Ciri Anak Remaja Stres dan Butuh Pertolongan

 

Apakah anak bisa stress? jawabannya jelas saja bisa. Ada banyak orang tua yang tidak sadar bahwa sebenarnya anak merasa tertekan dan memendamnya. Mungkin sebagian orang tua harus beruntung karena anak kuat dalam menghadapi tekanannya. Bagaimana jika berdampak buruk? Lalu sebenarnya, seperti apa penyebab stres pada anak, ciri-ciri, dan bagaimana cara mengatasi stres tersebut? Berikut kita bahas dalam ulasan artikel ini.

 

Menarik Diri

Ciri paling pertama yang paling mudah dilihat adalah menarik diri. Umumnya anak usia remaja merasa stres ataupun tertekan sehingga mereka sudah tidak nyaman lagi, berada di lingkungan. Termasuk keluarga ciri ini seringkali terjadi dengan cara mereka menarik diri dari keluarga dan juga pergaulan serta menutup diri. Begitu ada perubahan terjadi ada baiknya untuk langsung mengkonfirmasi kejadian yang ada. Sehingga dapat membantu anak-anak untuk bisa terlepas, dari adanya rasa tertekan ataupun stres tersebut.

 

Mudah Takut

Ciri kedua yaitu anak merasa takut jadi lebih mudah menyerang. Di mana aja yang satu ini seringkali dialami oleh banyak anak hanya saja tanpa disadari. Mereka lebih mudah ketakutan, takut dengan ruang gelap tak mau ditinggal orangtua dan juga menghadapi orang asing, atau bahkan orang baru.

 

Tambah lagi mereka sulit beradaptasi untuk bertemu dengan orang-orang baru ataupun teman-teman yang ada. Di dalam kehidupan mereka, apabila hal tersebut merupakan sosok pemberani sebelumnya perubahan ini bisa menjadi ciri yang paling mudah. Untuk dilihat apabila orang tersebut mengalami stres.

 

Muncul Sakit Fisik

Ciri ketiga yaitu mengalami kondisi sakit tanpa penyebab yang jelas. Mengutip dari american psychological association menyebutkan bahwa gejala fisik ini terjadi akibat berbagai hal mulai dari psikosomatis dan lain sebagainya. Jika stres muncul maka mereka akan mengalami keringat dingin sakit fisik, bisa sakit perut, pusing, dan lainnya, muncul dengan waktu yang beragam dan sembarang.

 

Namun ketika diperiksa ke dokter, tidak ada sakit yang dialami. Karena reaksi tersebut terjadi akibat adanya kondisi stres yang dialami. Bahkan beberapa anak yang mungkin mengalami kondisi pemulihan di sekolah menghadapi pembullyan. Hal tersebut akan dialami ketika anak setiap hari berangkat sekolah.

Sulit Tidur

Ciri keempat yang wajib diketahui yaitu adanya perubahan sulit tidur terutama kebiasaan untuk bisa terlelap dalam waktu yang cukup lama. Selain itu juga umumnya mereka terbangun di tengah malam karena mimpi buruk dan sulit untuk tidur kembali. Hal ini jelas saja membuat kualitas tidur anak menurun dan jam tidurnya berkurang. Ditambah lagi mereka akan mudah mengantuk ketika belajar di siang hari.

 

Sulit Konsentrasi

Pernah melihat anak dengan kondisi bengong atau tatapan kosong? jika iya maka mereka sedang mengalami kondisi sulit untuk bisa hidup normal karena sedang stress atau tertekan. Bahkan efek sulit berkonsentrasi ini akan terjadi pada remaja yang sedang stress karena berbagai hal. Mereka akan sulit mendengar dengan baik apalagi perintah, dan berdampak apda akademik yang mereka miliki.

 

Itulah deretan ciri yang mudah dikenali oleh orang tua, apabila sang anak remaja sedang dalam kondisi stress ataupun sedang tertekan. Bantu dan tanyakan apakah kendala tersebut membuat mereka kesulitan apalagi kehilangan kepercayaan diri. Mengingat tak jarang rasa stress tersebut menimbulkan masalah kesehatan mental remaja lho.

Foto : freepik.com

Kebiasaan Orang Tua yang Salah dan Membahayakan Anak

 

Banyak sekali orang tua yang sering mengabaikan aturan atau ketentuan yang harusnya diajarkan kepada si kecil sejak dini. Hal ini bukan hanya berdampak pada perhatian dan juga tanggung jawab si kecil. Namun kebiasaan ini bahkan menimbulkan bahaya loh. Lantas apa saja sih hal yang perlu disampaikan oleh banyak orang tua di Indonesia? dalam artikel berikut ini akan kita bahas secara lengkap.

 

Penggunaan Sabuk Pengaman

Kebiasaan buruk pertama yang seringkali dilihat oleh anak-anak dan akhirnya diikuti yaitu penggunaan sabuk pengaman ketika menaiki kendaraan, khususnya mobil. Dimana sabuk pengaman ini mungkin terpasang bagi pengendara ataupun ketika melakukan perjalanan yang cukup jauh.

