Pandemi COVID-19 Peluang Pembentukan Karakter Anak

Pandemik dan situasi yang terjadi selama kurang lebih dua bulan ini di Indonesia merupakan kondisi yang tak dapat dielakkan oleh kita semua, termasuk keluarga dengan anak-anak di dalamnya. Memasuki akhir bulan April, kita mulai menjalani ibadah di bulan Ramadhan bagi umat Muslim.

Lalu bagaimana sebaiknya orangtua menyikapi kondisi ini dan memberikan penjelasan kepada anak-anak?  Dr Ir Dwi Hastuti, MSc, dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia IPB University mengatakan kondisi pandemi COVID-19 di saat kita sedang menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini bisa menjadi peluang membentuk karakter mulia pada anak-anak.

“Pandemi virus COVID-19 adalah situasi yang tidak dapat dielakkan oleh setiap orang di belahan dunia. Untuk itu, penting sekali dijelaskan pada anak bahwa sumber penyakit COVID-19 ini adalah virus yang ukurannya sangat kecil, tidak dapat dilihat kasat mata oleh mata manusia. Tetapi dampaknya sangat berbahaya karena bisa membuat orang meninggal kalau tidak ditangani dengan cepat oleh pihak kesehatan,” ujarnya.

Untuk itu, anak-anak harus mulai diajarkan untuk mematuhi peraturan, terutama terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini penting diajarkan kepada anak sejak mereka masih kecil, agar terbentuk rasa hormat dan ketundukkan pada sebuah peraturan.  “Beritahu mereka bahwa peraturan dibuat untuk kepentingan bersama,  tanamkan dalam diri bahwa peraturan tentang PSBB diperlukan, yaitu dengan tetap di rumah, menghindari bertemu dengan orang lain apalagi orang yang baru dikenal, menjaga jarak sekitar lebih dari satu meter dengan orang baru, menggunakan masker, menjaga kebersihan diri dan tangan. Terutama dengan mencuci tangan memakai sabun dalam air mengalir, “ jelasnya.

Menurutnya kedisiplinan di rumah juga menjadi nilai yang perlu dibangun kembali selama Work From Home (WFH) dengan semua keluarga. Mulailah dengan kesabaran karena membangun kedisiplinan harus dimulai dengan hal-hal kecil.

“Selanjutnya adalah tahan ujiaan. Memasuki bulan Ramadhan, semua manusia mendapat ujian besar dengan pandemi virus COVID-19 yang sangat mengerikan ini. Pandemi ini membuat seluruh sendi kehidupan manusia sebagai makhluk sosial mau tidak mau harus berubah. Sejarah ini dapat dijadikan pembelajaran bahwa manusia secara sendiri maupun bersama-sama akan mendapatkan ujian dan musibah. Hal ini merupakan sendi karakter yang dapat ditanamkan di suasana pandemik ini. Bahwa kita harus bisa menahan diri, bisa mengendalikan diri (self control) sedemikian rupa agar kita tidak stress. Beri tahu anak-anak bahwa semua manusia mengalami hal ini, sehingga anak-anak bisa sabar (patience) dalam menghadapi situasi ini,” imbuhnya.

Kepala SUA Labschool Pendidikan Karakter IPB University ini juga menjelaskan bahwa kita harus memberikan contoh dengan melakukan perbuatan baik. Penting untuk diberitahukan pada anak-anak sejak kecil bahwa setiap perbuatan baik seperti berpuasa akan mendapatkan ganjaran pahala dari Tuhan. Dan sebaliknya, setiap perbuatan buruk akan mendapatkan ganjaran hukuman pula dari Tuhan.  Dengan ini harapannya anak-anak akan selalu merasa diawasi dan selalu merasa “aman” selama ia melakukan perbuatan yang baik saat diketahui oleh orang lain maupun tidak diketahui orang lain.

“You are what you are when nobody else around”. Itulah prinsip yang dapat ditanamkan kepada anak, agar ia menjadi baik, di manapun ia berada, baik dilihat orangtua maupun tidak dilihat.

Foto : freepik.com