Adakah Dampak Covid-19 pada Kesehatan Mental Anak?

Pandemi wabah virus corona Covid-19 telah menjangkiti puluhan ribu orang di berbagai penjuru dunia dan termasuk juga di negara kita, Indonesia. Tentunya, sudah berbagai upaya dilakukan untuk mencegah dan mengatisipasi penyebaran atau penularan virus ini. Bagi yang sudah berusia dewasa dan para orang tua, tentu akan bisa mendukasi atau mencari informasi sendiri melalui berbagai platform seperti media internet dan televesi.

Lantas bagaimana dengan mereka yang masih anak-anak? Perlukah bagi kita untuk memberikan penjelasan terkait virus corona ini dengan berbagai cara sesuai kemampuan? Hal ini tentu terlihat seperti mudah untuk dilakukan, namun justru perlu pemikiran yang matang dan saat yang tepat supaya justru tidak menimbulkan rasa takut dan kecemasan berlebihan yang juga berimbas pada kesehatan mental anak-anak.

Perhatian kesehatan mental pada saat merebaknya wabah Covid-19 tidak hanya akan sangat penting bagi mereka yang berusia dewasa, namun juga pada anak-anak. Seperti juga pada imbauan karantina mandiri atau physial distancing sebagai salah satu cara untuk meredukasi penyebaran virus corona.

Namun, physical distancing dan juga karantina mandiri bisa memiliki dampak negatif terkait keadaan mental seseorang. Hal ini seperti juga yang dilansir dari American Psychological Association yang menjelaskan jika upaya physical distancing atau karantina mandiri bisa menyebabkan rasa takut, stres, cemas, mudah bosan, mudah marah, frustasi serta stigma di masyarakat.

Bagi anak-anak yang semula bisa bebas bersekolah, bermain dan bekumpul dengan teman-temannya, tentu akan bisa mempegaruhi tingkat emosianalnya pada saat memasuki masa perkembangan. Hal ini tak lepas dengan hubungan sosialnya atau aktivitas yang menjadi berkurang dan terbatas. Imbasnya, anak-anak mudah merajuk, suka mencari perhatian dengan berbagai cara.

Tips Menjaga Kesehatan Metal Anak Pada Saat Pandemi Virus Corona

Dan berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa Anda terapkan sebagai orang tua untuk menjaga kesehatan mental anak pada saat pandemi virus Corona Covid-19 seperti yang sudah dilansir dari laman National Geographic:

1. Orang Tua Tenang, Anak Tenang

Seperti diketahui, perilaku anak pada masa perkembangan akan banyak belajar dengan meniru orang terdekatnya, terutama orang tuanya. Jika para orang tua terlihat tenang, anak-anak juga akan tenang. Namun jika sebaliknya, justru anak-anak juga akan peka dan memiliki rasa cemas dan panik berlebihan.

2. Berikan Jadwal Kegiatan Rutin Yang Fleksibel

Dengan memberi atau menjadwalkan kegiatan yang fleksibel dan mudah dimengerti bagi anak-anak. Hal ini tentu akan bisa membantu memberikan rasa tenang terutama dimasa-masa tidak menentu ini. Semisal bisa dengan sering berolahraga bersama, mengontrol kegiatan belajar atau kegiatan belajar yang diberikan sekolah secara online.

3. Jujur Tapi Jangan Beri Informasi Yang berlebihan

Anak-anak tentu akan bertanya mengapa pada saat ini mereka tidak diperbolehkan masuk sekolah, dilarang bermain diluar rumah secara bebas dan juga di batasi waktu bertemu dengan teman-temannya.

Untuk itu bicarakanlah dengan anak tentang virus Corona dan juga efekknya dengan sewajarnya dan tidak berlebihan. Dan di saat bersamaan, yakinkan pada mereka akan selalku dalam kondisi aman dan terlindungi.

4. Batasi Penggunaan Media Internet Dan Hiburan Elektronik

Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menyalahkan efek negatif media sosial, televisi dan juga media internet. Karena saat ini merupakan salah satu media teknologi dan alat komunikasi jarak jauh.

Namun yang perlu di diketahui, jika layar elektronik bisa memiliki efek negatif terhadap kesehatan mental dan fisik anak-anak sehingga bisa menimbulkan rasa cemas dan juga tidak nyaman. Sehingga sebaiknya batasi penggunaan layar elektronik bagi anak-anak dan jangan berikan lebih dari dua jam setiap harinya.

5. Jangan Reaktif Terlalu Berlebihan

Memang tidak bisa dipungkiri jika pandemi virus corona ini bisa menimbulkan rasa takut dan kecemasan berlebihan. Untuk itu sebagai orang tua sebaiknya bisa mengontrol dan memanajemen emosi dengan baik supaya tida menular pada anak-anak.

Karena rasa takut yang berlebihan ini bisa menjadikan imunitas atau daya tahan kekebalan tubuh akan serangan berbagai virus penyakit menjadi lemah sehingga anak bisa menjadi rentan terkena serangan penyakit.

Nah demikian tadi terkait ulasan dampak virus corona Covid-19. Jaga keluarga kita dengan menerapkan pola hidup sehat seperti yang sudah dianjurkan pemerintah dan dinas kesehatan seperti sering-sering cuci tangan dengan sabun, memakai masker dan tidak membatasi aktivitas diluar rumah sebagai langkah untuk mencegah penularan virus Corona Covid-19 agar tidak semakin meluas dan cepat berakhir.

Foto: freepik.com