 

Tetapi anak-anak terkadang dibiasakan untuk bisa duduk secara sembarang atau bahkan mereka bisa bergerak dengan bebas. Di bagian depan ataupun di bagian kursi penumpang. Padahal banyak peraturan yang melarang bahwa anak tidak duduk dengan baik atau bahkan tidak menggunakan kursi khusus anak-anak. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ibu ataupun ayah, mungkin tidak akan terkena dampak yang terlalu besar karena duduk di kursi dengan menggunakan seat bealt. Namun bagaimana dengan si kecil?

 

Bermain di Luar Rumah

Kebiasaan selanjutnya yang seringkali di dilarang oleh orang tua, yaitu tidak memperbolehkan sekecil untuk bisa bermain di luar rumah dan juga menikmati suasana alam. Di mana mereka sering menyebutkan bahwa anak kecil jangan sampai terkena tanah yang kotor atau mungkin rerumputan dan lain sebagainya.

 

Padahal anak-anak lebih baik untuk bisa beraktivitas dan juga berkegiatan di luar rumah. Misalnya saja khusus bagi batita yang baru mulai belajar membiasakan anak untuk bisa menginjak rumput, ataupun bebatuan bisa menjadi salah satu cara untuk mengenalkan tekstur pada sensorik anak. Hal yang paling penting adalah saat orang tua membiarkan mereka bermain di luar. Jangan sampai lengah dan perhatikan mengingat ada banyak orang tua di Indonesia, yang merasa malas untuk memperhatikan setiap saat anak-anak yang bermain di luar.

 

Jenis Makanan Sembarang

Sekarang ini sudah banyak ibu muda yang menyadari betapa pentingnya nutrisi dan juga jenis makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak. Jika dulu para orangtua umumnya memberikan makanan yang mungkin terlihat sederha, mseperti sayur buah dan juga tempe ataupun tahu. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya makanan tersebut sangat bernutrisi. Karena mengandung protein, mineral, serat lain sebagainya.

 

Tetapi orang tua sekarang ini seringkali memberikan makanan anak secara sembarang terutama karena adanya banyak pilihan dan juga tipe dari jenis makanan. Mulai dari jenis fjunk food, dan juga camilan yang tidak menyehatkan membiarkan mereka untuk terbiasa mengkonsumsi makanan tersebut. Tentu saja akan berdampak buruk pada perkembangan tubuh si kecil. Ada baiknya untuk memperhatikan nutrisi dan juga gizi yang dimakan agar tumbuh kembangnya tidak akan terganggu.

 

Sakit dan Pergi ke Dokter

Kebiasaan buruk lainnya yang sering dilakukan oleh orang tua yaitu membawa si kecil ketika sakit dalam waktu lebih dari 2 hari. Mungkin beberapa dari kamu seringkali merasa panik apabila si kecil sakit. Tetapi sayangnya masih banyak orang tua yang menunda waktu untuk bisa pergi ke rumah sakit, ketika anaknya mengalami kondisi yang tidak baik.

 

Misalnya saja tiba-tiba anak demam ataupun flu dan juga pusing mereka hanya menganggap bahwa sakit tersebut dikarenakan cuaca ataupun kondisi tertentu. Padahal langkah lebih baik apabila orang tua melakukan pertolongan pertama, kepada si kecil. Misalnya melakukan pengecekan suhu kemudian memberikan obat penurun demam khusus untuk anak dan apabila berkelanjutan. Jangan mendiagnosa sendiri dan langsung bawa ke dokter.

Foto : freepik.com

Cara Menenangkan Bayi Menangis yang Ampuh

 

Mendengar bayi menangis tentu saja membuat seorang ibu terutama yang baru saja melahirkan si kecil merasa panik dan juga bingung. Ditambah lagi jika si kecil menangis di tempat umum ataupun di area publik. Sehingga mengganggu kenyamanan orang lain seperti orang tua kita pun seringkali merasa khawatir. Bagaimana caranya untuk bisa menenangkan si kecil sehingga tidak menangis berkepanjangan? berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

 

Mengganti Popok

Pertama cara yang bisa dilakukan sibuk yaitu mengartikan bahwa si kecil tidak mengompol ataupun buang air besar umumnya bayi memiliki sensitifitas yang sangat tinggi. Sehingga ketika mereka merasa tidak nyaman, terutama karena popok yang lembab atau basah mereka akan menangis.

 

Hingga sang ibu menyadari hal tersebut. Jika memang ternyata mereka berasal dari popok, secepat mungkin untuk mengganti dan juga membersihkan area pantat. Agar mereka bisa merasa nyaman kembali dan tidak merasa lembab, ataupun tidak nyaman akibat buang air besar yang dilakukan.

 

Mengayunkan Bayi

Selanjutnya jarak kedua yang bisa dilakukan untuk menenangkan si kecil yang tiba-tiba menangis yaitu mengayun dan juga menggoyangkan tubunya. Umumnya dengan mengayun dan juga menggoyangkan tubuh bayi, mungkin mereka masih merasa menangis. Tapi semakin lama hal tersebut akan membuat bayi semakin tenang.

 

Anda juga dapat menggoyangkan atau menggerakkan tubuh perlahan sambil mengajaknya bicara untuk memastikan atau memberikan rasa tenang kepada si kecil. Umumnya bayi akan merasa lebih baik, apabila mereka mendengar suara dan juga detak jantung dari ibunya. Hal ini seringkali ampuh terutama bagi bayi berusia 0 bulan hingga 18 bulan.

