Penyebab Terjadinya Gangguan Kesehatan Mental pada Anak

Masa kanak-kanak bisa dibilang merupakan masa yang paling menyenangkan dalam hidup manusia.  Pada fase ini, sorang anak dapat memiliki banyak kesempatan dalam mengeksplorasi bakat dan minat nya tanpa harus mennanggung beban apapun. Dan tanpa disadari, hal itulah yang ternyata mempengaruhi masa depan pada si anak tersebut.

Namun, tampaknya tak sedikit anak-anak di seluruh dunia yang tidak mendapat kebahagiaan dalam hidupnya karena terjadi gangguan kesehatan mental. Hal tersebut biasanya disebabkan karena ketidak sadaran orang tua mereka bahwa anaknya tengah mengalami gangguan kesehatan mental.

Gangguan kesehatan mental pada anak sendiri bisa diindikasikan dengan beberapa gejala sebagai berikut :

  • Suasana hati pada anak yang berubah, biasanya anak akan bersedih dan kehilangan semangat dalam waktu yang cukup lama
  • Muncul ketakutan yang luar biasa pada diri anak
  • Perilaku yang berubah-ubah secara tak tentu dan tanpa alasan yang jelas. Bahkan, bisa saja anak itu jadi suka bertengkar dan ingin menyakiti orang lain
  • Penurunan kualitas fisik seperti sering pusing atau sakit perut, kehilangan konsentrasi dan nilai sekolah menurun, hngga sering merasa cemas dan khawatir
  • Suka menyakiti diri sendiri dan bahkan dalam beberapa kasus ada yang ingin mencoba bunuh diri.

Penyebab gangguan mental pada anak juga bisa berawal dari pengalaman yang tidak menyenangkan dari si anak. Bisa saja berupa bullying yang dilakukan teman-temannya di sekolah, mendapati perkataan yang menyakiti hati si anak, atau bahkan karena menjadi korban kekerasan/pelecehan oleh seseorang.

Perhatian orang tua yang sangat kurang pada anak-anaknya menjadi faktor utama dalam hal tersebut, sehingga anak mereka mengalami gangguan kesehatan mental.

Dilansir dari Mayo Clinic, anak-anak dapat mengalami berbagai kondisi kesehatan mental, termasuk:

  1. Gangguan kecemasan.

Anak-anak yang memiliki gangguan kecemasan seperti gangguan obsesif-kompulsif, gangguan stres pasca-trauma, fobia sosial dan gangguan kecemasan umum hingga mengalami kecemasan sebagai masalah terus-menerus yang mengganggu kegiatan sehari-hari mereka.

  • Gangguan Makan.

Gangguan makan seperti anoreksia nervosa, bulimia nervosa dan gangguan makan berlebihan adalah kondisi yang serius, bahkan mengancam jiwa. Anak-anak dapat menjadi begitu sibuk dengan makanan dan berat badan sehingga mereka fokus pada hal lain.

  • Gangguan mood.

Gangguan mood seperti depresi dan gangguan bipolar dapat menyebabkan seorang anak merasakan perasaan sedih yang terus-menerus atau perubahan suasana hati yang ekstrem jauh lebih parah daripada perubahan suasana hati yang umum pada banyak orang.

  • Bipolar

Bipolar merupakan gangguan mental berupa perubahan yang terjadi secara drastik tanpa alasan yang jelas dan tak menentu. Contohnya jika sekarang si anak merasa sangat senang, maka nantinya ia bisa jadi sangat depresi secara tiba-tiba.

Sama seperti gangguan yang lain, bipolar juga disebabkan faktor genetik. Beberapa faktor lain yang menyebabkan bipolar adalah stress yang hebat, trauma akan sesuatu, dan kecanduan alkohol atau narkotika.

  • Skizofrenia

Pernah menonton film Joker? Maka film tersebut menggambarkan secara jelas pada orang yang mengalami gangguan ini. Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis di mana si anak tidak menyadari bahwa kehidupan yang ia jalani merupakan kenyataan atau bukan. Beberapa faktor yang menyebabkan gangguan skizofrenia pada anak adalah faktor genetik, faktor lingkungan, pengaruh narkoba, dan kelainan otak.

Foto : freepik.com