil. Umumnya kacang almond ini dikenal sebagai kacang diet. Karena dapat membantu apabila mengkonsumsi kacang almond secara rutin, yaitu dapat mengenangkan tunggu disertai dengan memiliki kandungan serat yang cukup tinggi.

Sehingga asupan diet menjadi lebih tercukupi namun tidak akan merusak sistem pencernaan yang kamu miliki. Sehingga bisa menjadi cara ataupun obat yang didapatkan untuk mengatasi sembelit. Pastikan ibu memberikan kacang almond yang direbus atau dikukus setiap hari kepada anak yang mengalami sembelit. Dengan porsi yang cukup dan tidak berlebihan.

  • Menjaga Kesehatan Kulit dan Rambut

Hubungan rahasia lagi bahwa kacang aman mengandung vitamin E yang sangat tinggi. Sehingga dapat membantu menyehatkan kulit, dan juga menjaga kesehatan rambut. Terutama bagi orang tua yang mungkin ingin anaknya memiliki penampilan yang cantik dan juga bersih.

Maka kacang almond bisa menjadi salah satu solusinya. Ditambah lagi kacang ini juga mengandung antioksidan yang cukup tinggi yang dapat membantu mencegah kerusakan se, dan melindungi anak dari sinar matahari yang dapat merusak kulit dan juga rambut mereka. Selain dikonsumsi kamu juga bisa menggunakannya untuk mengaplikasikannya secara rutin ke rambut loh.

  • Mencegah Inflamasi

Berbicara mengenai camilan sehat maka kita berbicara mengenai kacang almond, dimana kacang ini mengandung asam lemak vital yaitu asam lemak linoleat dan juga linoleum, yang berfungsi untuk anti inflamasi.

Manfaat potensial ini sebenarnya hampir serupa dengan lemak tidak jenuh tunggal, yang dapat membantu mengurangi adanya pembengkakan, atau peradangan yang terjadi di dalam tubuh.

  • Memperkuat Tulang dan Gigi

Selanjutnya manfaat dari kacang almond yang tidak boleh dilewatkan oleh para ibu yakni dapat membantu memperkuat tulang dan gigi. Sudah bukan rahasia lagi bukan bahwa anak-anak harus mendapatkan nutrisi yang cukup agar pertumbuhan mereka bisa berjalan dengan lancar.

Begitupun ketika bayi sedang tumbuh gigi ataupun dalam fase memperkuat tulang sehingga dapat berjalan dan juga beraktivitas dengan stabil. Nyatanya kacang almond ini dapat membantu karena mengandung protein dan jumlah fosfor yang cukup, untuk kebutuhan si kecil ditambah lagi kacang almond yang dipercaya untuk membantu mencegah si kecil, terkena osteoporosis dini di kemudian hari.

Adanya konsumsi kacang almond setiap hari secara rutin memang sangat baik untuk tumbuh. Namun hal yang harus dipahami. Jangan berlebihan karena bagaimanapun juga nutrisi atau makanan yang berlebihan, justru akan memberikan dampak buruk kepada si kecil.

Foto : freepik.com

6 Manfaat Asam Amino Essensial(AAE) untuk Si Kecil

 

Ada banyak sekali makanan bergizi yang bisa dikonsumsi oleh anak-anak. Tujuannya tentu untuk mendukung tumbuh kembang mereka, agar lebih baik. Salah satunya adalah asam amino esensial atau biasa disebut sebagai 9AAE, yang sering terkandung pada berbagai nutrisi ataupun susu dalam produk bayi dan juga anak-anak. Namun sebagai orang tua, apakah kamu tahu apa sih manfaat asam amino sebenarnya.

 

  • Meningkatkan Otot

Manfaat pertama yang bisa didapatkan ketika mengkonsumsi asam amino bagi sekecil, yaitu dapat membantu mendukung perkembangan otot bayi. Protein yang satu ini berguna untuk membangun otot. Sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.

 

Maka dapat membantu perkembangan otot menjadi lebih sehat dan baik lebih cepat untuk berkembang secara fisik. Bagi mereka yang belum bisa berjalan ataupun belum memiliki kekuatan otot kaki yang cukup baik. Kamu bisa memberikan asupan asam amino dan juga vitamin D, sehingga kebutuhan nutrisi kecil tercukupi.

 

  • Meningkatkan Imun Tubuh

Manfaat kedua dari AAE atau asam amino esensial ini, yaitu dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh. Seperti yang kita ketahui bahwa anak kecil rentan terkena penyakit. Karena mereka masih membentuk imunitas tubuhnya secara perlahan.

 

Dengan menggunakan nutrisi ataupun makanan yang masuk asam amino terbukti berperan besar dalam aktivasi serta pembentukan sel darah putih. Sehingga dapat berguna untuk melawan benda asing ataupun kuman yang masuk ke dalam tubuh.