 

Memberikan ASI

Lanjutnya tentu saja diberikan asi ataupun susu karena kemungkinan si kecil menangis yaitu karena lapar ataupun perutnya kosong. Ada rasa tidak nyaman terutama untuk anak laki-laki yang memang memiliki kebutuhan ASI dan juga minum susu yang lebih banyak. Apabila bayi menangis kamu mungkin bisa memberikan susu karena lapar.

 

Tetapi hal ini juga harus diingat oleh si ibu di mana waktu menyusui ataupun minum susu sudah dilewati atau belum. Misalnya saja 10 menit yang lalu baik sudah meminum susu namun ternyata bayi masih menangis, berarti kemungkinan besar atau alasan yang paling besar bukanlah karena lapar dan membutuhkan susu cobalah cari alasan lainnya.

 

Menyanyikan Lagu

Cara ke-4 yang bisa dilakukan yaitu menyanyikan lagu ketika si kecil rewel mungkin terdengar aneh, namun menyanyikan lagu atau memutar musik ternyata bisa membantu si kecil untuk bisa lebih tenang dan juga lebih fokus untuk bisa mendengarkan apa yang dinyanyikan atau yang dikatakan oleh sang ibu. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa musik yang lebat dapat menyebabkan bayi menjadi lebih tenang, ketika beristirahat dan juga tangisan yang lebih mudah berhenti.

 

Menggunakan Penghangat/Pendingin

Terakhir adalah gunakan selimut atau lepaskan selimut hal ini seringkali menangis. Namun sebenarnya sangat berpengaruh pada si kecil gimana bayi merasa terlalu dingin. Sehingga mereka menangis jika memang seperti itu cobalah untuk menyelimuti si kecil dan jangan sampai mereka kedinginan. Selain itu apabila ternyata si kecil berkeringat dan merasa tidak nyaman, segera lepaskan selimut dan juga mengganti pakaiannya yang basah. Karena pakaian yang lembab akan berpengaruh buruk apabila didiamkan.

Foto : freepik.com

Cara Mengajak Si Kecil ke Dokter Gigi Secara Rutin

Mendapatkan pola asuh yang tepat untuk bisa diaplikasikan kepada si kecil tentu bukanlah hal yang mudah. Ada banyak sekali tantangan yang harus dihadapi oleh orang tua. Termasuk salah satunya mengajak si kecil untuk memeriksakan diri ke dokter gigi. Sehingga mereka merasa percaya diri dan tidak takut akan kegiatan kesehatan ini? kira-kira bagaimana ya cara mengajaknya berikut ini informasi lengkapnya.

 

Gunakan Bahasa Positif

Ada banyak sekali orang tua yang terbiasa untuk menggunakan bahasa yang negatif sehingga anak akan membayangi, bahwa hal tersebut merupakan hal yang menakutkan salah satunya adalah membayangkan. Bagaimana pergi ke dokter gigi sebaiknya orang tua jujur tidak menjelaskan prosedur pemeriksaan secara detail.

 

Orang tua hanya bertugas untuk membantu memahami apa yang akan dilakukannya di tempat dokter gigi, jelaskan saja bahwa mereka bisa memeriksakan gigi dan juga mendapatkan foto gigi yang mereka miliki. Karena sangat sehat dan juga sering digosok dengan menggunakan sikat gigi. Hal seperti ini tentu saja menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa takut anak.

 

Janga Panik

Kedua tentu saja orang tua harus tenang dan juga jangan panik terkadang beberapa orangtua justru kebalikannya khawatir berlebihan dan membuat anak jadi lebih cemas. Hal ini tentu saja berdampak pada kegiatan mental anak. Terutama bagi mereka yang sering kali mendengar, bahwa pergi ke dokter gigi adalah tempat yang menakutkan.

 

Mereka akan semakin takut dan menghindar untuk bisa memeriksakan diri ke dokter padahal sebelumnya belum pernah melakukan atau mencobany. Untuk itu periksakan anak ke dokter gigi sedini mungkin dan juga melakukan aktivitas tersebut dengan tenang. Karena anak akan mempercayai orang tua,

 

Memuji Keberanian si Kecil

Memuji tindakan bahwa si kecil berhasil datang ataupun pergi ke tempat dokter gigi merupakan hal yang sangat penting. Karena bisa jadi mereka melakukan rasa takutnya atau rasa penasarannya. Sehingga mengikuti apa yang diinginkan oleh orang tuanya untuk bisa memeriksakan diri ke dokter gigi. Memuji kehebatan anak untuk bisa menghadapi dan juga bertanggung jawab atas kesehatan mereka, menjadi salah satu hal yang penting. Sehingga anak akan terbiasa untuk melakukan hal-hal yang positif dan bangga akan berbagai kegiatannya.

 

Pembuktian Anak Bertanggung Jawab

Cara ke-4 yang bisa dilakukan tentu saja mengajarkan kebiasaan untuk merawat kesehatan gigi sehingga tidak ada yang perlu ditakuti. Ketika datang ke dokter gigi sama halnya ketika mereka datang ke sekolah dengan membawa pekerjaan rumah, dan juga buku pelajaran yang sesuai maka guru akan menguji dan juga menjadikan si kecil.

