Kenali 10 Tanda Anak Bahagia

“Bahagia itu sederhana!“ Ya, istilah tersebut beberapa waktu lalu cukup sering di-posting sebagian orang di media sosial. Ini menunjukkan bahwa kebahagiaan itu merupakan keinginan semua orang. Pun, untuk mencapai kebahagiaan tidak perlu muluk –muluk.

Sebenarnya, bahagia mempunyai makna yang sangat luas. Pengertian atau definisi bahagia ini relatif  sesuai dengan masing-masing orang yang merasakannya. Sebagai contoh, ada orang yang berbahagia karena berkumpul dengan keluarga atau orang-orang terdekatnya, bahagia dalam pencapaian prestasi belajar, bahkan ada yang merasa bahagia karena melihat orang lain yang sedang bahagia, dan lain sebagainya.

Dalam konteks anak-anak, salah satu kebahagiaan yang berkesan adalah ketika ia berjuang mendapatkan keinginannya, lalu sempat mengalami kegagalan beberapa kali hingga akhirnya dia  mencapai keberhasilan atau kemenangan. Suatu kemenangan yang didapatkan pun identik dengan kebahagiaan.

Yang jelas, kebahagiaan merupakan satu rasa yang hadir dalam kehidupan seseorang, dalam pemikiran yang tenasg, kedamaian hati, serta damai dengan orang lain serta orang-orang terdekat dan  sebagainya.

Ciri Anak Bahagia

Nah, bagaimana dengan anak yang bahagia? Kapan kita bisa tahu bahwa anak merasa bahagia? Anak yang bahagia akan terlihat dari wajahnya.

Kebahagiaan anak yang utama dapat dilihat dari ekspresi wajahnya. Soalnya, anak selalu menampilkan atau mengekspresikan apa yang dirasakannya. Ia belum pandai menyembunyikan ketidaksukaannya karena masih lugu, polos, dan apa adanya.

Adapun beberapa ciri anak yang bahagia dan cara orangtua menciptakan kebahagiaan tersebut adalah

  1. Wajah Berseri-seri

Wajah berseri-seri dapat terlihat salah satunya ketika anak bermain, baik bersama orangtua maupun dengan temannya. Ia tampak bahagia ketika bermain. Itulah mengapa dikatakan dunia anak adalah dunia bermain. Ia akan mendapatkan kebahagiaan saat bermain.

Nah, untuk menciptakan hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, Anda meluangkan waktu untuk bermain dengan anak atau temannya, melakukan permainan yang ia inginkan, atau membelikan anak mainan yang dapat dimainkan bersama. Menyediakan permainan akan membuat anak bahagia.

Sebaliknya, anak yang tak bahagia biasanya berwajah kusam atau kusut. Misalnya, anak berwajah kusut karena kemauannya tidak dituruti. Yang terjadi kemudian, anak menjadi tidak bergairah untuk beraktivitas.

2. Riang Gembira

Anak yang bahagia akan tampak riang. Curahan perhatian dan kasih sayang orangtua dapat membuat bahagia sehingga ia tampak riang. Orangtua akan riang gembira ketika kemauannya terpenuhi. Akan tetapi, dalam menuruti kemauan anak, orangtua harus memahami batas kewajaran. Orangtua tidak boleh menuruti permintaan anak yang “aneh-aneh” misalnya dibelikan telpon genggam padahal anak masih usia balita.

3. Mata Berbinar

Anak yang bahagia tampak dari tatapan matanya yang berbinar penuh kesenangan. Misalya, anak tampak berbinar-binar ketika orangtua menjanjikan untuk pergi bertamasya di masa liburan sekolah. Ia merasa bahagia dan membayangkan asyiknya berlibur.  Jangan lupa, janji yang sudah dilontarkan harus ditepati ya!

4. Ceria

Anak yang bahagia biasanya tampak dari wajahnya yang ceria. Misalnya, ketika orangtua memberikan hadiah atau kado yang membuatnya senang. Tentu agar anak tampak ceria tidak harus berupa pemberian. Akan tetapi dengan menceritakan suatu yang menarik pun anak bisa tampak ceria.

5. Tersenyum

Rasa bahagia bisa muncul dari senyuman. Coba perhatikan, bila anak anak tersenyum manis boleh jadi ia sedang merasa bahagia. Ketika anak mendapatkan pujian dari orangtua karena suatu keberhasilan, ia akan tampak tersenyum bahagia. Orangtua harus memuji upaya anaknya, sekalipun tidak mendapatkan hasil yang maksimal.

Pujian yang diberikan orangtua dan penguatan yang memotivasi dan positif atas sesuatu yang dicapai anak akan membuatnya tersenyum dan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-harinya.

6.; Tertawa

Anak yang tertawa menandakan ia sedang bahagia. Coba ceritakan hal-hal yang dianggap anak lucu ataupun kejadian tertentu yang membuat anak tertawa bahkan sampai terpingkal.

7. Bersikap Terbuka

Anak yang bahagia biasanya memiliki sikap yang terbuka. Ia tidak menutup diri atau memilih menyendiri. Ia suka bersosialisasi, berteman dan bergaul. Ia merasa aman dan nyaman berada dengan orang lain. 

8. Percaya diri

Anak yang bahagia memiliki rasa percaya diri. Ia tidak minder. Ia merasa yakin dengan kemampuan yang dimilikinya. Ia ingin terus mengeksplorasi segala potensi yang masih terpendam dalam dirinya.  

9. Memiliki Cita-Cita Tak Terbatas

Anak yang bahagia memiliki cita-cita tak terbatas. Bak pepatah “Gantungkan cita-citamu setinggi langit” ia begitu antusias dengan harapan-harapannya

10. Selalu Bersyukur

Anak yang bahagia selalu bersyukur atas situasi dan kondisi yang dialaminya.  Termasuk bersyukur atas kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Ia memiliki simpati dan empati yang tinggi karena sikapnya yang selalu bersyukur. (hil)

Foto: freepik.com