Jenis Permainan untuk Anak Batita

Apa yang harus diperhatikan orangtua dalam aktivitas bermain anak? Berikut di antaranya:

Dalam aktivitas bermain, orangtua mendampingi dan mendukung kegiatan bermain si batita. Orangtua bahkan sebaiknya ikut terlibat bermain. Yang perlu diingat, anak sebagai pemilik permainan itu, hindari mama papa mendominasi permainan karena anak bisa kehilangan kunci bermain yaitu kesenangan. Misalnya saja, saat anak bermain pasel dan sering salah meletakan potongan yang sesuai, adakalanya orangtua langsung mengambil alih permainan dan meletakkan potongan yang sesuai.

– Berikan anak kebebasan untuk bermain, berekspresi dan berkreasi.

– Bermain harus dilakukan dengan rasa senang sehingga semua kegiatan bermain akan menghasilkan proses belajar. Saat bermain, semua indera anak bekerja aktif. Semua informasi yang ditangkap indera si batita, disampaikan ke otak sebagai rangsangan, sehingga sel-sel otak aktif berkembang.

RAGAM PERMAINAN

Lalu, apa saja macam mainan serta permainan pada anak usia ini?. Hillary Hettinger Steiner  memaparkan tahapan bermain usia batita, yaitu:

ALAT PERMAINANUSIAKETERANGAN 
Bola     
12 BulanAjak anak mendorong bola ke depan-ke belakang.
18 BulanMampu melempar dengan dua tangan
2 TahunBisa menendang dan “menggiring” bola dengan kedua kakinya.
3 TahunDapat menangkap bola besar
Balok Kayu            
12 BulanMembuat bunyi dengan membenturkan dua balok bersamaan
18 BulanBisa menumpukkan dua atau tiga balok dengan seimbang.
2 TahunBisa menyusun empat sampai tujuh balok. memisahkan bentuk berdasarkan warna dan mengkhayalkan balok sebagai benda lain, seperti mobil atau kapal.
3 Tahunbanyak bentuk yang bisa disusun. Dapat membangun struktur yang menyerupai benda-benda nyata, seperti benteng, jembatan, dan terowongan.
Krayon          
12 Bulan Bisa memegang krayon besar dalam genggamannya dan menggambar acak.
18 BulanKetika melihat orang dewasa menggambar, dia akan mengikutinya.
2 TahunMenikmati duduk bersama satu set krayon dan kertas lalu mulai menggambar.
3 TahunDapat membuat bentuk lingkaran, silang, bujur sangkar, dan menggambar “orang” dengan satu atau lebih anggota badan. Mengenal tiga atau empat warna, dan mungkin sudah bisa membuat huruf-huruf kapital.
Boneka Binatang       
12 BulanMembawa boneka kesayangan kemanapun dia pergi. Sebagian anak sangat akrab dengan boneka dan tidak bisa tidur tanpa boeka itu.
18 BulanAnak melenguh, menguik, mengeong, dan membuat variasi suara binatang sesuai bentuk boneka.
2 TahunMulai mempraktikkan permainan pura-pura, seperti mengajak Doggy jalan-jalan atau menyuapi Teddy Bear.
3 TahunMulai menciptakan dunia yang unik dan imajinatif. Teddy Bear menjelma menjadi dinosaurus, misalnya.
Pasel sederhana 
12 BulanSuka membalikkan papan pasel hingga jatuh berserakan di lantai. Bisa menjepit dengan jari untuk mencopot kepingan pasel
18 BulanDengan bantuan orang dewasa, anak dapat menempatkan kepingan pasel ukuran besar dengan benar.
2 TahunDapat melengkapi pasel sederhana meletakkan gambar sayuran atau binatang ke tempatnya. Bisa menyelesaikan pasel tiga keping sederhana.
3 TahunKemampuan memecahkan masalah sudah meningkat sehingga dia lebih tertarik dengan pasel dan sudah bisa merangkai pasel sederhana yang terdiri lebih dari delapan keping.
Instrument Musik
12 Bulan Menganggukkan kepala setiap kali mendengar bunyi perkusi drum, xylophone, atau panci dan wajan.
18 Bulan Suka bertepuk tangan mengikuti musik, Mulai tertarik memukul-mukul tongkat atau menggoyangkan tamborin.
2 TahunTekan tuts piano, petik gitar, atau tabuh drum, menirukan orang dewasa memainkan berbagai jenis alat musik.
3 TahunJika menyukai musik, dia akan menikmati meniup alat musik tiup, seperti seruling atau harmonika.

Hilman Hilmansyah

Narasumber: Herlita Jayadianti, SIP dari Sekolah Tumbuh, Yogyakarta