CERDAS BERKAT GIZI DAN STIMULASI

Perlu dipertimbangkan juga jika alasan kita memperkenalkan dua bahasa pada anak. Jika kita melakukannya karena ingin anak memiliki kecerdasaran yang tinggi seperti yang dilakukan pada penelitian di atas, kita tidak perlu khawatir. Pasalnya, kecerdasan yang tinggi bisa dikembangkan dengan cara lain, yaitu dengan pemberian gizi yang baik serta stimulus yang cukup. Bahkan stimulus itu sangat beragam, tidak hanya dilakukan dengan memperkenalkan dua bahasa pada anak.

Namun jika kondisi budaya yang “memaksa” untuk memperkenalkan dua bahasa pada anak, misalnya mama dan papa berasal dari dua negara yang berbeda, sementara mereka ingin anaknya bisa berkomunikasi dengan lancar baik dengan kedua orangtuanya, hal ini bisa dimaklumi. Kata kuncinya adalah PRAKTIK. Ya, jika kita ingin memperkenalkan dua bahasa kepada bayi, kita bisa mengajaknya belajar dengan mempraktikannya pada kehidupan sehari-hari.

Akan tetapi perlu diingat, hindari memaksa anak menguasai dua bahasa dengan baik sekaligus. Ingatlah bahwa pada masa awal kehidupannya, anak juga tengah mengalami proses perkembangan luar biasa pada aspek-aspek lainnya. Misalnya, perkembangan emosi, motorik, sosial dan sebagainya.

Jika setelah tahun pertama perkembangan bahasa anak jauh di bawah tahapan perkembangan bahasa yang seharusnya, yang dapat kita pertimbangkan adalah menahan diri dan memperkuat satu bahasa dahulu. Satu hal penting lainnya, perlu kita sadari bahwa setiap anak berbeda. Sebagian anak cocok dengan satu bahasa dan sebagian lainnya menikmati dua bahasa atau lebih.

Hilman Hilmansyah

Narasumber: Renni Maika, Director Reine HR Consulting