Bagaimana Mengasah Kreativitas Anak? (2)

Siapapun pasti ingin buah hatinya menjadi sosok yang kreatif. Nah, bagaimana cara mengasah kreativitas anak? Yuk, simak tips berikut ini:

  1. Biarkan anak tampil berbeda

Anak-anak yang inventif atau terampil membuat sesuatu dan orisinal sering dianggap berbeda oleh anak-anak lain. Orang mungkin menilainya sedikit aneh.

Untuk mengembangkan individualitasnya, anak justru membutuhkan dukungan orangtuanya. Biarkan anak menjadi unik dan melihat dunia melalui kacamatanya sendiri.

Anda mungkin harus mulai dengan menghadapi ketakutan sendiri tentang anak yang tidak “populer”. Jangan khawatir, pada acara-acara reuni sekolah adalah hal biasa untuk mendapatkan bahwa si kutu buku telah menjadi jutawan dan anak pendiam yang aneh itu sekarang menjadi novelis terkenal.

Memang benar bahwa anak yang diizinkan menjadi diri mereka sendiri dan mengekspresikan pandangan unik mereka tentang dunia mungkin dianggap berbeda oleh teman-temannya. Akan tetapi, itu bukan hal yang buruk. Mereka juga, seringkali, lebih kreatif dan sukses.

Selama anak memiliki satu atau dua teman baik, itu sebenarnya lebih sehat daripada menjadi “populer”.

  1. Biarkan anak bereksperimen

Biarkan anak balita bereksperimen dengan menimbulkan “kekacauan” yang bisa ia bersihkan. Misalnya, ia menumpahkan air di lantai dapur, membuat gelembung sabun di teras, menggoreskan cat air atau kapur di trotoar, memainkan pewarna makanan di mangkuk, tepung jagung atau air, serta memecahkan telur karena penasaran melihat isinya.

  1. Siapkan area untuk beraktivitas

Anda perlu juga menyiapkan suatu tempat atau area untuk menyaluarkan kegiatan seni Si Kecil sejak dini. Sediakan pula berbagai perlengkapannya, seperti kertas, tanah liat, pensil warna dan sebagainya.

Perlengkapan bermain seperti balok-balok juga dapat membantu menumbuhkan menumbuhkan kreativitas anak. Tak sedikit anak usia empat tahun yang senang bermain balok hingga berjam-jam lamanya. Meski terlihat sederhana, namun ternyata permainan ini membantu mengembangkan kemampuan matematika, spasial dan pemecahan masalah.

  1. Biarkan anak bermain kreatif dan menciptakan karya sendiri

Biarkan jika anak Anda dapat memulai aktivitas seni tanpa bantuan. Kemungkinan besar ia akan menciptakan sebuah karya seni sesuai dengan kreativitasnya sendiri. Anda tak perlu khawatir bila tempat ia berkreasi menjadi berantakan. Entah karena banyaknya krayon berceceran, glitter, adonan mainan, dll.

Yang pasti, anak tetap berada di area tersebut dan kegiatannya tidak sampai ke ruangan lain. Anda boleh menetapkan aturan, misalnya “adonan tetap di atas nampan”, “Ibu harus mengawasi menuangkan glitter”. Akan tetapi, jadikan seni kreatif menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak Anda. Karena itu menandakan ia menjadi dirinya sendiri.

Foto : freepik.com