Cara Mengasah Kreativitas Anak (3)

Setiap orang tua pasti menginginkan anak tumbuh dan berkembang dengan optimal, salah satunya menjadi sosok yang kreatif. Nah, berikut ini beberapa tips cara mengasah kreativitas anak:

  1. Bantu anak untuk fokus dengan aktivitasnya

Konon, orang kreatif mungkin membutuhkan bantuan ekstra untuk belajar bagaimana tetap terpusat dengan aktivitasnya. Anda dapat membantu anak untuk hal ini. Pastikan ia untuk dapat mengatur jadwal kegiatannya, agar tidak sepanjang hari berkutat dengan kegiatannya. Walaupun ia senang dengan kegiatannya, namun perlu ada pembagian waktu untuk aktivitas lain. Misalnya, untuk makan, istirahat dan lainnya.

Dengan kata lain, meski kita dorong anak untuk bisa fokus dengan kegiatan yang disenanginya, namun jangan sampai melupakan hal penting lainnya. Anda dan anak bisa membicarakan mengenai jadwal kegiatan dalam sehari sehingga ia tetap bisa konsisten dan fokus melakukan kegiatan yang disukainya. Namun, di sisi lain, kebutuhan lainnya pun tetap terpenuhi.

  1. Jangan takut merasa bosan

Orang tua seringkali menanggapi kebosanan anak dengan memberikan aktivitas lain yang mungkin kurang disenanginya. atau, memberikan gadget agar anak beralih dari kegiatan sebelumnya. Sebaiknya ajak anak untuk melakukan kegiatan yang mengasah imajinasi dan menciptakan serta berkreasi.

Sebenarnya, hindari anak merasa bosan dalam melakukan kegiatan yang mengasah kreativitasnya. Soalnya, anak membutuhkan latihan dengan waktu tidak terstruktur. Yang lebih penting, anak membutuhkan waktu kosong untuk menjelajahi dunia kreativitas.

Jadi bagaimana menanggapi ketika anak mengeluh bahwa dirinya meras bosan? Yang pasti, bantu ia untuk bertukar pikiran tentang kemungkinan kegiatan. Akan tetapi perjelas bahwa itu tugas ia untuk mencari cara menikmati waktunya sendiri. Untuk lebih lanjut tentang menangani kebosanan.

Tip penting: Ini sangat membantu untuk mencegah anak bergantung pada layar televisi atau gadaget.  Anak-anak yang secara teratur menonton televisi atau komputer lebih cenderung merasa bosan daripada anak-anak lain. Bahkan setelah menghilangkan kebiasaan itu, ia membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menemukan aktivitas lain yang disukainya. Tapi jangan putus asa. Mulailah mengurangi menonton televisi. Anak mungkin akan merasa keberatan, tetapi Anda akan melihat keterlibatan baru dengan kreativitasnya sendiri mulai berkembang.

  1. Dorong anak untuk berkreasi bersama

Meskipun kita biasanya menganggap kreativitas sebagai upaya individu, terkadang pengalaman kreatif yang paling berharga datang saat saling bekerja sama. Sebuah organisasi paling kreatif dan inovatif dikenal karena mendorong kerja tim.  Pasalnya, ide terbaik sering kali merupakan produk kolaborasi. Jadi, apakah anak-anak sedang berkutat membangun sesuatu dengan balok atau menulis cerita, ada baiknya Anda dukung  ia untuk mengatasi tantangan dalam berkreasi dengan orang lain, karena pengalaman dapat menjadi transformatif.

Foto : freepik.com