 

Sebagai contoh untuk teman-temannya sebagai orang tua kita bisa menunjukkan bahwa analogi tersebut. Sama halnya ketika mereka datang ke dokter gigi apabila dilakukan perawatan secara rutin dan juga menyikat gigi dengan benar. Bukan hal menakutkan, justru ujian dan juga kehebatan yang bisa didapatkan oleh anak-anak. Dengan hal ini mereka akan membuktikan bahwa sebenarnya ke dokter gigi bukanlah sesuatu yang menyeramkan.

 

Bawa Mainan

Terakhir cara yang bisa dilakukan. Tentu saja membawa mainan kesayangan yang sering digunakan oleh anak. Hal ini untuk membantu menenangkan mereka dan juga menganggap bahwa mainan tersebut, sebagai salah satu cara untuk mengurangi rasa takut mereka mungkin terlihat sepele namun sangat penting untuk anak-anak. Jadi, kamu tidak perlu bingung lagi bukan sebagai orang tua bagaimana caranya untuk bisa mengajak si kecil untuk bisa mengunjungi dokter gigi secara rutin.

Foto : freepik.com

 

Cara Mengajak Si Kecil ke Dokter Gigi Secara Rutin

Mendapatkan pola asuh yang tepat untuk bisa diaplikasikan kepada si kecil tentu bukanlah hal yang mudah. Ada banyak sekali tantangan yang harus dihadapi oleh orang tua. Termasuk salah satunya mengajak si kecil untuk memeriksakan diri ke dokter gigi. Sehingga mereka merasa percaya diri dan tidak takut akan kegiatan kesehatan ini? kira-kira bagaimana ya cara mengajaknya berikut ini informasi lengkapnya.

 

Gunakan Bahasa Positif

Ada banyak sekali orang tua yang terbiasa untuk menggunakan bahasa yang negatif sehingga anak akan membayangi, bahwa hal tersebut merupakan hal yang menakutkan salah satunya adalah membayangkan. Bagaimana pergi ke dokter gigi sebaiknya orang tua jujur tidak menjelaskan prosedur pemeriksaan secara detail.

 

Orang tua hanya bertugas untuk membantu memahami apa yang akan dilakukannya di tempat dokter gigi, jelaskan saja bahwa mereka bisa memeriksakan gigi dan juga mendapatkan foto gigi yang mereka miliki. Karena sangat sehat dan juga sering digosok dengan menggunakan sikat gigi. Hal seperti ini tentu saja menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa takut anak.

 

Janga Panik

Kedua tentu saja orang tua harus tenang dan juga jangan panik terkadang beberapa orangtua justru kebalikannya khawatir berlebihan dan membuat anak jadi lebih cemas. Hal ini tentu saja berdampak pada kegiatan mental anak. Terutama bagi mereka yang sering kali mendengar, bahwa pergi ke dokter gigi adalah tempat yang menakutkan.

 

Mereka akan semakin takut dan menghindar untuk bisa memeriksakan diri ke dokter padahal sebelumnya belum pernah melakukan atau mencobany. Untuk itu periksakan anak ke dokter gigi sedini mungkin dan juga melakukan aktivitas tersebut dengan tenang. Karena anak akan mempercayai orang tua,

 

Memuji Keberanian si Kecil

Memuji tindakan bahwa si kecil berhasil datang ataupun pergi ke tempat dokter gigi merupakan hal yang sangat penting. Karena bisa jadi mereka melakukan rasa takutnya atau rasa penasarannya. Sehingga mengikuti apa yang diinginkan oleh orang tuanya untuk bisa memeriksakan diri ke dokter gigi. Memuji kehebatan anak untuk bisa menghadapi dan juga bertanggung jawab atas kesehatan mereka, menjadi salah satu hal yang penting. Sehingga anak akan terbiasa untuk melakukan hal-hal yang positif dan bangga akan berbagai kegiatannya.

 

Pembuktian Anak Bertanggung Jawab

Cara ke-4 yang bisa dilakukan tentu saja mengajarkan kebiasaan untuk merawat kesehatan gigi sehingga tidak ada yang perlu ditakuti. Ketika datang ke dokter gigi sama halnya ketika mereka datang ke sekolah dengan membawa pekerjaan rumah, dan juga buku pelajaran yang sesuai maka guru akan menguji dan juga menjadikan si kecil.

 

Sebagai contoh untuk teman-temannya sebagai orang tua kita bisa menunjukkan bahwa analogi tersebut. Sama halnya ketika mereka datang ke dokter gigi apabila dilakukan perawatan secara rutin dan juga menyikat gigi dengan benar. Bukan hal menakutkan, justru ujian dan juga kehebatan yang bisa didapatkan oleh anak-anak. Dengan hal ini mereka akan membuktikan bahwa sebenarnya ke dokter gigi bukanlah sesuatu yang menyeramkan.

 

Bawa Mainan

Terakhir cara yang bisa dilakukan. Tentu saja membawa mainan kesayangan yang sering digunakan oleh anak. Hal ini untuk membantu menenangkan mereka dan juga menganggap bahwa mainan tersebut, sebagai salah satu cara untuk mengurangi rasa takut mereka mungkin terlihat sepele namun sangat penting untuk anak-anak. Jadi, kamu tidak perlu bingung lagi bukan sebagai orang tua bagaimana caranya untuk bisa mengajak si kecil untuk bisa mengunjungi dokter gigi secara rutin.