 

  • Mengurangi Alergi

Gejala alergi seringkali timbul pada tubuh si kecil, bisa jadi karena susu sapi ataupun alergi lain. Misalnya saja makanan yang baru dikonsumsinya. Namun bagi si kecil yang mendapatkan asam amino dengan nutrisi yang cukup.

 

Maka mereka akan memiliki toleran yang sangat tinggi. Sehingga tidak mudah mengalami alergi dan aman untuk mengkonsumsi berbagai makanan, termasuk makanan yang memungkinkan alergi untuk terpicu seperti ikan dan juga susu.

 

  • Mengontrol Metabolisme Tubuh

Apabila orang tua khususnya ibu ingin membantu melancarkan pencernaan sekecil dan juga mengontrol metabolisme yang ada di dalam tubuhnya. Maka asam amino ini merupakan nutrisi yang paling tepat. Karena dengan mengkonsumsi asam amino metabolisme atau pembakaran yang ada di dalam tubuh si kecil, menjadi terarah dan juga terkontrol.

 

Mereka bisa mendapatkan nutrisi dan juga menyerap nutrisi secara maksimal, dari makanan yang masuk ke dalam tubuh. Di sisi lain protein yang ada pada asam amino dapat meningkatkan perkembangan sel di dalam tubuh. Sehingga mereka menjadi lebih sehat dan memiliki tumbuh kembang yang normal.

 

  • Menjaga Keseimbangan Cairan

Kita tahu bukan bahwa anak-anak masih belum bisa mengkonsumsi makanan terlalu rumit ataupun kompleks. Umumnya mereka hanya bisa mengkonsumsi susu ataupun makanan dengan tekstur yang lembut. Selain itu varian makanannya juga masih berputar antara buah sayur dan juga ikan atau ayam.

 

Dengan begitu apabila si kecil mengkonsumsi asam amino mereka bisa mendapatkan nutrisi dan juga menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh. Berbeda dengan orang dewasa yang mungkin mengandalkan minuman bernutrisi ataupun air putih si kecil, bisa menggunakan asam amino ini.

 

  • Mengoptimalkan Hormon Serotonin

Terakhir manfaat yang bisa didapatkan dari asam amino yaitu membantu mengoptimalkan produksi hormon serotonin yang ada pada si kecil. Hormon serotonin ini berfungsi sebagai neurotransmitter, yang nantinya menghantarkan sinyal antara jaringan saraf tubuh.

 

Selain mempengaruhi suasana hati hormon ini juga dapat membantu untuk meningkatkan atau memaksimalkan fungsi hati. Sehingga dapat melakukan pembekuan darah, pembentukan tulang, dan juga melancarkan sistem pencernaan lebih baik lagi.

Foto : freepik.com

Ingin Anak Cerdas dan Sehat? Perhatikan Asupan Gizi Seimbang

Hari Gizi Nasional 2018:                                                                        

Hari Gizi Nasional (HGN) diperingati setiap 25 Januari. HGN 2018 masih mengangkat tema besar yang sama dengan tahun lalu, namun ada perbedaan sub tema dan slogan. Untuk HGN 2018, slogannya adalah “Bersama Keluarga Kita Jaga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)”.

Seperti kita tahu, masa 1000 HPK dihitung sejak masa konsepsi (pembuahan) hingga anak berusia 2 tahun. Nah, dalam kurun 1000 HPK ini, otak berkembang sangat pesat, bahkan mencapai 90% total organ otak. Fungsi kognitif ini begitu kompleks, meliputi kemampuan berpikir, mengingat, belajar menggunakan bahasa, memecahkan masalah dan sebagainya.

Nah, bila terjadi gangguan tumbuh kembang pada masa 1000 HPK, selain berdampak terhadap pertumbuhan, juga memengaruhi perkembangan kognitif, yang selanjutnya memengaruhi kecerdasan dan ketangkasan berpikir anak di kemudian hari.

PENTINGNYA GIZI BAGI OTAK 

Pengaruh kecukupan zat gizi terhadap perkembangan otak sebenarnya terjadi sejak sebelum konsepsi hingga beberapa tahun kemudian. Maka agar fungsi kognitif optimal, perlu asupan gizi yang cukup sejak awal kehidupan. Karena itu, ibu hamil dan menyusui, serta sampai anak berusia dua tahun perlu asupan gizi yang adekuat. Kenapa? Karena diperlukan untuk mencapai perkembangan otak, yang akan menjadi dasar kemampuannya di masa mendatang, baik terkait fungsi kognitif, kemampuan adaptasi sosial, perkembangan sosio emosional, keberhasilan di sekolah, bahkan produktivitas kerjanya kelak.

Nah, zat gizi terdiri dari kelompok gizi makro/makronutrien (karbohidrat, protein, lemak serta air), dan kelompok gizi mikro/mikronutrien (berbagai vitamin dan mineral). Zat gizi makro merupakan zat gizi utama yang diperlukan dalam jumlah besar, yang terdapat dalam asupan makanan sehari-hari dan berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh yang digunakan untuk tumbuh kembang, pemeliharaan jaringan, fungsi organ tubuh, serta aktivitas.

