Kenali 6 Tanda Gangguan Mental pada Anak

Bagaimana cara mengidentifikasikan penyakit mental anak? Hal ini merupakan pertanyaan yang sering kita tanya bila menemukan sesuatu yang kurang normal pada anak, karena gejalanya berbeda dengan orang dewasa. Akan tetapi, sulit membedakan dari perilaku normal anak lainnya. Kita sebagai orang tua harus mengerti permasalahan anak, untuk menemukan cara yang tepat untuk merawat anak kita. Perlu beberapa hal untuk memastikan perkembangan dan pertumbuhan anak agar berjalan lancar.

Ini merupakan 6 tanda peringatan penyakit mental yang tidak boleh diabaikan :

1. Perubahan perilaku

Cara mudah menemukan perubahan besar pada perilaku dan kepribadian anak yaitu  melalui aktivitas mereka yang kita pun dapat menyadarinya. Anak-anak cenderung menjadi agak kasar, sering bertengkar, dan menggunakan senjata saat bermain, atau bahkan sering menggunakan kata-kata kasar untuk menyakiti orang lain. Serta  mereka menjadi sering marah dan frustasi pada orang lain.

2.Perubahan mood

Anak-anak memiliki mood yang bisa berubah-ubah di setiap waktu dan secara tiba – tiba. Akan tetapi perubahan mood sedih yang berlangsung selama 2 minggu dan berakibat pada hubungan keluarga ataupun pertemanan ini adalah gejala umun dari depresi atau kelainan bipolar.

3.Kesulitan berkonsentrasi

Anak yang memiliki penyakit mental sulit untuk duduk diam untuk belajar maupun membaca. Mereka sulit fokus atau memperhatikan dalam waktu yang lama. Ini menjadi penyebab prestasi sekolah menurun dan perkembangan otak yang ikut menurun. Mereka suka mengerakan salah satu anggota tubuh untuk mengurangi rasa cemas yang mereka miliki.

4.Penurunan berat badan

Penyebab menurunnya berat badan menjadi efek negatif yang serius pada kesehatan anak-anak. Mereka akan merasa kehilangan nafsu makan, muntah, dan gangguan makan. Sehingga mereka akan terlihat lebih kurus dan lesu.

5.Perubahan pada gejala fisik

Anak yang menderita penyakit mental akan sering merasakan sakit kepala atau sakit perut. Selain itu mereka juga akan mengalami flu, demam, atau penyakit lainnya dan jangka waktu lebih sering dibandingkan anak-anak yang normal. Yang lebih diperhatikan, mereka tidak segan-segan melukai diri sendiri, seperti memotong atau mencelakakan diri sendiri. Mungkin kasus yang lebih serius mereka memiliki pikiran untuk mencoba bunuh diri atau melukai orang lain.

6.Perasaan yang intens

Rasa takut yang berlebihan tanpa alasan sering dihadapi anak yang memiliki penyakit mental. Tanda ini dapat dilihat seringnya menangis, berteriak, atau mual disertai dengan perasaan yang intens yang dapat menyebabkan beberapa efek fisik, kesulitan bernapas, jantung yang berdebar atau bernafpas dengan cepat, ini dapat mengganggu aktivitas anak sehari-hari

Apa yang harus kita lakukan jika menduga gangguan kesehatan mental pada anak?

Saran pertama bila anak kita mengalami gangguan kesehatan mental adalah berkonsultasi dengan dokter anak atau psikolog anak mengenai gejala dan tanda-tanda pada anak kita ceritakan sejujurnya agar dokter dapat merekomendasikan perawatan atau pengobatan anak yang dibutuhkan.

Kedua adalah sebagai orang tua kita harus tetap positive thinking memberikan perhatian dan menjaga dengan baik anak kita. Berikan kasih sayang dan perhatian yang sangat diperlukan anak. Bukan hanya kita sebagai orang tua, teman-teman serta guru turut andil dalam memperbaiki kondisi mereka. Informasikan kepada orang-orang terdekat khususnya guru, teman-teman serta keluarga lainnya untuk  memperhatikan perubahan fisik dan mental yang terjadi Pada anak.

Ilustrasi : freepikcom