Kenali Gejala Gangguan Mental pada Anak

Kesehatan seseorang tidak hanya berhubungan erat dengan kesehatan fisik, tetapi kesehatan mental juga adalah yang harus selalu diperhatikan. Hal ini disebabkan oleh tidak sedikitnya orang yang mengalami hal buruk karena terganggunya mental mereka, bahkan hingga ada yang bunuh diri. Jelas, hal tersebut membutuhkan perhatian lebih banyak sehingga tidak terjadi lagi hal-hal yang buruk karenanya.

Gangguan kesehatan mental tidak hanya dialami oleh orang-orang dewasa. Akan tetapi, pada usia anak-anak pun kemungkinan bisa mengalami hal tersebut. Gangguan tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah kurangnya perhatian yang diberikan oleh para orang tuanya.

Gangguan kesehatan mental ini dapat mengubah banyak hal dari seorang anak, di antaranya adalah caranya berkomunikasi dengan orang lain, caranya menentukan pilihan, dan yang lebih buruk adalah adanya perasaan ingin menyakiti dirinya sendiri. Gangguan mental itu juga dapat berupa depresi, gangguan bipolar, gangguan stress pasca trauma (GSPT), dan gangguan psikosis. Oleh karena itu, kita, khususnya para orang tua harus bisa mengenali gejala apa saja yang mungkin muncul ketika seorang anak mengalami gangguan kesehatan mental. Di antara gejala gangguan kesehatan mental tersebut adalah:

  1. Mengalami halusinasi, delusi, atau paranoia

Delusi adalah sebuah pikiran atau pandangan yang tidak berdasar (tidak rasional) sehingga membuat seorang anak tersebut berpikir aneh-aneh yang bersifat khayalan. Seseorang yang mengalami hal tersebut berpotensi terjangkit psikosis. Bahayanya, seorang anak yang telah mengalami psikosis ini akan melukai dirinya sendiri atau bahkan menyakiti orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, penting sekali bagi orang tua untuk megetahui gejala jenis ini.

  • Kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi

Ketika seorang anak tidak mampu berkonsentrasi dalam jangka yang cukup lama, maka perang orang tua sangat dibutuhkan dalam keadaan ini. Berkurangnya kemampuan dalam berkonsentrasi ini biasanya ditandai dengan seorang anak yang kurang merespon saat dipanggil atau diajak mengobrol.

  • Menarik diri dari orang-orang atau kegiatan sehari-hari

Ketika seorang anak tidak lagi bersikap seperti sebelumnya, contohnya ketika ia lebih suka berdiam diri di kamar tanpa melakukan interaksi dengan teman-teman bermainnya, maka orang tua harus peka terhadap keadaan ini. Apalagi jika keadaan tersebut berulang dalam waktu yang lama. Peran orang tua juga sangat diperlukan untuk memberi solusi kepada anak tersebut.

  • Sering marah berlebihan

Gejala yang muncul saat seorang anak mengalami gangguan kesehatan mental adalah ketika ia sering arah berlebihan bahkan untuk hal-hal yang sepele. Hal ini bisa jadi karena ia memiliki tekanan mental, tetapi tidak memiliki tempat untuk bercerita.

  • Memiliki ketakutan dan kekhawatiran yang berlebih

Selain keempat ciri di atas, seorang anak yang kesehatan mentalnya terganggu juga biasanya memiliki ketakutan yang berlebih. Hal ini juga berhubungan erat dengan gejala yang pertama yaitu delusi atau halusinasi. Dalam hal ini pula orang tua diharapkan mampu melakukan hal yang tepat agar tidak terjadi hal buruk yang tidak diharapkan.

Di atas adalah beberapa gejala yang dialami oleh seorang anak yang kesehatan mentalnya terganggu. Selain kelima gejala tersebut masih ada gejala yang lainnya yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, salah satunya adalah ketika seorang anak tidak memahami situasi atau orang-orang. Oleh karena itu, sebelum seorang anak tersebut ditindak lebih lanjut, hal yang pertama dibutuhkannya adalah peran orang tua. Orang tua harus bisa mengenali dan memahami kejadian yang terjadi pada anaknya agar gangguan kesehatan mental tersebut tidak semakin memburuk.

Foto  : freepik.com