Mengapa Anak Perlu Rutinitas?

Mengapa anak-anak membutuhkan rutinitas? Rutinitas memberikan mereka rasa aman dan membantu mereka mengembangkan disiplin diri.

Anak mengalami semacam “ketakutan” akan hal yang tidak diketahui mencakup perubahan-perubahan besar dalam hidupnya bahan mulai dari makanan baru yang didapatkannya, seperti sayuran. Yang pasti, anak akan dihadapkan anak-anak dihadapkan pada perubahan setiap hari, entah itu hal yang baik atau tidak, yang merupakan peluang bagi stimulasi pertumbuhan. Meskipun mungkin juga bisa membuat stres.

Tentunya anak akan tumbuh dan berkembang dengan menghadapi perubahan yang terus-menerus. Awalnya bayi menyusu, seiring waktu mereka akan menggunakan gelas untuk minum. Empeng dan botol sudah tak digunakan lagi.

Seiring bertambah umur anak, ia akan belajar berbagai ketampilan baru dengan kecepatan yang menakjubkan. Anak akan belajar membaca, dan menyeberang jalan hingga bermain sepak bola bahkan mengendarai sepeda. Sebagian anak aka tinggal di rumah yang sama selama masa kecilnya. Namun, sebagian anak lainnya akan berpindah-pindah rumah beberapa kali, ke kota lainnya pertama dikunjungi, menemukan lingkungan dan sekolah yang baru lagi.

Nah, dalam perubahan yang dialami setiap saat ini, anak-anak diharapkan dapat menjalani runitasnya dengan baik.  Dengan demikian, anak akan merasa aman dan mampu menguasai atau menjalani kehidupannya. Saat rasa penguasaan ini diperkuat, anak dapat menangani perubahan yang lebih luas lagi, misalnya berjalan ke sekolah sendirian, membayar pembelian di toko, mengikuti kegiatan perkemahan dan sebagainya.

Adanya perubahan yang tak terduga bisa mengikis rasa aman dan membuat anak cemas bahkan kurang mampu mengatasi perubahan yang dialami. Misalnya, sahabat karibnya harus pindah rumah, dan sebagainya.

Tentu saja banyak perubahan yang tidak bisa dihindari. Tetapi itulah mengapa anak membutuhkan rutinitas yang dapat diprediksi sebagai landasan dalam hidup mereka – sehingga mereka dapat mengambil kesempatan untuk menangani perubahan besar saat membutuhkannya.

Rutinitas membantu anak-anak merasa aman dan siap untuk menghadapi tantangan baru. Hal itu juga memiliki peran perkembangan penting lainnya. Rutinitas mengajari anak-anak cara mengelola diri dan lingkungannya secara konstruktif.

Anak-anak yang datang dari rumah yang “semrawut” di mana barang-barangnya tidak dibereskan tidak akan pernah belajar bahwa hidup dapat berjalan lebih lancar jika segala sesuatunya diatur sedikit. Di rumah di mana tidak ada waktu atau ruang yang ditentukan untuk mengerjakan pekerjaan rumah, anak-anak tidak pernah belajar bagaimana duduk sendiri untuk menyelesaikan tugas yang baginya tidak menyenangkan.

Selain itu, anak-anak yang tidak mengembangkan rutinitas perawatan diri dasar, mulai dari merawat diri hingga makan, mungkin merasa sulit untuk merawat diri mereka sendiri Ketika mulai beranjak remaja bahkan saat dewasa. Struktur memungkinkan kita untuk menginternalisasi kebiasaan yang membangun rutinitas yang baik.

Apakah ini berarti bayi harus menjalani rutinitas sedini mungkin? Tentu tidak demikian. Bayi memberi tahu kita apa yang mereka butuhkan. Kita memberi mereka makan saat lapar, mengganti popoknya saat basah.

Seiring waktu, mereka mempelajari berbagai rutinitas. Saat kita tidur di malam hari, hal ini “memaksa” bayi untuk menyesuaikan diri dengan rutinitas kita. Namun, hal itu tidak responsif terhadap kebutuhan bayi. Dia belum mampu beradaptasi dengan kita. Jika kebutuhannya tidak terpenuhi, dia akan merasa seolah-olah dunia adalah tempat di mana kebutuhannya tidak terpenuhi.

Saat bayi memasuki masa kanak-kanak, ia akan menetapkan rutinitasnya sendiri, menyesuaikan dengan semacam jadwal. Kebanyakan bayi menyesuaikan diri dengan pola yang dapat diprediksi. Kita dapat membantu mereka dalam hal ini dengan Menyusun jadwal berdasarkan kebutuhan mereka. Jadi, misalnya, kita memastikan atau menyiapkan kondisinya saat tidur siang. Secara bertahap, seiring waktu, kita dapat merespons jadwal makan dan tidurnya yang alami dengan mengembangkan rutinitas yang sesuai untuk dirinya dan seluruh anggota keluarga.

Foto : freepik.com