Foto : freepik.com

 

Penyebab Anak menjadi Sosok Pengadu

Apakah sebagian dari kamu pernah merasa bahwa si kecil terlalu merengek, ataupun seringkali mengadu, sifat tersebut sebenarnya bukanlah sifat yang baik. Apalagi beberapa orang tua yang mungkin mendapati anaknya memiliki karakter tersebut, Nencoba untuk menghentikannya sehingga tidak berkelanjutan atau bahkan terbawa hingga mereka dewasa. Ketahui terlebih dahulu apa sih penyebab seorang anak menjadi sosok pengadu. Dalam artikel berikut ini akan kita bahas secara lengkap

 

Persaingan Saudara

Penyebab utama mengapa seorang anak menjadi seorang pengadu yang sebenarnya menjadi salah satu sosok yang tidak disukai oleh orang tua, yaitu ingin memenangkan persaingan antar saudara. Hal ini terjadi apabila adik dan kakak memiliki jarak yang sangat pekat misalnya 1 atau 2 tahun.

 

Sehingga mereka akan memandang saudaranya sebagai rival ataupun pesaing untuk menangani. Hal tersebut tentu saja orangtua harus bisa bersikap netral walaupun sangat sulit yakin bahwa mereka sebenarnya akan menerima kasih sayang 100% dari orang tua baik ayah maupun ibu. Sehingga adik dan kakak ini tidak akan saling berselisih atau justru saling merangkul layaknya teman. Walaupun tidak mudah namun sebagai orang tua kita harus bisa menghadapinya.

 

Melihat Cara Asuh Orang Tua

Jika seorang anak seringkali mengadu dan juga mengatakan hal yang sebenarnya tidak terlalu penting tetapi terjadi, Maka kita tidak hanya bisa melihat kondisi sang anak tetapi juga kita harus berkaca. Bagaimana pola asuh yang telah dilakukan oleh orang tua karena penyebab selanjutnya yang sering terjadi kenapa seorang anak melakukan sikap mengadu akibat, tidak adanya konfirmasi dan juga respon dari orang tua baik secara positif maupun negatif.

 

Ketika mereka melakukan sesuatu tidak ada pembenaran ataupun kata salah yang diberikan oleh orang tua. Sehingga anak dalam kondisi bingung dan tidak tahu mana hal yang benar dan juga hal yang salah. Dengan begitu mereka akan menunjuk perilaku orang lainm dan juga membuktikannya atau mempertanyakan nya kepada orang tua,

 

Haus Perhatian

Selanjutnya penyebab yang sering terjadi tentu saja mencari perhatian. Hal ini sangat umum karena beberapa orangtua memang harus memiliki aktivitas yang lebih padat, dibandingkan dengan menghabiskan waktu di rumah bersama si kecil. Misalnya saja orang tua yang bekerja khususnya sang ibu atau yang memiliki adik dan juga kakak dengan jarak yang sangat dekat.

 

Mereka umumnya mencari perhatian dan ingin mendapatkan afirmasi dari orang tua bahwa apa yang mereka lakukan benar atau salah. Ditambah lagi dengan adanya sikap mengadu mereka ingin menjadi orang yang dipercaya oleh orang tua walaupun caranya salah.

 

Meniru

Penyebab selanjutnya tentu saja mencontoh ataupun meniru perilaku kakak-adik ataupun salah satu anggota keluarganya. Mengadu merupakan sifat atau sesuatu yang tidak dipelajari secara natural. Sehingga mungkin mereka melihat ataupun melakukan tiruan dari contoh yang mereka observasi, misalnya saja ketika sang adik seringkali mengadu mengenai kondisi kakaknya. Maka ia lebih didengarkan dan juga dilihat oleh orang tua dengan begitu sang anak juga akan mengikuti hal tersebut.

 

Sama halnya ketika mereka mencoba untuk masuk ke lingkungan baru, misalnya pertemanan ataupun sekolah kebiasaan seperti itu. Nantinya akan terus dilakukan apabila orang tua tidak mencoba untuk mengatasi cara komunikasi anak untuk menyampaikan kejadian dengan cara mengadu.

 

Kebiasaan ataupun sifat pengadu sebenarnya bukanlah sesuatu yang bagus. Terutama jika terbawa sampai mereka dewasa. Hal ini bukan hanya karena kebiasaan, tetapi sifat mengadu bisa dijadikan salah satu kebiasaan buruk yang dimanfaatkan untuk bisa mendapatkan perhatian.

Foto : freepik.com

 

Tips Mengatasi Anak Mengemut Makanan

 

Ada banyak sekali kebiasaan yang mungkin dilakukan oleh anak-anak termasuk salah satunya kebiasaan buruk menghambat makanan. Sehingga mereka menghindari makanan yang sangat mudah untuk ditelan.

 

Anak juga sering menolak untuk mengunyah padahal kebiasaan ini tidak boleh dibiarkan. Karena anak akan terbiasa untuk melakukan hal tersebut di kemudian hari. Lantas kira-kira bagaimana caranya untuk bisa mengatasi kendala tersebut. Dalam artikel berikut ini akan kita bahas secara lengkap?

 

Sudah Kenyang

Cara pertama untuk bisa menghindari anak terbiasa mengemut makanan, yaitu batasi camilan yang mereka dapatkan. Umumnya makanan memang membuat perut mereka cepat kenyang dengan rasa yang mudah hilang, ketika dikonsumsi.

