Penyebab Anak menjadi Sosok Pengadu

Apakah sebagian dari kamu pernah merasa bahwa si kecil terlalu merengek, ataupun seringkali mengadu, sifat tersebut sebenarnya bukanlah sifat yang baik. Apalagi beberapa orang tua yang mungkin mendapati anaknya memiliki karakter tersebut, Nencoba untuk menghentikannya sehingga tidak berkelanjutan atau bahkan terbawa hingga mereka dewasa. Ketahui terlebih dahulu apa sih penyebab seorang anak menjadi sosok pengadu. Dalam artikel berikut ini akan kita bahas secara lengkap

 

Persaingan Saudara

Penyebab utama mengapa seorang anak menjadi seorang pengadu yang sebenarnya menjadi salah satu sosok yang tidak disukai oleh orang tua, yaitu ingin memenangkan persaingan antar saudara. Hal ini terjadi apabila adik dan kakak memiliki jarak yang sangat pekat misalnya 1 atau 2 tahun.

 

Sehingga mereka akan memandang saudaranya sebagai rival ataupun pesaing untuk menangani. Hal tersebut tentu saja orangtua harus bisa bersikap netral walaupun sangat sulit yakin bahwa mereka sebenarnya akan menerima kasih sayang 100% dari orang tua baik ayah maupun ibu. Sehingga adik dan kakak ini tidak akan saling berselisih atau justru saling merangkul layaknya teman. Walaupun tidak mudah namun sebagai orang tua kita harus bisa menghadapinya.

 

Melihat Cara Asuh Orang Tua

Jika seorang anak seringkali mengadu dan juga mengatakan hal yang sebenarnya tidak terlalu penting tetapi terjadi, Maka kita tidak hanya bisa melihat kondisi sang anak tetapi juga kita harus berkaca. Bagaimana pola asuh yang telah dilakukan oleh orang tua karena penyebab selanjutnya yang sering terjadi kenapa seorang anak melakukan sikap mengadu akibat, tidak adanya konfirmasi dan juga respon dari orang tua baik secara positif maupun negatif.

 

Ketika mereka melakukan sesuatu tidak ada pembenaran ataupun kata salah yang diberikan oleh orang tua. Sehingga anak dalam kondisi bingung dan tidak tahu mana hal yang benar dan juga hal yang salah. Dengan begitu mereka akan menunjuk perilaku orang lainm dan juga membuktikannya atau mempertanyakan nya kepada orang tua,

 

Haus Perhatian

Selanjutnya penyebab yang sering terjadi tentu saja mencari perhatian. Hal ini sangat umum karena beberapa orangtua memang harus memiliki aktivitas yang lebih padat, dibandingkan dengan menghabiskan waktu di rumah bersama si kecil. Misalnya saja orang tua yang bekerja khususnya sang ibu atau yang memiliki adik dan juga kakak dengan jarak yang sangat dekat.

 

Mereka umumnya mencari perhatian dan ingin mendapatkan afirmasi dari orang tua bahwa apa yang mereka lakukan benar atau salah. Ditambah lagi dengan adanya sikap mengadu mereka ingin menjadi orang yang dipercaya oleh orang tua walaupun caranya salah.

 

Meniru

Penyebab selanjutnya tentu saja mencontoh ataupun meniru perilaku kakak-adik ataupun salah satu anggota keluarganya. Mengadu merupakan sifat atau sesuatu yang tidak dipelajari secara natural. Sehingga mungkin mereka melihat ataupun melakukan tiruan dari contoh yang mereka observasi, misalnya saja ketika sang adik seringkali mengadu mengenai kondisi kakaknya. Maka ia lebih didengarkan dan juga dilihat oleh orang tua dengan begitu sang anak juga akan mengikuti hal tersebut.

 

Sama halnya ketika mereka mencoba untuk masuk ke lingkungan baru, misalnya pertemanan ataupun sekolah kebiasaan seperti itu. Nantinya akan terus dilakukan apabila orang tua tidak mencoba untuk mengatasi cara komunikasi anak untuk menyampaikan kejadian dengan cara mengadu.

 

Kebiasaan ataupun sifat pengadu sebenarnya bukanlah sesuatu yang bagus. Terutama jika terbawa sampai mereka dewasa. Hal ini bukan hanya karena kebiasaan, tetapi sifat mengadu bisa dijadikan salah satu kebiasaan buruk yang dimanfaatkan untuk bisa mendapatkan perhatian.

Foto : freepik.com