Bila Si Batita Suka Meniru Ucapan Buruk (2)

Si Kecil suka meniru perkataan orang lain? Nah, ada beberapa faktor yang menyebabkan anak suka meniru Anda atau orang lain.

Berikut di antaranya:

1.Perkembangan kognitif

Anak di bawah usia 2 tahun belum mampu mengingat apa yang terjadi. Ketidakmampuan mengingat pada awal-awal tahun kelahiran ini disebut infantile amnesia. Bayi dan balita belajar mengenai diri mereka sendiri dan dunianya melalui perkembangan aktivitas sensori dan motorik. Pada tahap awal anak belajar mengordinasikan masukan dari pancaindera atau sense dan mengatur aktivitas mereka untuk berhubungan dengan lingkungan sekelilingnya. Ini disebut dengan organization adaptation dan equilibration.

Pada tahapan selanjutnya, anak sudah belajar dari trial-error dalam menggunakan simbol dan konsep untuk memecahkan masalah sederhana. Seiring bertambahnya usia, daya tangkap anak pun semakin berkembang. Anak lebih mudah menyerap kata-kata yang ia dengar dari kesehariannya.

2. Perkembangan bahasa

Perkembangan bahasa melibatkan seluruh aspek perkembangan, misalnya perkembangan fisik yang dibutuhkan untuk menghasilkan suara dan neuronal penting untuk menghubungkan suara dengan makna dari suara tersebut. Begitu juga dengan interaksi pada lingkungan sosialnya yang berpengaruh dalam memperkenalkan anak mengenai cara berkomunikasi .

Sebelum anak dapat menggunakan kata-kata untuk mengutarakan keinginannya, ia menggunakan suara seperti menangis, cooing, dan babbling atau mengoceh, kemudian meniru secara tiba-tiba dan meniru secara sengaja. Suara-suara ini dikenal dengan prelinguistic speech. Anak mulai mengucapkan kata pertama  pada akhir satu tahun pertamanya, dan mulai berbicara dalam kalimat setelah delapan bulan kemudian.

Adapun tahapan perkembangan bahasa yang dialami pada usia 12 hingga 18 bulan, mulai mengeluarkan kata pertamanya. Ini merupakan tahapan holophrase (satu tunggal) untuk banyak arti atau ide. Misalnya “bing” anak ingin mengatakan  “mobil”  dan makna yang anak sampaikan adalah ayah datang, mendengar mobil datang.

Pada usia 18 bulan, ia mampu mengucapkan ekspresi 2 kata atau merangkai 2 kata, seperti “ibu pergi, mobil pergi”. Pada usia ini ia juga mengucapkan kalimat telegraphic yaitu kalimat pendek dan sederhana yang terdiri dari kata benda dan kata kerja.

3. Pengaruh Lingkungan dan teman sebaya

Pada usia ini anak mulai belajar bersosialisasi dengan lingkungan dan teman sebaya. Lingkungan memberikan pengaruh yang cukup besar pada anak. Dalam berinteraksi, anak akan menerima kata-kata baru yang didengar dari teman-teman dan juga orang lain. Bisa saja anak tidak langsung menangkap perkataan yang ia dengar, akan tetapi jika perkataan tersebut terus diulang-ulang dan didengar oleh anak, akan terekam dalam ingatannya. Anak akan menirunya tanpa paham makna dari kata tersebut.

4. Teve

Teve memiliki daya tarik yang sangat tinggi bagi anak-anak. Banyak sekali hal menarik yang bisa anak lihat di teve, seperti iklan, film kartun, sinetron dan sebagainya. Oleh sebab itu, orangtua harus selektif dalam memilih tontonan untuk anak dan mengawasi, serta mendampingi ia ketika menonton teve. Hal ini dilakukan agar Mama-Papa bisa memberikan pemahaman pada si batita tentang apa yang ditontonnya itu. (hil)

Foto: freepik.com