 

Sehingga saat waktu makan tiba seringkali anak merasa kenyang atau hanya menolak makanan dan mengemut makanan saja. Selain itu apabila mereka masih bayi hindari juga kebiasaan untuk meminum susu, ataupun mengkonsumsi susu dalam takaran yang cukup banyak. Sehingga membuat mereka seringkali kenyang di waktu jam makan tiba.

 

Variasi Makanan

Cara kedua yang mungkin tidak diperhatikan oleh banyak orang tua adalah variasi makanan. Walaupun anak-anak tidak bisa berbicara ataupun melakukan protes layaknya anak berusia 5 tahun keatas. Mamun balita ataupun batita seringkali memberikan bentuk protes tidak ingin mengkonsumsi makanan dengan rasa tertentu, akibat rasa bosan ataupun membutuhkan variasi makanan lainnya.

 

Cobalah untuk mengganti jenis ataupun variasi makanan yang mereka sukai hanya saja mereka menyukai makanan yang menyegarkan. Layaknya sup, maka kamu bisa mengganti dengan sup ayam atau sup daging dan lain sebagainya. Sehingga mereka tidak akan terbiasa untuk mengangkut makanan dan selalu mendapatkan rasa yang baru. Sama halnya seperti orang dewasa anak-anak juga mudah bosan loh dalam hal makanan.

 

Makan Bersama

Selanjutnya adalah makan bersama yang paling ampuh dan juga seringkali dilakukan oleh banyak orang tua. Memastikan bahwa anak tidak memakan ataupun menikmati makanannya di sendiri. Karena bagaimanapun juga makan bersama akan lebih nikmat, dan membantu anak untuk terstimulasi karena melihat orang lain mengkonsumsi makanan dalam waktu yang cepat.

 

Sehingga menghindari mereka untuk terbiasa mengkonsumsi makanan ataupun mengemut makanan. Hal ini juga berkaitan dengan suasana makan yang menyenangkan terutama bagi batita akan umumnya mereka mudah bosan, dan mengkonsumsi makanan seringkali memakan waktu yang cukup lama. Sehingga menghalangi mereka untuk bisa bermain ataupun beraktivitas.

 

Kendala Sensori

Selanjutnya adalah cara untuk bisa menghindari kebiasaan mengemut makanan, yaitu memastikan bahwa si kecil mendapatkan rasa makanan yang unik. Perlu diketahui bahwa mengemut makanan merupakan gejala diagnostik dari kesulitan sensori motorik oral pada anak. Sehingga mereka sulit untuk mengenali jenis makanan atau rasa makanan untuk bisa mengatasinya.

 

Ibu bisa merangsang indra pengecap mereka dengan rasa yang lebih unik. Anak akan lebih memiliki respon yang cukup batas cepat akan makanan yang dimiliki. Misalnya saja rasa pedas asam ataupun dingin yang tentu sesuai dengan kebutuhan dan juga toleransi yang dimiliki oleh anak.

 

Konsultasi ke Dokter

Terakhir yaitu konsultasikan ke dokter ataupun ahli yang memahami mengenai gizi dan juga apakah anak apabila mengemut makanan, terjadi karena penurunan kemampuan ataupun. Adanya kendala pada bagian mulut tentu saja membantu anak untuk bisa menjaga kebersihan mulut.

 

Hal ini juga harus diimbangi dengan konsultasi dan jangan mendiagnosa ataupun menambahkan sendiri. Karena pada dasarnya pasti anak memiliki alasan tertentu jika semua disuruh dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan tersebut, dan masih juga mengemut makanan cepat periksakan ke dokter dan juga lakukan pemeriksaan ke dokter gigi.

Foto : freepik.com

 

Deretan Manfaat Buah Nanas untuk Anak

 

Ada banyak sekali buah-buahan ataupun makanan yang bisa dikonsumsi oleh si kecil. Tujuannya untuk membantu menutrisi mereka sehingga menjadi lebih sehat. Salah satunya adalah buah nanas yang terkenal, menjadi salah satu buah yang menyehatkan. Namun banyak ibu dari anak-anak indonesia merasa khawatir. Apakah tepat untuk memberikan buah nanas kepada mereka. Berikut ini manfaat buah nanas untuk anak yang wajib diketahui.

 

Antioksidan

Tempat pertama yaitu membantu mencegah adanya kerusakan sel akibat radikal bebas nanas, mengandung kadar antioksidan yang cukup tinggi. Sehingga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak akibat terpapar yang terlalu tinggi.

 

Makanan yang belum seimbang melindungi sel dari radikal bebas ini menjadikan anak terbebas dari risiko. Berbagai penyakit kronis contohnya saja kanker kulit dan juga penyakit lainnya.

 

Menghindari Kondisi cacingan

Berdasarkan penelitian yang juga informasi, mengatakan bahwa anak berusia 6 hingga 11 tahun umumnya rentan terkena cacingan. Kondisi ini tidak boleh disepelekan ditambah lagi mereka juga sangat mungkin terkena anemia bahkan kekurangan gizi. Padahal mereka sedang mengalami pertumbuhan dan membutuhkan nutrisi yang cukup banyak.

