Bila Anak Tak Bahagia dan Apa Dampaknya?

Secara prinsip, bahagia adalah sesuatu yang identik dengan kesenangan, keceriaan, dan kemudahan dalam hal apapun. Dalam kajian psikologi, kebahagiaan itu ditandai dengan adanya gelombang otak yang sedang dalam posisi alpha (terjaga dan tenang).

Nah, banyak manfaat yang diperoleh ketika anak merasa bahagia. Anak akan lebih bersemangat dalam melakukan aktivitas dan pertumbuhan tubuhnya menjadi lebih baik. Kenapa? Karena anak bahagia itu biasanya anak yang sehat.

Tentunya perlu upaya untuk mendapatkan kebahagiaan pada anak. Pasalnya, kebahagiaan tidak akan datang dengan sendirinya, tanpa upaya dan kerja keras.

Pastinya, kebahagiaan anak adalah kebahagiaan orangtua. Bila anak berbahagia, aktivitas atau pekerjaan orangtua menjadi lancar, baik, aman terkendali.

Bagaimana bila anak tak bahagia?

Orangtua juga perlu mengenali ciri-ciri anak tak bahagia serta dampak yang bisa terjadi dalam kehidupannya. Berikut di antaranya: 

1.Menangis merupakan kondisi yang paling mudah dikenali untuk mengetahui anak tidak bahagia. Anak yang menangis menunjukkan bahwa ia merasa tidak nyaman dengan kondisi yang terjadi padanya. Untuk menanganinya ada berbagai cara tergantung dari pendekatan yang biasa dilakukan orangtua. Cari tahu terlebih dulu apa yang menyebabkannya menangis. Kemudian, cari solusi agar ia kembali merasa bahagia.

2. Anak terlihat lesu, tidak ingin tertawa, menyendiri, dan murung. Perasaan yang tidak bahagia akan membuat kehidupannya seperti tertekan, tidak ada semangat, dan merasa terpuruk. Ia pun menjadi pemalas dan suka mengganggu orang lain.

3.Anak tampak cemberut. Lebih sering dilakukan oleh anak untuk menunjukkan rasa kesal atau kecewa terhadap sesuatu.

4.Lemas dan malas untuk melakukan apapun. Anak mudah menyerah, prestasi belajar menurun, atau mengamuk tanpa jelas.

5.Kesehatan terganggu. Anak yang sakit merasa tidak bahagia karena badan terasa lemas, suhu badan tinggi, kepala pusing, dan berbagai gejala sakit lainnya. Selain itu, ia pun tak bahagia karena tak bisa bermain, selera makan menurun dan sebagainya. 

Nah, untuk membuat anak bahagia, peran orangtua sangatlah penting. Akan tetapi, pihak-pihak lain, misalnya guru di sekolah pun berperan agar anak merasa bahagia. Misalnya, menerapkan pola pembelajaran yang menyenangkan.

Bila anak berbahagia maka kehidupannya pun akan semakin baik dan positif. Oleh karena itu, mari bekerja sama menciptakan kebahagiaan anak di sekitar kita! (hil)

Foto: freepik.com