Sedangkan, zat gizi mikro diperlukan dalam jumlah sedikit dan tak dapat dibentuk oleh tubuh, sehingga perlu diperoleh dari asupan berbagai jenis bahan makanan. Vitamin (vitamin larut air dan vitamin larut lemak) berperan terutama untuk mendukung proses metabolisme zat gizi makro, pertumbuhan, sistem imun, pemeliharaan tubuh serta reproduksi. Sedangkan mineral, berfungsi dalam berbagai metabolisme, sistem imun, pemeliharaan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan, serta menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.

Selain itu, terdapat zat gizi esensial (bagian dari zat gizi makro dan mikro) yang perlu terpenuhi dalam asupan makanan. Zat gizi esensial ini diperlukan tubuh tetapi tidak dapat diproduksi oleh tubuh sendiri atau jumlahnya di dalam tubuh sangat sedikit. Di antaranya, vitamin, mineral, asam lemak esensial (lemak) seperti asam lemak omega 3, dan asam amino esensial (protein), seperti lesitin, kolin, valin, leusin dan isoleusin.

Air juga merupakan zat gizi yang berperan penting membantu metabolisme tubuh. Tubuh kita sebagian besar terdiri dari air. Pada bayi, 80% total tubuhnya terdiri dari air. Janin mengandung 90% air dari total bobot tubuhnya. Fungsi air di dalam tubuh antara lain mempertahankan volume darah, melarutkan mineral, vitamin, asam amino (protein), glukosa (karbohidrat), dan berbagai molekul kecil lainnya, serta mempertahankan struktur dari molekul yang besar seperti protein dan glikogen (untuk melumasi bantalan di persedian tulang, tulang belakang, otak, dalam bola mata).

Nah, kekurangan cairan atau dehidrasi juga berpengaruh terhadap fungsi memori pada anak yang menyebabkan gangguan fungsi kognitif. Otak merupakan organ penting di dalam tubuh yang mengandung air sebanyak 85% dimana air berperan menunjang energi elektrik untuk fungsi otak, termasuk proses berpikir dan memori.

EFEK GIZI KURANG  

Anak dengan gizi kurang akan mengalami kekurangan energi, sehingga menurunkan aktivitas fisiknya untuk bermain dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar, yang turut berperan menghambat perkembangan mental dan fungsi kognitif.

Berbagai studi menunjukan adanya hubungan antara kurang gizi dengan gangguan fungsi neurologi jangka panjang. Pada anak gizi kurang dengan perawakan pendek dapat mengalami gangguan perkembangan kognitif, pencapaian  kemampuan belajar, membaca, aritmetika, bahasa, memori, atensi, serta pemrosesan informasi yang diberikan saat sekolah. Umumnya kondisi gizi kurang terjadi akibat kekurangan zat gizi saat di dalam kandungan sampai usia anak dua tahun.

Kekurangan berbagai zat gizi pada masa pertumbuhan dapat memengaruhi tumbuh kembang otak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kekurangan zat gizi secara langsung mengganggu proses perkembangan otak. Sedangkan, kekurangan gizi secara tidak langsung memengaruhi pengalaman dan perilaku anak, yang dapat mengganggu perkembangan fungsi kognitifnya.

Adapun beberapa zat gizi mikro yang dikaitkan dengan gangguan perkembangan fungsi kognitif antara lain: zat besi, seng (zinc), yodium, selenium, magnesium, vitamin A, vitamin C dan vitamin B komplek.

Dengan adanya perbaikan asupan makanan untuk anak, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan fisik, meningkatkan aktivitas, serta perilakunya. Sehingga kemudian dapat memengaruhi perkembangan fungsi kognitifnya. Maka perlu upaya peningkatan status gizi anak untuk optimalisasi tumbuh kembangnya, termasuk fungsi kognitif menjadi lebih baik agar dapat meningkatkan kualitas dan produktivitasnya kelak.

TUMPENG GIZI SEIMBANG

Gangguan perkembangan fungsi kognitif akibat kekurangan zat gizi harus dicegah. Karena itu, perlu adanya asupan gizi seimbang (sesuai tumpeng gizi seimbang), sehingga dapat terpenuhi kebutuhan anak akan zat gizi.

Nah, gizi seimbang seperti yang dicanangkan Kementerian Kesehatan, merupakan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih (cuci tangan sebelum makan) dan upaya mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.

Asupan gizi seimbang yang berkualitas, akan menunjang status gizinya, kesehatannya, tumbuh kembang, termasuk perkembangan kognitif yang optimal. Alhasil, diharapkan dapat diperoleh anak- anak generasi penerus yang cerdas, sehat dan berkualitas.