 

Dampaknya sangat banyak mulai dari menurunnya iq, malas belajar, berdampak pada prestasi akademik, dan juga tubuh menjadi lesu dan lemah setiap melakukan aktifitas di luar ruangan. Untuk itu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi cacingan ini dengan mengkonsumsi buah nanas. Agar tujuannya untuk bisa membantu mereka agar lebih semangat dan dipercaya dapat membunuh cacing ada di dalam usus.

 

Mendukung Sistem Pencernaan

Manfaat ketiga yang bisa didapatkan yaitu membantu mendukung sistem pencernaan. Sehingga mencegah adanya kemungkinan anak mengalami sembelit atau sulit buang air besar enzim bromelin yang ada pada buah nanas, berfungsi untuk memecah protein yaitu memecah molekul protein menjadi lebih kecil.

 

Sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh khususnya bagian usus. Enzim ini dapat membantu mencegah bakteri jahat dan juga mencegah adanya infeksi saluran cerna. Sehingga tidak akan menyebabkan kondisi diare.

 

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Selanjutnya apabila seorang anak rutin mengonsumsi buah nanas yaitu dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh kandungan vitamin C, dan juga enzim bromelain. Buah Nanas dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengatasi adanya peradangan atau inflamasi.

 

Buah ini juga seringkali digunakan sebagai camilan sehat yang dapat membantu meningkatkan imunitas anak pertama diimbangi, dengan beberapa makanan lain. Agar nutrisi anda tercukupi terutama jika anda memang mudah terserang penyakit atau bahkan memiliki kegiatan, yang dilakukan diatas di luar rumah yang sangat tinggi.

 

Menjaga Kesehatan Mulut

Terakhir maka tribuana tidak dapat membantu meningkatkan kesehatan mulut di sana-sini dapat membantu menjaga kesehatan mulut si kecil. Dimana jurnal berfungsi untuk menguatkan gusi serta membantu menjaga adanya kesehatan gigi. Nanas juga mengandung kalsium dan juga dapat membantu mencegah, atau menghindari adanya pengerasan plak pada gigi anak.

Foto : freepik.com

Deretan Manfaat Kacang Almond untuk Anak

 

Kacang lama merupakan salah satu kacang yang memiliki rasa yang sangat enak dan tentu saja dengan manfaat yang berbeda. Namun masih banyak orang tua yang merasa ragu kira-kira bagus tidak ya seorang anak diberikan kacang almond. Karena banyak orang tua indonesia sendiri berpikir bahwa anak yang mengkonsumsi kacang, akan lebih mudah diare dan juga merusak pencernaan. Padahal sebenarnya kacang yang satu ini memiliki segudang manfaat loh! Apa saja sih manfaat kacang almond yang bisa didapatkan untuk anak.

 

Perkembangan Otak

Pertama kacang almond dapat membantu menyehatkan perkembangan otak di mana anak-anak masih dalam fase tumbuh dan berkembang. Tentu orang tua pasti memberikan makanan yang sangat baik dan juga menutrisi tubuh mereka. Agar bisa berkembang dengan baik almond memiliki banyak protein tanpa lemak, yang dapat membantu mengembangkan fungsi otak.

 

Terutama fungsi kognitif serta meningkatkan kapasitas retensi memori. Sehingga anak menjadi lebih mudah untuk mengingat berbagai pelajaran suara, ataupun, gambar dan juga memorinya lebih baik. Ada beberapa penelitian yang telah dilakukan untuk membedakan antara anak yang rutin mengkonsumsi almond, dan juga anak yang tidak pernah mengkonsumsi almond.

 

Meningkatkan Energi

Apabila memiliki anak yang kurang berenergi dan juga lemah ataupun lesu setiap harinya mungkin, kamu bisa memberikan makanan yang satu ini berbeda dengan doping. Kacang almond sebenarnya mengandung mangan, tembaga, dan juga riboflavin yang dapat membantu menambah nutrisi dan juga energi untuk si kecil.

 

Sehingga mereka yang memiliki metabolisme sangat tinggi cocok sekali untuk mengkonsumsi makanan seperti almond ini. Ditambah lagi bagi mereka yang mengkonsumsi almond sebagai camilan. Maka dapat membantu menggantikan energi yang hilang. Terutama jika si anak yang sangat aktif dan juga berkegiatan di luar rumah ataupun di sekolah.

 

Menghindari Penyakit Kanker

Ada berbagai macam penyakit yang bisa saja menyerang anak karena adanya nutrisi yang tidak seimbang ataupun pola makan yang salah. Namun jika mengkonsumsi almond sebagai camilan secara rutin. Maka dapat membantu menghindari kemungkinan ataupun resiko adanya penyakit kanker di kemudian hari, dimana kacang almond ini mengandung vitamin dan juga mineral, yang nantinya dapat mencegah adanya kanker yang dapat menyerang terutama kanker di pencernaan.

 

 

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Apabila mengkonsumsi secara rutin kacang almond maka dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bukan hanya sayuran dan juga buah-buahan. Tetapi kacang almond juga mengandung vitamin, yang dapat membantu mencegah adanya resiko penyakit jantung koroner pada anak. Almond juga memberikan sistem kekebalan tubuh yang sangat baik dan cukup kuat seiring dengan berkembangnya waktu dan juga tumbuh si kecil.

 

Mencegah Sembelit

Selanjutnya manfaat yang bisa didapatkan tentu saja dapat membantu mencegah sembelit ataupun masalah pencernaan pada anak almond, bisa membantu meningkatkan jumlah serat yang ada di dalam tubuh. Sehingga dapat membantu merangsang pergerakan usus secara teratur daripada memberikan camilan yang tidak bermanfaat ataupun tidak sehat. Ternyata kacang almond ini bisa juga menambahkan nutrisi ke dalam tubuh. Sehingga dapat menggantikan camilan anak dan bukan hanya buah-buahan saja.

 

Apabila dikonsumsi secara rutin dengan takaran yang tepat kacang almond ini sangat bermanfaat untuk kesehatan, dan juga tumbuh kembang sang anak. Sayangnya, almon ddalam salah satunya, yang mungkin di indonesia harganya cukup tinggi. Tetapi dengan adanya segudang manfaat tersebut, tentu saja banyak orangtua yang tidak segan untuk membeli dan juga memberikannya kepada si kecil.

Foto : freepik.com

5 Penyebab Mata Minus Terjadi pada Anak

 

Ada banyak sekali kendala ataupun penyakit yang bisa menyerang anak-anak. Salah satunya adalah kondisi mata minus banyak yang mengatakan, bahwa mata minus seringkali dipengaruhi oleh kebiasaan yang buruk.

 

Misalnya saja melihat televisi dan lain sebagainya. Tetapi apa sih yang menyebabkan seorang anak memiliki mata minus, bahkan di usia mereka yang masih kecil mulai dari 4 tahun hingga 5 tahun. Deretan informasi berikut ini bisa menjadi sumber ataupun informasi bagi orang tua.

 

Melihat Cahaya Terlalu Terang dari Gadget

Penyebab pertama yang seringkali terjadi apabila seorang anak mengalami mata minus yaitu adanya kondisi. Mereka terbiasa untuk melihat sinar cahaya yang cukup terang misalnya saja penggunaan ponsel ataupun melihat televisi dengan sinar yang cukup terang. Hal ini nyatanya mungkin menjadi kebiasaan buruk anak-anak dan menyebabkan mereka sulit untuk melihat benda dengan cahaya yang standar ternyata.

 

Hal ini menyebabkan adanya mata menjadi lebih sulit untuk bisa bekerja dengan baik dan pada akhirnya mengalami minus hingga silinder. Alasan inilah yang menyebabkan banyak sekali orang tua, harus bisa memastikan bahwa penggunaan teknologi harus disesuaikan, dengan kondisi dan juga adaptasi dari mata. Termasuk salah satu cahayanya.

 

Pola Makan Tidak Seimbang

Selanjutnya kedua penyebab yang seringkali terjadi yaitu pola makan yang tidak seimbang mungkin terlihat sepele. Namun nyatanya nutrisi anak masih dibutuhkan dan umumnya didapatkan dari makanan. Sehingga tidak ada cara lain untuk bisa membantu tumbuh kembang anak termasuk memaksimalkan fungsi mata.

 

Agar bisa berjalan dengan baik pola makan yang tidak seimbang misalnya kurang sayur dan buah. Nyatanya bisa menyebabkan anak mengalami kekurangan vitamin A, dan juga zat karoten yang ada di dalam tubuh tidak seimbang. Efek sampingnya mata lebih mudah minus dan silinder.

 

Jarang Bermain Di Luar

Terlalu jarang bermain di luar ruangan ternyata bisa mempengaruhi kondisi dan juga fungsi dari mata. Hal ini dikarenakan mereka jarang sekali karena cahaya alami dan juga melihat ruangan yang diterangi nyata disinari oleh sinar matahari. Mereka lebih sering terkena paparan sinar cahaya, seperti dari teknologi ataupun lampu.

 

Ditambah lagi smartphone dan juga peralatan teknologi juga memancarkan bluelight yang dapat merusak kondisi mata anak. Biarkan mereka untuk bebas dan juga bermain di luar ruangan. Terutama saat pagi hari agar terkena vitamin  D dari sinar matahari dan juga terbiasa dengan cahaya matahari natural. Hal ini bisa mengurangi kemungkinan seorang anak untuk mengalami minus atau mata silinder.

 

Membaca Terlalu Dekat

Selanjutnya marah bisa saja rusak akibat adanya baca buku yang terlalu dekat. Membaca memang sangat baik untuk bisa membantu mengembangkan otak dan juga membantu memaksimalkan keterampilan yang dimiliki oleh anak. Terutama komunikasi dan juga akademik.

 

Ternyata pola membaca buku yang salah bisa menyebabkan kondisi mata menjadi rusak mulai dari minus dan silinder. Misalnya saja mereka membaca buku terlalu dekat atau pencahayaan yang kurang menerangi buku. Untuk itu membaca buku yang dekat dapat meningkatkan mata minus secara signifikan. Disarankan agar membaca dengan baik yaitu dalam posisi duduk dengan cahaya yang cukup dan jarak antara buku dan mata kurang lebih 30 cm.

 

Faktor Genetik

penyebab yang bisa didapatkan yaitu faktor genetik. mungkin terjadi terjadi apabila sang ayah dan juga ibu menggunakan kacamata. Hal tersebut terjadi akibat faktor genetik, kakek dan neneknya bisa saja si kecil mengalami mata minus akibat faktor genetik juga.

Foto : freepik.com